Awal mula dari rangkaian kontrol ke dokter jantung ini adalah Senin, 13 April 2026, saya mengalami keluhan seperti gambar. Senin, 13 April 2026 Saya merasa sesak nafas, dada kiri nyeri, dan yang bikin kaget itu saturasi oksigen saya selama 2 tahun berturut-turut ini sering drop di malam hingga dini hari (rata-rata). Ketauannya karena pakai band Huawei Band 8. Saya selama ini rutin ngecek kelainan irama jantung dari notifikasi di jam pintar itu, tapi ga ngecek rekaman data saturasi oksigen. Pantesan juga saya sering capek pagi hari dan badan kurang bugar. Atas keluhan itu, saya datang ke fasilitas kesehatan (faskes 1) saya di Klinik Dokter Dian Suryani Balai Baru. Ketemu dengan dokter Omi. Saya jelaskan keluhan yang saya rasakan dan saya juga jelaskan sensasinya. Saya jelaskan juga, saya ngecek oksimeter pakai alat medis yang saya beli saat Covid19 mewabah, Beaurer Oksimeter, jadi bukan hanya data dari jam tangan pintar. Dokter Omi kaget, kata dokter, seharusnya saya langsung ke IG...
Kemarin, SHA cabut gigi susu lagi (yang kedua kali) di dokter gigi. Kali ini, SHA sudah lebih berani, yay! Tapi, SHA tetap takut sakit. Ya wajar, memi juga takut kalau sakit. Sakit itu ga enak yah, ga ada yang mau ngalamin sakit ya nak. Jadi, memi paham. SHA udah berani minta ke dokter gigi aja, memi senang dan bangga luar biasa. Berhubung faskes I kami tidak punya poli gigi terintegrasi maka kami pilih klinik gigi yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kalau saya buka di Mobile JKN, opsi yang bisa saya pilih buat ganti faskes I itu ada 3: Klinik Gigi Salsa 1 (yang sekarang jadi faskes tingkat I). Alamat: Jalan S. Parman No. 151 D | Drg. Irsyadi Jamanar. Klinik Gigi Salsa II. Alamat: Jl. Raya Tj. Saba, No. 1A | Drg. Erwandi Putra. Drg. Euis Yoyo Gunawan. Alamat: Jl. Raya Cengkeh - Indarung. (jauuuh dari domisili). Dahlah, tetep di klinik nomor 1 dulu, karena lumayan dekat dari rumah dan jadwalnya sore, amit-amit kalau gigi sakit bisa melipir pasca pulang kantor. Jadi, sebelumnya, 3 g...