Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
November 30, 2012

Donor Darah ke-3

Alhamdulillah... Hari ini saya masih diberi kekuatan dan kesehatan buat kembali mendonorkan darah untuk yang ketiga kalinya. Kali ini saya mendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Padang setelah sempat vakum selama tujuh bulan dan 29 hari. Sehari sebelum kemarin, saya nggak kepikiran sama sekali buat donor selama liburan di rumah ini, tapi, karena waktu lagi jalan keluar berdua sama mama nggak sengaja liat kantor PMI pusat Sumbar di Sisingamangaraja, saya jadi ingat dan kembali niat buat donor. Namun, berhubung kemarin cuacanya panas banget banget maka niat buat donor batal padahal mama udah berhasil saya bujuk buat nemanin ke PMI. Okedeh, nggak papa.

Saya jadinya pergi bareng papa karena mama ada acara lain tadi. Kita berangkat jam 11-an dari rumah. Malam sebelumnya saya tidur cepat demi menjaga kondisi badan tetap fit dan bugar, sekalian saya juga nyempatin buat nyari info mengenai tempat buat donor di Padang. Awalnya saya sangka donornya bisa dilakukan di kantor PMI provinsi ataupun PMI kota, tapi ternyata ada tempat tersendiri yang dibangun khusus bagi para pendonor dan pencari darah, yaitu UTD PMI Kota Padang yang terletak di Jalan Sawahan II No. 12.

Saya bener-bener nggak ingat pernah lewat dan liat palang UTD PMI ini pas pulang pergi sekolah dulu pas zaman SMP dan SMA. Alhasil, saya dan papa nyasar kemana-mana buat nyari gedungnya, nanya sana sini sama orang-orang -.-". Tapi, pada akhirnya kami berhasil sampai ke sana. Nyampe sana saya bisa lihat nggak banyak orang yang mendonor hari ini. Hanya ada seorang laki-laki gemuk tengah diambil darahnya.

Saya dan papa duduk, lalu saya mengeluarkan kartu donor dan menyerahkannya ke petugas wanita di depan saya. Lalu, saya diminta mengisi formulir yang disediakan untuk melengkapi registrasi dan merekam riwayat kesehatan. Nggak pake lama, petugasnya meminta jari saya buat periksa Hb. Alhamdulillah, normal dan dinyatakan bisa donor. Lanjut giliran papa dicek golongan darahnya oleh petugas karena beliau baru pertama kali donor dan juga nggak tahu golongan darahnya apa --.--". Duh!

Setelah dites, ternyata golongan darah saya dan papa sama-sama AB! Berarti abang dapat golongan darah A dari mama, dan saya dapat golongan darah AB dari papa. Heheu, papa selama ini salah ngasih info mengenai golongan darahnya, masa iya papanya A, mamanya A, anaknya jadi AB sih! Nah, jadi penasaran sama golongan darah adek-adek yang lain apaan.

Lanjuuut. Jadi, karena kami berdua sama-sama bisa donor, kami di"oper" oleh petugas yang memeriksa tadi ke dokter jaga cewek (yang masih keliatan muda) guna memeriksa kesehatan kami pada hari itu. Alhamdulillah ya, hasilnya bagus, dokter menyatakan tekanan darah kami normal dan sehat. Kami dipersilakan mendonor di ruangan seperti tampak pada gambar di bawah ini:


Yang ngambil darah saya waktu itu ibu-ibu berumur kira-kira 50 tahun-an. Agak kurang cekatan kerjaanya dibandingkan dengan petugas yang pernah mengambil darah saya sebelum ini. Tapi, yang penting saya bersyukur karena petugasnya teliti dan saya nggak grogi berat pas mau ambil darah. Kebayang aja kan kalau saya tegang dan pembuluh darah di dalam tubuh mengecil, susah deh ntar jarum nembus kulit saya. Yang ada saya ditusuk dua kali atau lebih. Iiiih... takuuut maaak... >,<

Seperti biasa, durasi waktu buat pengambilan sekantong darah kira-kira sepuluh sampai lima belas menit. Setelah itu, saya dan papa makan di kantin yang disediakan. Menu yang saya dapat adalah mie rebus nggak pake telor, susu, dan multivitamin. Lalu, kami pulang deh setelah makan. Kami disuruh mendonor lagi tanggal 30 Februari mendatang. Sumfah nggak salah lihat tuh buk? Februari tahun ini kan cuma28 hari. Ada-ada aja deh :D

0 comments:

Post a Comment

What do you think?

Tell me your thoughts...