Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
May 30, 2013

Donor Darah ke-5 di PMI DKI Jakarta

sumber
Hampir kelupaan buat nulis mengenai kegiatan rutin saya sejak dua tahun belakangan ini: donor darah. Donor darah yang kelima kalinya ini saya lakukan di PMI DKI Jakarta seperti donor darah sebelumnya. Sempat bingung mau datang ke PMI nya hari Sabtu atau pas hari kerja. Akhirnya diputuskan mending datang setelah pulang ngantor aja, lagian jarak kantor ke PMI Kramat juga dekat, cuma dipisahin halte Senen (ketauan deh kalau ke sana naik TJ :P).

Berhubung saya udah pernah ke sana pada donor sebelumnya, jadi saya nggak grogi dan nanya-nanya lagi ke satpam di depan pintu gerbang, langsung cus masuk ke gedung utama, isi formulir yang disediakan, nyerahin formulir tersebut ke bagian pendaftaran, dan nunggu nama saya dipanggil buat cek kadar Hb dalam darah. Kali ini saya dapat antrian 173. Selain saya, cuma ada dua orang cewek kuliahan dan seorang bapak yang akan mendonor hari itu. Kata petugas resepsionisnya sih ini udah sepi pengunjungnya, ramenya pas siang. Ooo...

Setelah nama saya dipanggil, kadar Hb saya diperiksa. Sempat deg-degan dan khawatir bakalan ditolak donor. Takut Hb saya rendah. Untungnya nggak! (kadar Hb saya: 13,2 gram). Karena udah rutin donor mungkin ya, golongan darah saya tidak diperiksa lagi oleh pak petugas. Okedeh. Oiya, berat badan saya hari itu 59 kg, naik 2 kg dibandingin dengan berat badan pada donor sebelumnya.

Oiya, saya sempat beramah tamah dengan salah satu pengunjung (bapak-bapak) pas dia selesai menimbang berat badannya di dekat bagian pemeriksaan Hb darah. 
Saya:   "Berapa pak berat badannya?"
Bapak: (tersenyum) "Oh, 53 kg"
Saya: (tiba-tiba nyeletuk) "Wah, kalah dong dari saya pak, saya 59 kg."
Bapak: "Wah iya ya, tapi berat badan saya emang segitu-segitu aja mbak, jarang pernah naik, mungkin mbak berat di tulangnya kali."
Saya: (ketawa dalam hati) "Haha, iya deh kayaknya pak, tulang saya gede kayaknya."

Dan selanjutnya si bapak tersebut mulai terasa gencar menyapa saya di setiap kesempatan, semacam SKSD gitu. Saya menyesal rasanya beramah tamah dengan pengunjung di sana, seharusnya saya lempar senyum aja ya, nggak usah sampe ngomen hal ini itu macam orang udah kenal lama aja ---____---". Yah, jadinya saya stop beramah tamah dan senyum manis saat donor saya dimulai. Saya fokus pada berita yang ditayangin di tivi mengenai bayi yang ditemui tersangkut di pipa pembuangan toilet di Cina. Seketika pikiran saya teralih dari si bapak yang kayaknya manggil saya dua bed sebelah kanan saya. Eh gila ya, aneh-aneh aja kerjaan orang di Cina ini, udah nggak ada rasa peri kemanusiaan lagi kayaknya di sana, kemaren anak kecil yang ditabrak trus kegiles mobil dua kali mati sia-sia karena dicuekin aja sama orang-orang yang lewat di dekatnya, sekarang giliran jabang bayi yang baru lahir ke dunia udah harus menghadang maut di pipa bauk kayak gitu akibat tidak diinginkan oleh orangtuanya. Dunia emang kejam! pikir saya dalam hati.

Well, back to topic. Kali ini lengan yang saya gunakan buat donor adalah lengan kiri, lengan kanan istirahat dulu dari tusuk-tusukan jarum. Oiya, saya agak nervous ngeliat petugas cewek yang nusuk lengan saya waktu, soalnya dia masih muda banget, masih berstatus mahasiswi di program D1 PMI T.T. Saya sempat merajuk ama mbaknya bilang, "Mbak, nusuknya jangan salah ya mbak." "Oh, oke mbak. Emang pernah kejadian ya mbak darahnya nggak keluar?" kata mbak-mbaknya tersebut. "Bukan saya sih mbak, temen saya pernah tuh udah tiga kali ditusuk, tapi darahnya tetep nggak keluar, jadi jangan sampe salah tusuk ya mbak." (saya takut juga ditujes-tujes jarum berkali-kali begitu, nanti saya makin trauma jaruuum >__<") "Haha, oke mbak, yang penting mbaknya jangan takut, permisi ya mbaaak, tarik nafasnya mbak..." Oke, otomatis saya baca bismillah. Si jarum udah mau nancep.

Nyessss...

Agak ngilu dan sedikit sakit maaak, beda dari donor biasanya. Mungkin karena ganti lengan nih, atau mbaknya masih kurang lihai dalam tusuk menusuk jarum ke kulit, auk deh, pikir saya. Untungnya nyeri dan nyut-nyutan ngilunya masih bisa saya tolerir. Sekarang aja pas muter lagi memori pas donor kemaren di otak, saya masih merasakan ngilu di lengan kiri saya ini :|. Haha.

Selama darah saya diambil saya sempat ngelirik alat di bawah meja di samping kiri saya yang menimang-nimang kantong darah yang dialiri darah saya. Kok agak lama ya proses pengambilan darahnya? Iseng saya nanya ke mbaknya, "Darah saya kali ini diambil berapa mbak?" "Darah mbak diambil 350 cc ya" "Ooo, sama dong seperti donor saya sebelumnya." "Iya mbak, kalau darahnya sudah diambil 350 cc, maka donor seterusnya darah mbak akan diambil sebanyak itu juga karena pertimbangan berat badan dan lain-lainnya sudah memenuhi syarat." "Oooo, gitu ya mbak, iya sih mbak, nggak papa juga, lagian darah AB juga pemiliknya sedikit ya" "Iya mbak, selalu tuh, kita (PMI) itu kekurangan stok darah AB karna emang nggak banyak yang golongan darahnya AB di Indonesia ini." "Iya mbak." saya juga udah tau, bukan di Indonesia aja, di dunia juga setau saya pas baca-baca di internet.
sorry, we are kinda rare :|
Nggak lama (setelah sekitar 5 menitan lebih menurut penghitung waktu yang ada di meja kiri saya), darah saya selesai diambil. Selang yang mengalirkan darah ke kantong darah saya dijepit dan dipotong, kemudian darah saya diambil beberapa tube sebagai sampel guna pemeriksaan laboratorium. Saya agak tegang lagi pas jarum dicabut dari kulit saya, nyesss... masih terasa agak ngilu dan nyut-nyutan juga ternyataaa :|. Lengan saya angkat diatas jantung dan saya siap-siap buat menuju dapur PMI buat ngambil makanan. Kartu donor saya akhirnya distempel lagi buat kelima kalinya! Senang deh! :D

Dan menu makanan yang disediakan dapur PMI hari itu sama persis seperti makanan yang saya dapatkan saat donor sebelumnya, yaitu mie rebus + telor rebus masih lengkap dengan kulitnya + segelas susu milo panas + satu sachet sambal + segelas air putih. Saya pun makan dengan lahap dan terburu-buru biar nggak terjebak macet buat pulang ke kosan. 

Sekian.

I gave blood and I felt good.

Gimana dengan kamu?
Sudahkan donor darah hari ini?
Yuk jadi pendonor,
kita sehat mereka selamat!

:))

Sumber gambar:
google.co.id dengan kata kunci "I am an AB+" dan "donor darah menyelamatkan nyawa sesama"
May 25, 2013

Bersih-Bersih Gigi

Ini adalah postingan yang tertinggal dan tidak lengkap, dipublish sebagai pengingat
written: lupa deh, entah kapan, keburu klik "save" dan kepilih schedule otomatis sih --___--

---

Ehem, sebenarnya agak malu juga nih mau nulis mengenai ini. Tapi, demi kebaikan saya dan kebaikan netizen yang tersesat kesini, saya tulis juga deh... :))

Jadi, waktu libur yang sangat berharga di rumah ini saya habiskan sebagian besar dengan bermalas-malasan dan benar-benar menghabiskan waktu dengan keluarga, menikmati keriuhan dan keramaian yang terjadi. Baru kemarin saya bisa melaksanakan "to-do" list saya, yaitu mengurus E-KTP di kantor camat bareng papa. Saya berangkat jam 3 sore, sampai disana langsung ke tempat registrasi. Antriannya nggak terlalu panjang, kira-kira sekitar 10 orang. Papa yang nyerahin surat pemanggilan ke pegawai di kecamatan, sedangkan saya duduk menunggu di bangku yang disediakan. Nggak cukup lama, saya dipanggil ke dalam. Saya duduk buat ambil foto, rekam tanda tangan, rekam sidik jari, rekam iris mata, trus rekam tanda tangan lagi, selesai deh. Besoknya a.k.a hari ini saya pergi ke dokter gigi buat nambal dan bersihin karang gigi yang keliatannya udah luaama banget numpuk. Bedanya, hari ini saya pergi bareng mama :">

Ruang praktek dokter gigi langganan papa mama tersebut masih seperti yang saya ingat saat beberapa bulan yang lalu, masih tetap nyaman dan masih agak dingin (bukan karena AC-nya). Begitu masuk ke dalam ruang praktek, saya langsung menuju tempat duduk 'tersangka'. Giliran pertama adalah membersihkan karang gigi terlebih dahulu oleh suster. Saya selalu khawatir ketika alat-alat kedokteran gigi masuk ke dalam mulut dan mulai mempreteli gigi saya. Apalagi saat proses pemboran.
May 01, 2013

The Brain of A Blogger

Nemu gambar ini di blognya mbak Titiw. Pas udah dibaca dan dihayati, langsung haqqul yaqin pikiran saya juga begini terhadap blog ini, mau semua serba sempurna dan rapi jali biar yang baca betah berlama-lama nangkring di sini. Mau tau lebih lanjut, mari dibaca aja. Enjoy!
April 15, 2013

I Heart EW

If you really put your heart in what you believe in, even if it makes you vulnerable, amazing things can and will happen." - Emma Watson.

Oh my God, Emma sekali lagi menjadi inspirasi sekaligus role model saya. She is beyond perfect! Everything about her was fabulous and amazing. Happy Birthday Emma! Happy 23rd!