Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
December 31, 2011

A Beautiful Mess's Quote

A Beautiful Mess wrote"
"...blogs grow when they are written with pure intentions (not just to get 'hits')..."-.
"...blogs written with a genuine voice will always be more fun to read..."
"...if it's not fun to write, it's probably not fun to read. Choose topics you enjoy."
December 29, 2011

Target 2012!

Mendekati akhir tahun 2011, semua orang keliatannya sudah mulai menuliskan resolusi baru mereka buat tahun 2012 nanti. Saya sendiri nggak punya resolusi yang muluk-muluk, nggak segudang kayak tahun-tahun sebelumnya. Ngapain bikin resolusi dengan list yang panjang kalau pada akhirnya batal semua dan cuma sedikit yang terlaksana sesuai rencana. Makanya tahun ini, resolusi, atau target lebih tepatnya, saya persempit dan fokuskan pada empat poin di bawah ini. Harus semangat menyambut 2012 cing!


Semoga Allah mengabulkan dan membantu saya dalam mencapai target-target tersebut. Amiiin... :)) Bagaimana dengan kamu? Apa resolusi kamu buat tahun 2012 nanti?

Tim Favorit PKL Angkatan 50!

Di acara penutupan PKL (Praktik Kerja Lapangan) Angkatan 50 kemarin, saya dapat kejutan menyenangkan dari teman-teman seksi umum. Saya dan teman-teman PCL (Pencacah Lapangan) yang baik: Erma & Silvi terpilih sebagai tim pencacah terfavorit untuk wilayah kerja Bangkalan 2, Alhamdulillaaaah :D

kiri ke kanan : Nana, Silvi, dan Erma in action in raining Madura
Tiap-tiap kita dapat hadiah ini:

mug cantik dan pin berpita biru
Walaupun hadiahnya hanya sebuah mug dan sebuah pin berpita biru, saya tetap sangat senang karena kerja keras kami di PKL tersebut dihargai dan diapresiasi. Mug dan pin tersebut memiliki makna mendalam buat saya khususnya sejak kemarin.

Lewat tulisan ini, saya secara khusus mau mengucapkan terima kasih yang banyak dan tak terhingga kepada Erma PD yang sudah berhasil mengemban dan melaksanakan tugas berat untuk me-listing lebih kurang 500 ruta (rumah tangga) dalam 1 BS (blok sensus) di Tellang. Padahal itu adalah wilayah kerja saya yang terpaksa harus saya change dengan wilayah kerja Erma agar saya bisa menghadiri rapat Kortim di hari-hari yang telah ditentukan oleh Korlap. Kalau tidak demikian, kerjaan saya akan tidak beres dan kerja tim juga akan terhambat. Maaf yah Erma udah bikin kamu mual-mual sampe sakit gara-gara beban kerja yang berat tersebut. Maaf juga ya karena Na nggak banyak menolong dan terkesan nggak peduli waktu itu (kelakuan dan cetakan wajah emang seperti itu ;p). Tapi, kamu keren bangeeet sanggup ngelisting rumah tangga yang seabrek-abrek di BS Tellang lebih cepat dari kerjaan Na ngelisting di BS Gili Timur. Saluuut! d^^b

Selain itu, saya juga menyampaikan terima kasih buat Silvi yang sudah bekerja keras menyelesaikan listing, mencacah berbagai tipe responden dan mengisi kuesioner dengan sangat tekun, teliti, dan cermat. Terima kasih juga karena telah banyak membantu Na yang kadang selebor dan ceroboh (dalam banyak hal, termasuk perkara duit, hehehe) saat menjadi Kortim buat tim kita, tim 11 Bangkalan 2.

Oiya, Na mohon maaf yah kalo belum bisa menjadi kortim yang baik buat tim kita. Tanpa dukungan dan kekompakan kalian teman-teman, kita nggak bakal bisa menyelesaikan kerjaan kita dengan cukup baik waktu itu dan kemudian dapat award ini *terharu*. Terima kasih ya sekali lagi buat Erma dan Silvi :D :*

My powerful PCL: Silvi dan Erma
Semoga setelah kemarin dan hari-hari berikutnya, kita tetap ingat perjuangan kala PKL di Madura itu ketika kita minum dari bibir mug ini dan memandang pin berwarna kuning tersebut :D. Oh ya! Semoga kita lulus bareng-bareng tahun 2012 ini dan segera kerja! Amiiin :D Semangat teman-teman!

NB: semua foto, kecuali foto mug dan pinnya, diculik dari album facebook Erma tanpa minta ijin dulu dan diedit seperlunya oleh Nana, hehehe, maaf ya ;)
December 26, 2011

Stella iwearUP

Look! who came to my room today? That's it! Please welcome ladiesss... Stella Black! Yipiiie.. :D

Senang sekaliii, akhirnya Stella pesanan saya datang juga. Saya pesen Stella ini hari Sabtu, 10 Desember 2011. Berhubung lama waktu produksinya 2 minggu (tidak termasuk hari libur dan hari besar lho ya), jadi yowes, saya sabar aja buat nunggu kedatangan neng Stella ini ke kosan ;). Di web katanya sih, Stella cantik ini akan jadi hari Rabu, 28 Desember 2011. 

Eh tapiii, tau-tau aja tadi pagi anak ibu kos datang gedor-gedor pintu kamar bawain kotak berbungkus kertas coklat. Saya bangun bukain pintu sambil merem melek (baru bangun ciiin). Wooohooo! saya kaget dan senang baaaanget begitu baca tulisan di sudut kanan atas paket: "with love from UP" awww :)). Sontak saya langsung loncat-loncat kegirangan di kamar dan joget-joget *ahahaha ini nggak deng* :)))) Suerrr, surprise banget ya si Stella ini tanpa angin tanpa kabar udah datang aja ke kosan >,<. Padahal saya sering loh main ke webnya iwearUP buat liat-liat wedges mana lagi yang mau diincar buat dijadikan soulmate, tapi kok ya saya selalu nggak pernah ingat lagi buat ngecek status si Stella. :)) Let's check it out aja deh overall wujud Stella saya ini yaaah ;)) Ini nih kotaknya Stella:


Kesan pertama make Stella adalah super nyaman dan ringan! Saya setuju dengan komentar para pembeli yang wara-wiri di akun twitternya iwearUP (@iwearUP) yang juga bilang demikian, pun saya juga setuju dengan testi para ladies di webnya. Bahan kayunya punya motif yang cantik seperti terlihat di toko mayanya. Studded di pinggir solnya bikin Stella makin cakep dan cantik di mata saya. Sepatu yang kece buat dibawa jalan kemana aja.

Dan yang paling penting dari itu semua, kamu nggak bakalan ngerasa pake heels loooh walaupun heelsnya cukup tinggi (9 cm dengan platform 2 cm).  Di bawa jalan-jalan dan lompat-lompat juga nggak masalah, stabil aja :))). Saya suka banget banget sama hasil belanjaan yang satu ini. Suka banget bangetnya sampai-sampai nih sepatu maunya nempel di kaki terusss! d^^b. Oh ya, kalau mau lihat-lihat hasil jepretan saya terhadap si Stella ini, silahkan mampir ke sini ya :))

And, I think I will never get enough with buying just one. I have many pairs of iwearUP wedges in my lists to buy. And, now I'm eye-ing theseee:

I think iwearUP will be my next guilty pleasure *tssaaaahh* Can you, my sweet reader here is pleased to buy them for me? XD. How are with you ladies? Which one of those beautiful shoes is your favorite one? Let me know in comments box, yahhh :*

#UPDATE!
Buat kamu-kamu yang baru pertama ngeheels atau udah lama banget nggak ngeheels lagi, ada baiknya kamu melakukan peregangan dulu sebelum pake wedges. Ini cuma saran saya aja yang kakinya kecapekan abis jalan ama Stella. Tapi, mungkin capeknya juga bukan karena Stella sih, karena capek main ice skating sebelumnya kali ya.
December 25, 2011

Korean MV

Makin lama dilihat-lihat, makin ciamik dan yahut aja ya penampilan boyband dan girlband korea. Makin kreatif dan makin seru juga. Bukan hanya kekompakan masing-masing anggota dalam menari yang patut dipuji dan diacungi jempol, tapi juga tingkah lucu dan imut mereka di dalam video klip yang enak dilihat sekaligus menjadi nilai tambah lebih yang bikin saya ngefans sama mereka. Soal kualitas vokal, saya sama sekali tidak meragukan. Gimana nggak ya, kan mereka udah latihan bertahun-tahun sejak lolos audisi dan sudah kena banyak pelatihan sebelum debut jadi artis  hingga akhirnya dapat nama dan tenar di pasar musik negerinya dan luar negeri. Lagu-lagu mereka juga asik-asik kedengaran di telinga. Contohnya saja saya lagi nggak bosen-bosennya dengerin dan nonton ulang PV f(X) dengan lagu comeback "Hot Summer"-nya yang cerah dengan dominasi warna pink pada settingan video dan juga pada busana para personelnya.

f(x) - Hot Summer

Saya juga suka banget dengan PV-nya f(x) yang lagu NU-ABO. Mereka narinya powerful dan seksi abis.

f(x) - NU-ABO


Atau t-ARA dengan Roly Poly-nya ini nih yang mengusung tema dan musik vintage yang bikin pinggul goyang kiri kanan dan tangan nggak ketinggalan ikut goyang kesana kemari. :))

t-ARA - Roly Poly

Kalau yang terakhir ini adalah grup cewek korea (yang digandrungi para lelaki) dengan kaki jenjang nan mulus yang bikin sirik plus ukuran body yahut yang nyaris sama antar anggotanya, siapa lagi kalau bukan SNSD dengan lagu comeback andalan mereka, "The Boys" yang mewah dan anggun serta classy.

Girls' Generation - The Boys [English Version]

  
 4)  Girls' Generation - The Boys [Korean Version]


Nah, kamu suka yang mana?
:)) 
December 22, 2011

Nulis itu...

Alasan klise memang yah tidak rajin menulis di blog ini seperti janji-janji manis yang sudah saya tulis dan sebar kemana-mana kalau saya tuh akan rajin menulis di sini. Masalah klasik yang selalu jadi alasan adalah, “lagi nggak ada ide dan topik menarik nih buat ditulis!” atau “ah males juga, siapa yang bakal baca juga”. Rasanya kesel sendiri ketika saya harus duduk diam terpaku memandang layar laptop yang masih putih bersih ketika ada keinginan untuk menulis.  

Namun, saya merasa masalah saya sebenarnya menyimpan ketakutan yang berlebihan terhadap tulisan-tulisan yang sudah saya buat dan tragisnya cuma berakhir di folder laptop, tak pernah terpublikasi. Sebenarnya saya (masih) takut dicerca dan dikritik perihal apa yang saya tulis. Saya takut tulisan bikinan saya jelek, terkesan blo’on dan nggak mutu, tidak pantas hadir di dunia maya ini. Saya menyimpan ketakutan itu dan hidup bersamanya tanpa pernah benar-benar berusaha mengatasinya.

Sering kali saya sudah menuliskan beberapa kata atau kalimat tapi lalu saya Ctrl+A+Delete karena merasa nggak pede dengan tulisan saya tersebut. Kemudian ketika kembali menulis lagi mengenai hal lain, menulis terasa menjadi beban dan membuat otak saya berpikir keras. Di pikiran saya menulis atau mengetikkan kata-kata ke wujud tulisan itu masih sulit dan merupakan sebuah momok. Saya tidak begitu terbiasa menuliskan diary kala kecil dan cenderung memendam cerita-cerita hidup (yang sering penuh cerita seru dan hikmah) tanpa pernah menuliksannya. Saya lebih suka membaca, tapi tidak pernah berusaha mencintai dengan sepenuh hati aktivitas pendampingnya; menulis, yaitu menuangkan ide-ide di otak ke dalam susunan kata-kata.

Saya punya tekad, saya punya kemauan kalau saya ingin konsisten menulis dan melahirkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan bermanfaat terutama, untuk saya sendiri dan khususnya buat netizen. Jangan tanya sudah berapa banyak saya membaca artikel-artikel yang membahas dunia tulis-menulis dengan segala teori-teori dan motivasi-motivasi yang ditawarkannya agar bisa menulis dengan baik dan berkualitas. Dan ternyata, saya sudah kembali menulis dan menghidupkan blog ini lagi dengan tulisan curcol, yah? Hahaha ;)) Halo netizen, halo dunia maya.
November 30, 2011

Untuk Daerahku

Seandainya saya menjadi Anggota DPD-RI, tentu saya ingin daerah saya maju dalam semua aspek, terutama dalam bidang sosial ekonomi dan IPTEK dan masyarakatnya hidup damai, aman, dan makmur dari hasil bumi mereka dan ikut terlibat dalam pembangunan negeri mereka sendiri. Pertama-tama, saya akan mengupayakan agar semua anak di daerah yang saya pimpin memeroleh pendidikan yang layak dengan biaya yang terjangkau. Tidak ada lagi cerita anak-anak yang putus sekolah karena tidak punya biaya sehingga kelak, mereka akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan untuk negeri ini dengan ilmu di kepala mereka segudang ide untuk kemajuan bangsa yang kaya dan makmur ini. Saya akan meninjau sekolah-sekolah yang rusak dan memperbaiki fasilitas-fasilitasnya sehingga anak-anak senang belajar di kelas dan  memacu mereka untuk lebih berprestasi lagi. Selain itu, saya akan kembali meninjau kualitas guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah yang sudah mendapat sertifikat, memastikan mereka benar-benar berkualifikasi dan berkualitas dalam mendidik. Tak lupa juga saya akan menyejahterakan nasib para guru tersebut dengan memberikan gaji yang sesuai dengan profesi mulia mereka sebagai pengajar sehingga mereka tidak perlu pusing tujuh keliling bagaimana akan menghidupi diri dan keluarga mereka. 

Untuk masalah ekonomi, masalah kemiskinan, pengangguran, dan tidak meratanya distribusi pendapatan masih merupakan tiga masalah utama yang menjadi tugas rumah bagi saya. Untuk mengatasi masalah pengangguran, saya akan berupaya menciptakan lapangan pekerjaan berupa industri kreatif, dimana keahlian dan keterampilan unik masyarakat di daerah saya dikembangkan dan dibantu pinjaman modalnya oleh pemerintah daerah. Jika rencana ini berjalan dengan baik, tentu tidak ada lagi masyarakat yang menganggur mengalami kemiskinan. Sektor-sektor yang dianggap dominan dan merupakan primadona juga akan saya beri perhatian khusus dan dikembangkan agar semakin kokoh dalam membangun perekonomian daerah. 

Terkait dengan tidak meratanya distribusi pendapatan di Indonesia, tak terkecuali di daerah, hal tersebut akan saya tanggulangi dengan memajukan, mengembangkan, sekaligus membangun potensi-potensi unggulan di daerah. Dengan target seperti itu, saya berharap daerah akan lebih mandiri dan bisa menghidupi serta maju karena potensi yang mereka miliki. 

Bagi saya, hal lain yang ingin saya tangani dengan serius adalah masalah pelayanan kesehatan. Saya ingin tidak ada lagi masyarakat daerah saya yang kesulitan dalam memeroleh fasilitas, akses dan layanan kesehatan yang baik. Mereka semua berhak untuk memeroleh pelayanan yang berkualitas. Bagi saya, yang dapat saya lakukan adalah dengan cara memberikan penyuluhan dan seminar gratis terhadap para pekerja di bidang kesehatan ini agar mereka dapat menjalani profesi mereka dengan lebih baik lagi. Selain itu, saya akan mengusahakan juga pendapatan mereka ditingkatkan karena ini menyangkut kemaslahatan masyarakat.

Semua hal yang saya utarakan di atas akan lebih dapat diambil manfaatnya dan terasa dampaknya jika didukung dan dibantu oleh  kemajuan IPTEK, terutama dalam IT. Peranan IT sangat besar dan sekarang saya rasakan tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan kita. Untuk itu, demi kemajuan daerah saya, kemudahan akses terhadap internet adalah yang utama. termasuk ke daerah-daerah pelosok. Karena saya yakin, dengan informasi berlimpah di internet, masyarakat daerah akan lebih mengenal dunia dan terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada sehingga mereka bisa menambah kualitas diri mereka dan memajukan daerah mereka. Caranya tentu dengan proaktif menambah konten-konten di internet lewat tulisan mereka.
November 28, 2011

a.n. Mahasiswa Tingkat Akhir

Halooo…
Sudah lama nggak nulis lagi deh di blog ini, padahal dulu janjinya mau tekun dan rajin posting biar kemampuan menulis saya terasah, tapi, lupakan aja deh… semua hanya omong kosong belaka kalau emang dari dalem diri sendiri nggak ada usaha yang besar buat membuka laptop lalu serius menekan-nekan tuts keyboard sembari mencurahkan isi otak menjadi tulisan *poor me*.

Well… saya udah semester tujuh. Nggak nyangka udah dapat giliran jadi angkatan tua di kampus. Nggak berasa aja kalau udah tiga tahun kuliah di kampus yang selalu penuh dengan kejutan ini. Dan nggak nyangka banget saya masih bisa bertahan dan masih hidup hingga detik ini karena dulu pas tingkat satu pernah hampir depresi akut gara-gara stres dengan berbagai masalah yang datang silih berganti.

Nggak terasa juga ya perjuangan di kampus ini benar-benar harus di-Elo-Gue-End-in. Saya merasa capek jadi mahasiswa *sama sekali bukan sok atau nggak tau diri*. Saya capek berkutat dengan buku dan tugas, capek bahas mata kuliah yang kadang-kadang rasanya nggak penting banget buat dipelajari karena nggak kepake pas kerja nanti. Intinya kepala saya udah mulai penuh dan jenuh banget. Tapi, ntar kalau udah kerja, mungkin bakal narik ucapan ini lagi ya dan bilang, aaah, coba masih kuliah, enak bisa gini-gini, nggak gitu-gitu, mau gini-gini dan blah blah lainnya...

Well, jadi… ya sudahlah, masa-masa sekarang dinikmati aja deh biar nggak merasa terbebani. Di semester tujuh ini saya sudah mulai dag dig dug serrr dengan segala kejutan-kejutan baru dari kampus. Kampus yang penuh dengan kejutan ini nggak membuat saya terbiasa dengan surprise-nya. Nah, kemarin-kemarin udah dapet kabar mengejutkan kalau proposal skripsi udah harus dikasih ke jurusan paling lambat tanggal 25 November. Saya langsung panik dan stres! *kebiasaan lama yang belum sembuh :p*. Karena udah panik duluan, jadi saya nggak bisa mikir buat nyari ide untuk diteliti. Sebelum kabar tersebut keluar, saya juga udah (sok) rajin nyari ide ke LIPI ama perpus UI, baca-baca skripsi mantan mahasiswa, nyari wangsit dan angin segar. Berhubung waktu itu nggak ada deadline ngumpulin skripsinya kapan, jadinya saya nggak terlalu fokus nyari inspirasi judul skripsi malah lebih fokus jalan-jalan ama cuci mata di sana ;p

Ini entah sudah hari ke berapa saya kuliah, yang jelas nih, minggu depan saya UTS, tepatnya mulai hari Rabu dan mata kuliah pertama yang diuji adalah SIG. Jangan tanya deh apa aja materi kuliah yang dipelajari di kelas SIG ini, abstrak semua rasanya di otak saya dan lebih banyak i.m.a.j.i.n.a.s.i. Tumben-tumbenan aja nih saya ada kesempatan nulis di sini karena otak udah mandek dan males semales-malesnya baca buku, ngedit, eh tiba-tiba pengen ganti topik, tapi nggak jadi karena ntar ribet dan ngulang dari awal lagi deh! Puyenghai boook!

Semua hal yang berkaitan dengan proposal skripsi sekarang suka bikin saya kesal dan bete. Bayangkan sodara! Baru proposal skripsi aja udah bikin eneg begini, gimana pas ngegarap skripsinya ntar. Wallahu 'alam... Masalah sebenarnya tuh adalah gimana caranya punya masalah yang ingin diteliti buat dijadiin skripsi. Berhubung peminatan yang saya pilih pas tingkat tiga dulu adalah ekonomi, saya harus… errr wajib tepatnya, menemukan masalah yang ingin saya bahas buat skripsi saya nanti mengenai dunia ekonomi. Nah! Saya kan orang yang cinta damai, nggak mau nyari-nyari masalah! *Ngeles total!*

Disinilah bencana dan kebingungan saya dimulai sodara. Saya bingung masalah apa yang ingin saya angkat. Saya nggak begitu jago dengan ekonomi. Kemampuan otak saya menurun semenjak memasuki dunia perkuliahan *maafkan saya mama, papa, huks…*. Saya pusing tujuh keliling mencari-cari topik yang pas dan cocok dengan kapasitas otak saya. Saya belum mau mati muda karena stres ya Tuhan!

Jadi bagi kalian-kalian yang tersangkut di blog ini dan membaca tulisan ini, hanya beberapa kata-kata ini yang bisa saya nasehatkan kepada kalian dalam menghadapi skripsi nanti: siapkan mental Anda dan tetaplah pertahankan semangat yang berkobar-kobar di dada. Katakan dengan lantang dan tegas serta penuh percaya diri, “SAYA BISA DAN SEMANGAT NYEKRIPSI! DEMI MAMA PAPA, DEMI NUSA DAN BANGSA! Dan jangan pelihara malas yooo. Penyakit yang mematikan dan selalu mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

Oke deeeeh, mariii, lanjut proposal duluuu… :* *dadah-dadah*
August 02, 2011

Puasa hari 2

(UPDATE!!!)
Ulasan review pertama saya di blog terhadap makanan. *sluuurp*
Mariii...

Saya baru sekali ini dengar ada yang namanya sop buah *kemana aja syih na selama ini? katrok abis ya ;p* Jadi, baru tau deh ada sop beginian ketika menjalani ramadan di Jakarta tahun ini. Ketemunya nih sop waktu lagi keluar jalan-jalan sore ama Dinny (solmet dan temen sekosan) buat nyari takjil (kalau di Padang saya nyebutnya "pabukoan"). Tepatnya saya beli sop ini di bawah jembatan halte bus TJ Bidaracina. Harganya 7000 dengan isi di dalemnya meliputi apel, mangga, nangka, buah naga, anggur, blewah, dan klengkeng + susu cair + kuah santan (bener ga nih ya?) >,<

Rasanya manis dan buah-buahannya syegeeer! Pas buka puasa jadi nikmat banget deh. Jadi ketagihan ama yang namanya sop buah ini.

Sop Buah. (Rating 8/10)
Tongseng Kambing. (Rating 8/10)
Makanan berat yang saya pilih buat menemani buka puasa kali ini adalah Tongseng kambing yang dijual juga deketan ama tempat beli sop buah tadi. Rasanya pedas-pedas membara, "membombardir" lidah dan "memeras" keringat sampe wajah saya keliatan kaya orang abis cuci muka. XD. Tapi, menurut sensor lidah saya, tongseng kambing ini kurang nendyang bumbunya, masih kurang pekat dan menusuk (kategori lidah Sumatera nih soalnya). Overall, saya nggak kecewa dengan tongseng yang satu ini.

Puasa hari 1

Hari ini adalah puasa pertama saya tanpa keluarga. Hawa ramadan di kosan tidak sekental kalau berada di rumah bersama papa, mama dan adek-adek. Kemandirian saya diuji lebih berat kali ini. Maklum saja, ini ramadan saya tanpa keluarga karena ramadan-ramadan sebelumnya selalu saya lewati dengan keluarga di rumah. Konsekuensi dari jadwal ujian nih kayaknya. Kehidupan saya pun sudah mirip dengan lirik lagu: 

~~~Makan… makan sendiri...
Masak… masak sendiri...
Cuci baju sendiri…
Tidur… pun sendiri…
Cinta… aku tak punya
Kekasih pun tiada...
Semua telah pergi, tak tau kemanaaa...
Lala lala lalaaaaaaa~~~
[*Mendadak dangdut]
Saya nggak bisa nggak sedih karena puasa nggak di rumah bareng keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya dalam hidup saya, tapi mau gimana lagi, diambil sisi positifnya aja deh. Salah satu adalah saya bisa nonton Harry Potter, Deathly Hallows Part 2 di bioskop, 3D pula! *Asssiiik! Kalau saya misalkan jadi puasa di rumah, mana bisa saya nonton harpot. Selain karena bakalan bosan duluan nunggu filmnya tayang di bioskop, saya juga jarang banget pergi ke bioskop di Padang, nggak seperti ketika di Jakarta.
Tiket masuknya euiy...
narsis dulu kali ya :D
Kali ini saya pilih nonton Harpot 3D di Grand Indonesia bareng Ika, Wira, dan Dinny. Kurang lebih dua jam kita nonton. Kisah si Harry dan teman-temannya harus selesai dan berakhir selama-selamanya. Saya suka sekali dengan sajian visual epik yang disajikan dalam film ini. Selama menonton, perasaan saya nano-nano antara tegang, terharu, marah, deg-degan, sedih sampai saya nangis cengeng saat tau kalau Snape sebegitu mencintai Lily, ibu Harry (saya nggak ingat pernah baca ini di buku). So sweet  banget sih cerita cintanya Snape ini. Sebelumnya, saya udah benci bin sebal duluan sama karakter ini sejak buku pertama. Namun perasaan tersebut berubah seketika sejak film terakhir ini. JK Rowling punya cerita lain yang ia sembunyikan dari pembaca bukunya. Saya tidak bisa tidak salut dengan kejeniusan otak JK Rowling dalam mengemas cerita Harry Potter dari buku satu sampai buku tujuh. 

Rasanya komplit banget feel yang saya dapat dari film ini dan perjuangan saya pergi sendirian ke blitzmegaplex GI 3 hari sebelumnya untuk membeli tiket nontonnya nggak sia-sia. Overall, me likey sooo much with the final installment of this serial! Awesome! :D Terima kasih buat teman-temanku yang sudah setia menemani saya menonton dan menghabiskan hari pertama puasa saya yang cukup galau. :)))
July 31, 2011

I love you Dad. Much! :")

Seberapa besar cinta kamu ke ayah/abi/papa/papimu? Masih biasa saja atau malahan ada yang benci dan sampai nggak mau mengakui orangtuanya sebagai orangtuanya sendiri? Masya Allah...! jangan sampai deh ya. Saya tidak akan menulis panjang lebar betapa hal itu sangat konyol dan miris banget. Kita mungkin nggak pernah akan tahu seberapa dalam cinta dan kasih sayang yang telah diberikan orangtua. Mungkin, kita akan bisa merasakan dan menyadari cinta kasih orangtua yang hangat dan tulus tersebut saat kita sudah membangun sebuah keluarga dan memiliki anak seperti mereka. 

Nah, dini hari tadi saya liat link ke video ini di akun twitter kece yang saya follow: Mas @aMrazing (*ehemm...). Rasanya nggak klop kalau saya tidak menyimpan dan menunjukkan video mengharukan  ini di blog. Emang video iklan Thai sih,  tapi pesan dan makna videonya dalem banget sampai sukses bikin saya mewek terisak-isak sejadi-jadinya abis bangun tidur (belum cuci muka) gara-gara keinget wajah papa. *Siapin tisu kalau bagi yang anak metal a.k.a mellow total kalau nonton iklan ini*


Nah, kalau yang ini adalah film favorit saya. Bercerita tentang perjuangan seorang ayah yang menempuh bahaya demi menyelamatkan putrinya yang diculik ketika liburan ke Eropa. Taken adalah film yang patut saya acungi jempol dan saya kasih applause meriah karena juga sukses bikin saya terharu dan mewek inget papa saya di rumah. Saya yakin papa saya jauh lebih keren dari papa di Taken ini >,<

sumber: freecodesource.com
Buat papaku sayang,
Terima kasih buat seluruh cinta kasih dan kasih sayang yang telah papa curahkan ke Nana sejak kecil hingga sekarang. Hal itu sangat berarti buat Nana. Bagaimanapun Nana yang sekarang, yang akan datang (mungkin dengan anak yang banyak seperti mama dan papa punya), Nana tetap akan menjadi putri kecil papa yang manis yang akan selalu berusaha membuat papa dan keluarga bahagia. 

"Nana selalu sayang dan cinta papa. :*" Dan Na nggak mau hal tersebut berubah pa. I love you papa.
***
Marhaban ya Ramadhan...
Besok sudah puasa! Saya akan berusaha untuk menulis setiap hari di blog ini agar memori Ramadhan 1432H tidak hilang begitu saja karena kegiatan saya. Semoga saya bisa! :D Selamat menunaikan ibadah puasa ya semua...
July 29, 2011

Blog = Peluang

Hari yang tersisa menjelang ujian semester tinggal seminggu lagi. Seperti biasa, kayaknya saya masih minim persiapan serta belum menyetok materi-materi pelajaran di otak. Duh! Tapi ya, saya kok malas banget ngapa-ngapain. Seolah-olah hidup saya tuh hanya kampus dan sekitarnya saja. Nggak lebih dan nggak kurang *songong habis sok sibuk lu na* tabok*. XD


Oh ya, tadi siang saya dapat kabar mengejutkan lagi kalau mbak Daisy yang saya kenal lebih jauh lewat twitternya menang kontes blog di blogdetik.com. Saya iri setengah mati lho mbak! Pasalnya mbak Daisy ini sebelumnya juga sudah pernah menang kontes blog lain dengan hadiah yang sama, yaitu iPad!!! Jadi, si mbak Daisy ini sekarang sudah punya dua iPad di tangannya hasil lomba ngeblog. Hebat, ya! Beruntung dan mujur banget! Saya jadi pengen ketemu sama mbak Daisy ini dan menyodorkan sejuta lima puluh pertanyaan bagaimana ia bisa memenangkan banyak kontes di internet dengan cukup mudah (keliatannya). Semoga ada event yang mempertemukan kita nanti, *amiiin*.

Back to focus tulisan hari ini. Selain bisa menangin hadiah keren-keren hasil nulis di blog, aktifitas ngeblog bisa dijadikan semacam catatan kehidupan juga, atau lebih enaknya disebut jurnal atas respon si pemilik blog terhadap kehidupan yang selalu penuh dengan kejutan. Berkat membaca dan mengetahui keberuntungan mbak Daisy ini, saya jadi semakin semangat untuk menjadi seorang blogger sejati. Walaupun salah niat, nggak apa-apa lah, nanti bisa dibetulkan selama menekuni profesi sampingan sebagai seorang blogger. 

Kalau mau cerita tentang seru, untung, dan rejekinya jadi seorang blogger sudah banyak. Lihat saja si kambing Raditya Dika yang "menjual" ceritanya di blog menjadi sebuah buku yang laris manis di pasaran hingga difilmkan (walaupun tidak meledak di pasaran). Contoh lainnya adalah mbak Ollie yang super keren ini. Sudah berapa kali rasanya saya membahas wanita berjilbab yang satu ini. Ia sekarang menjabat sebagai ChairWoman Pesta Blogger 2011 yang kini tampil dalam kemasan baru dengan nama On|Off. Saya merasa salut dan bangga aja ada orang-orang semacam mereka yang sukses di bidang yang kadang dianggap sebagian kecil orang sepele.

Jadi, intinya sih, saya pengen menjadi seorang blogger sejati dan menulis konten-konten yang bermutu di internet, kalau bisa setiap hari. Tujuannya tentu untuk berbagi dengan teman-teman sesama netizen yang mencari konten tertentu. Siapa tahu banyak yang terbantu karena tulisan saya. Soalnya saya sendiri sering sekali merasa terbantu dengan tulisan-tulisan blogger di dunia maya berkaitan dengan semua hal  yang saya "tanya" ke Google. Tapi, ya kalau memang nggak bisa menulis setiap hari, saya akan mengusahakan menyetor tulisan setiap minggu ke blog ini. 

Namun, mungkin (saya belum pernah menemukan), ada juga pengalaman pahit yang didapat dari ngeblog. Mungkin hal itu diakibatkan oleh kesalahan pribadi atau nasib buruk yang mampir ke diri empunya blog. Tapi, lebih baik tidak dipikirkan. Semakin banyak keburukan dari ngeblog yang dipikirkan, nanti ujung-ujungnya malah membuat produktivitas menulis di blog menurun. Saya paling malas kalau sudah begitu. Mendingan mikirnya yang bagus-bagus aja. Yang buruk dibuang jauh jauuuhhh...

Hmmm... ternyata saya sudah nulis ngalor ngidul kemana-mana sepanjang ini. Saya rasa itu dulu yang mau saya sampaikan di blog ini. Sekadar sampah pikiran yang ingin saya buang dengan baik. :))
July 28, 2011

Harry Potter!!!

Semua orang tampaknya sudah tahu kalau serial terakhir Harry Potter sudah akan tayang besok di Indonesia setelah sebelumnya diisukan berkemungkinan tidak akan tayang. Saya tidak tahu berita lengkap masalah yang terkait impor atau apalah itu. Yang saya tahu, para pecinta film Indonesia bisa bernafas sangat lega dengan berita menghebohkan ini. Saya bilang heboh karena hampir semua akun twitter yang saya follow tidak habisnya membahas cerita penyihir populer ini di linimasa (timeline). 

Saya tidak kalah antusias untuk bisa segera menonton Harpot. Saya bukan seorang yang dikatakan “freak” atau sangat gila terhadap cerita rekaan J.K. Rowling ini. Bukunya pun saya hanya punya satu. Itu pun hadiah ulang tahun dari tante saya di Sungai Tambang. Tapi, saya bisa dikategorikan fans agak berat lah ;p. Jadi, dengan semangat menggebu, saya berangkat ke Blitzmegaplex di Grand Indonesia tadi siang sendirian, membelah jalanan ibukota dengan bus Transjakarta demi membeli tiket advance Harry Potter 3D buat hari Senin. Rasanya ada yang mengganjal di hati kalau belum punya tiket nontonnya di tangan segera setelah Blitmegaplex dan 21Cineplex menaruh jadwal tayang di websitenya masing-masing kemarin siang (saya mantau situs blitzmegaplex dengan tekun gituh!). 

Saya benar-benar tidak sabar menamatkan menonton perjalanan akhir Harry, Ron, dan Hermione ini dengan efek 3D. Pasti mengagumkan! Bagaimana dengan kamu yang maniak Harry Potter juga? Sudah ada rencana mau nonton dimana? Seneng banget kan, ya? :D
July 08, 2011

20 tahun & Donor Darah

Alhamdulillah, sudah 20 tahun saya hidup dunia ini, masih diberi kesempatan oleh Allah untuk terus memperbaiki diri dan mengumpulkan bekal yang banyak ke akhirat. 

Hari ini hari yang sangat biasa sebenarnya, seperti hari-hari lainnya. Saya melewatinya juga dengan biasa-biasa aja. Tidak ada kue ulang tahun ataupun surprise party dari siapapun. Kedengaran menyedihkan ya, tapi that's ok karena orang tua saya juga nggak pernah merayakan dan mengajarkan saya untuk secara khusus merayakan momen ulang tahun anggota keluarga di rumah. Mereka berpendapat, "kok umur berkurang dirayain, mestinya sedih dan buat kita introspeksi dan merenung mengenai apa itu hidup dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang sebenarnya yaitu di akhirat".

Yah, begitulah... saya nggak sedih ulang tahun kali ini nggak dirayain. Tahun-tahun sebelumnya saya nggap pernah juga ngerayain ulang tahun. Jadi, udah biasa aja sih. Namun, ulang tahun kali ini beda. Saya pengen umur baru saya ini jadi momen dan kesempatan buat  introspeksi diri dan menjadi berguna bagi orang lain. Jadi, kali ini saya menyumbangkan darah saya dalam kegiatan yang diadakan oleh kampus saya.
Saya sudah tertarik dengan kegiatan donor darah ketika PMI kota Padang mengadakan kegiatan donor darah di SMA saya. Banyak kakak-kakat kelas saya yang ikut mendonor, nggak ketinggalan juga para guru. Namun, berhubung saya ngeri melihat jarum suntiknya yang gede, niatan saya buat menjadi pendonor darah lenyap seketika (umur saya saat itu masih belum genap 17 tahun).
Nah, ketika saya masuk kuliah, kegiatan serupa juga diadakan oleh kampus. Saya ingin sekali ikut berpartisipasi kali ini dengan dengan alasan pengen mengetahui golongan darah sendiri (yang masih abu-abu alias nggak jelas). Mama saya pernah bilang kalau golongan darah saya A. Tapi, saya kok nggak ingat pernah tes dan lihat hasilnya ya. Namun, apa mau dikata, saya gagal mendonor karena ketahuan "tamu bulanan" baru pamit sehari sebelumnya. Ibu-ibu petugas PMI yang memeriksa berat badan saya waktu itu bilang kalau wanita haid baru boleh mendonorkan darahnya seminggu setelah haidnya selesai. Yaaah, saya kecewa dan sedikit sedih T___T. Tapi, ya mau gimana, saya juga baru tahu prosedurnya begitu.
Untungnya, niatan luhur tersebut buat menjadi pendonor kembali menemukan jalan ketika ada selebaran dari UKM Palang Merah kampus sampai di tangan saya pas kuliah. Kegiatannya adalah donor darah dan diadakan tepat pada hari ulang tahun saya, 8 Juli! hari ini. Alhamdulillaaaah... Kunjungan tamu bulanan saya sudah selesai dua minggu yang lalu, saya juga merasa sehat sekaligus sangat antusias. Beruntung banget saya nggak ada kuliah pagi tadi.
Maka tadi pagi saya pun berangkat dari kosan dengan semangat yang menggebu-gebu di dada  berikut tangan dingin dan jantung yang berdebar keras. Saya isi formulir pendaftaran begitu sampai di  samping auditorium kampus (tempat kegiatan dilaksanakan) dan kemudian duduk di antara para calon pendonor lainnya, menunggu dipanggil ke dalam ruangan donor (bekas BAU). Tapi, begitu ingat lupa sarapan, saya pergi keluar sebentar buat beli pengganjal perut, yaitu dua buah khamir Arab seharga 2 rebu perak.
Tak lama menunggu, nama saya dipanggil buat masuk ke dalam. Saya masuk dan langsung cek golongan darah kemudian ukur tensi. Hasilnya bagus. HB saya 12,5 gr (layak donor) dan golongan darah saya AB!!! Loh? Mana bisa saya punya golongan darah yang beda dari anggota keluarga saya? Golongan darah mama A, papa juga A, dan abang saya pun A. Mungkinkah petugasnya salah mengidentifikasi golongan darah saya? Ya sudahlah...
Saya agak terganggu juga dengan hasil golongan darah saya tersebut. Sambil menunggu giliran, saya duduk di sofa dengan pikiran tersebut sambil mengamat-amati para calon pendonor lainnya di ruangan tersebut. Di dalam ruangan tersebut terdapat 4 kasur: 2 untuk cewek dan 2 untuk cowok. Semuanya penuh diisi mahasiswa/i berbaju seragam biru dengan tangan yang dicekoki jarum dan selang.
Saya menunggu kira-kira 2 jam-an sebelum dipanggil oleh ibu-ibu yang memerikas tensi darah saya. Saya kemudian disuruh masuk oleh ibu tersebut ke bilik donor untuk perempuan yang berada di belakang meja kerjanya si ibu. Saya segera bangkit dari kursi dan menuju bilik yang dimaksud. Di dalamnya sudah ada seorang mahasiswi berbaring dan darah mengalir dengan lancar di selang di tangannya.
Saya lalu duduk di ranjang di sebelah mahasisiwi tersebut lalu menaikkan lengan baju tangan kanan seragam saya ke atas lipatan siku. Di samping saya, ada seorang laki-laki petugas PMI yang sibuk dengan gunting, kantong donor, botol-botol yang tidak saya kenali isinya. Ia lantas menyuruh saya berbaring. Di tangannya sudah ada kantong darah bertuliskan “AB”. Ia kemudian tampak sibuk lagi dengan kantong darah tadi, dengan gunting-alat tensi-penjepit-dan alat-alat lainnya sambil menanyakan tanggal dan bulan lahir saya.
"8 Juli, hari ini. Saya ulang tahun yang ke-20!" Jawab saya cepat dan mantap sambil mikir kenapa pertanyaan ini diajukan. Petugas itu memberikan senyum tipis dan ucapan selamat ulang tahun sembari memasang alat tensi di lengan atas saya. Saya membalasnya dengan tersenyum pucat gara-gara melihat jarum suntik gede di tangannya.
Lengan atas saya kemudian dibersihkan dengan alkohol oleh petugas tersebut. Saya membeku di tempat sambil mengucap doa dan mecoba megalihkan perhatian dari jarum suntik tersebut. Sedetik kemudian, petugas itu sudah mengangkat jarum gede yang tersambung dengan kantong darah "AB" saya dan menyuruh saya mengepalkan kuat-kuat tangan kanan saya. Saya mematuhi perintahnya dan memalingkan wajah saya ke sisi kiri tubuh saya untuk mengalihkan pikiran dari jarum gede  nan angker tadi. Begitu petugas laki-laki berkata, “Tarik nafas... tangannya jangan lupa tetap dikepalkan" jarum gede tadi sudah menancap di lengan saya dan menyedot darah segar, mengalirkannya ke kantong darah yang tergeletak di bawah kasur. Oh jadi begini rasanya mendonorkan darah ketika saya merasakan ada yang berdenyut dan sesuatu terasa mengalir keluar dari pembuluh tubuh saya.
Saya takjub dan bersyukur! Sensasi dan sakitnya tidak semenakutkan pikiran saya. Tapi, memang cukup ngilu sedikit begitu si jarum menusuk kulit. Lepas dari itu semua, saya tidak memiliki masalah phobia lagi dengan jarum suntik. Sepuluh menit selanjutnya saya lalui dengan santai, menikmati darah saya mengalir ke kantong darah. Saya senang dan terharua akhirnya bisa mewujudkan niat saya ini dan bisa memberikan apa yang saya miliki saat itu kepada orang lain yang membutuhkan.
Darah saya diambil sebanyak 250 cc tadi pagi. Begitu petugasnya merasa darah yang diambil sudah cukup, selang (apa ya nyebutnya) ke kantong darah saya dijepit kemudian digunting. Kantong darah saya tadi disimpan oleh petugasnya. Sehabis itu, petugas kembali membuka penjepit selang tersebut dan mengambil sampel darah saya, memasukkannya ke dalam tabung kaca kecil untuk diperiksa di laboratorium untuk menghindari penyakit yang tidak terdeteksi. Baru kemudian selang tadi dijepit lagi dan jarum dicabut dari kulit saya.
“Pusing nggak?” tanya petugas PMI-nya. “Enggak, biasa aja.” Jawab saya seraya bangkit dari kasur, duduk sebentar kemudian berjalan ke tempat dokter untuk mengambil kartu donor, sekotak susu, dan mie instan. Ini kartunya:
Kartu Donor (dimana golongan darah saya beda sama mama papa)
Saya langsung pulang ke kosan begitu semua selesai. Donornya sih nggak lama, paling 10-15 menit-an kalau nggak salah, nunggunya itu yang lama. Untungnya saya nggak mengalami pusing selama perjalanan pulang ke kosan (yang deket dengan kampus). Satu hal yang pasti, ketika kamu sudah melakukan sesuatu yang benar-benar kamu inginkan dan itu demi menyelamatkan dan membantu orang lain, kamu akan merasakan kehangatan mengalir di dalam dadamu dan itu membuatmu sangat senang. :))

bekas luka "gigitan" si jarum gede
Saya adalah pendonor darah sekarang loooh (*salto*). Dan dengan ini, saya menyatakan siap untuk menjadi pendonor sampai tiba saatnya dimana saya tidak mampu lagi mendonorkan darah saya lagi. Demikian cerita ulang tahun saya sangat berkesan tahun ini. Semoga tahun depan saya dapat melakukan hal yang sama lagi dan lebih baik dan lebih berarti untuk kemanusiaan.

anyway, saya beli kotak pensil baru :D
Ayuk!!! jadi pendonor darah juga. Banyak nyawa akan terselamatkan oleh darahmu. Karena kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Tanpa orang lain, kita mungkin nggak pernah akan bisa bertahan hidup di dunia ini sejak dilahirkan. :))
July 06, 2011

Cute Kitten


A total cuteness!
Unyuuuuuu sekaliiiiih...
:D
July 05, 2011

Ramble

Oke, saya seharusnya tidak boleh emosi begini, tapi sulit untuk bersikap biasa-biasa saja, seolah-olah tidak ada yang sedang terjadi. Saya sudah memiliki acara pada hari ulang tahun saya 8 Juli ini, tapi dengan berat hati saya harus membatalkan rencana tersebut. Alasannya [sangat] masuk akal: ada kuliah pengganti. Doooh! Padahal seminar tersebut sudah saya tunggu-tunggu sejak lama. Saya sudah memesan tiket masuknya, sudah melingkari tanggal 8 Juli di kalender, dan memasang pengingat di hape agar saya tidak lupa. Saya sangat antusias dengan seminar ini. Selain pembicaranya adalah blogger-blogger favorit saya, saya juga penasaran banget dengan hadiah-hadiahnya. Pasti seru deh. Sedihnyaa batal datang... :((

Namun sayangnya, rencana tinggal rencana. Rencana Tuhanlah yang terjadi. Tapi yaa mau gimana lagi, risiko jadi mahasiswi. Pasrah dengan peraturan.
***
Oiya ini ada lomba menulis di blog lagi. Hadiahnya terbang ke Hongkong buat nobar Harry Potter. :)

HarPot Blogmania: Seandainya Harry Potter Pakai simPATI
June 28, 2011

PRJ 2011

Akhirnya, niat buat pergi ke Jakarta Fair kesampaian juga kemarin bareng teman-teman sekampus. Capek, tapi seru. Walaupun pulangnya saya tidak menenteng tas belanjaan seperti pengunjung-pengunjung lain. Tapi, meski tidak berbelanja, sekadar jalan-jalan sambil sibuk keluar masuk toko (buat ngadem) sambil asik membongkar-bongkar baju-baju yang di-sale tidak menyurutkan semangat saya di Jakarta Fair tahun ini. Seumur hidup, ini adalah pertama kalinya  saya mengunjungi Jakarta Fair yang akrab dikenal dengan Pekan Raya Jakarta (disingkat jadi PRJ). Seperti tahun sebelumnya, PRJ diadakan di Kemayoran, Jakarta Pusat. Daaan, saya juga belum pernah ke sana (*ehm malu). Padahal sudah hampir tiga tahun saya hidup di ibukota ini. Jadi, ini momen yang pas-lah bagi saya untuk menelusuri bagian-bagian lain kota megapolitan yang punya penduduk super padat dan sibuk ini. :))

Jadi, begitu ada ajakan dari Wira buat belanja ke PRJ hari Jumat (24 Juni), saya segera nggak menolak. Ada 7 personel yang akan menjajal PRJ sore itu: saya, Wira, Ryche berikut Roufiq, Nanda, Salsi, dan Dini. Kita berangkat sesudah shalat Ashar. Dari Halte Bidaracina, kita naik bus Transjakarta dengan tujuan Ancol lalu berhenti di halte Jembatan Merah. Di salah satu sudut halte mata saya menangkap ada petunjuk arah yang ditulis tangan tertempel, memberi petunjuk pada penumpang: "Ke PRJ, naik angkot 53 dekat Bank Mandiri." Mas-mas petugas bus Transjakarta juga nggak kalah kasih informasi penumpang-penumpang bus yang rame, "Yang mau ke PRJ naik angkot 53 ya..."

Pekan Raya Jakarta ini pasti rame dan meriah nih karena persimpangan jalan mengarah ke event ini padat sesak diisi angkot dan mobil-mobil pribadi yang bertolak kesana. Setelah menyeberang jalan, kami segera naik angkot 53 dan sampai di JIExpo (saya lupa berapa lama kesananya, cukup macet). Kami pun segera mencari loket pembelian tiket dan mengantri di loket yang berada di antara Hall B3 dan Hall C3 seperti terlihat pada peta di bawah ini. Belakangan saya ketahui, ada banyak loket tiket ternyata yang dibuka :D. Jelasnya liat peta di bawah ini:

Peta Jakarta Fair Kemayoran 2011
Tiap-tiap orang cukup membayar dua puluh lima ribu untuk tiket masuk hari Jumat, begitu pun jika hari libur. Kalau hari biasa (Senin – Kamis), lebih murah lima ribu, cuma dua puluh ribu dan setelah itu di dalem kita bakalan puas menggemporkan kaki di Arena JIExpo. Berikut penampakan tiketnya yang udah disobek di pintu masuk.

tiket masuk hari Jumat
Tiket masuk ini juga bisa ditukarkan di counter-counter dan stan-stan di Arena PRJ seperti: counter Picazzo, League, counter Sostro, stan NU Green Tea, stan Sido Muncul, stan Telkomsel, stan Big Cola, stan JIExpo Catering dan banyak lainnya. Saya hanya tukar tiket masuk dengan tambahan lima ribu rupiah di counter Sostro untuk mendapatkan Fruit TeaHappy Jus, berikut Teh Botol Sostro.
wujud tiket masuk tampak belakang
Sebelum berangkat saya sudah mengecek sebelumnya siapa saja artis yang bakalan menggoyang panggung PRJ Jumat itu. Sayangnya Shaggydog, Steven Jam, Gangsta Rasta, dan Mizura bukan band-band atau penyanyi favorit saya sehingga saya tidak begitu antusias dekat-dekat panggung utama untuk menonton penampilan mereka. Jadwal konser musik artis dan band-band selama 32 hari yang ikut memeriahkan PRJ hingga 10 Juli nanti bisa dilihat di bawah ini:
Konser Musik JIEXPO Panggung Utama








Konser Musik JIEXPO - Panggung Budaya Gambir Expo
Begitu tiket masuk di tangan, kita bertujuh segera masuk dong setelah sebelumnya melewati bapak-bapak penjaga keamanan berbaju hitam. Awalnya bingung, mau masuk lewat Hall B3 atau C3. Dan kita pilih masuk lewat Hall B3  karena yang paling deket waktu itu. hihi. Begitu masuk, yang pertama saya rasakan adalah adeeeemmm... dan rame!
Penampakan Hall B3
Di Hall ini, saya sempat ditarik sama mas-mas (apa mbak-mbak ya?) SPG yang lagi mempromosikan produk pemutih wajah dan penghilang jerawat berbahan dasar bengkoang (saya lupa merknya apa). Karena baik hati (apa dodol, yah) ;p, saya pasrah aja gituuu ditarik mas-masnya masuk ke dalam stan dagangannya. Kemudian, dengan lincah ia sudah  mengoleskan semacam scrub ke kulit tangan kanan saya dan dengan lancar menerangkan bagaimana produk itu bekerja mengikis kulit-kulit kusam dan mengangkat sel-sel kulit mati. Tak ketinggalan ia memeragakan cara memakai dan membersihkannya di tangan saya. Saya hanya bisa planga-plongo bego dan ngangguk-ngangguk ngerti agar ia tidak merasa diacuhkan.
Nah, begitu ia sudah mulai menawarkan sekotak kecil produk tadi seharga dua puluh lima ribu rupiah (setelah didiskon tentunya), saya sudah mulai sadar dan  pasang tampang manis tak berdosa, menolak dengan halus, lalu melenggang pergi dari rayuan mau mas tersebut.. Ah parah deh bisa nyangkut disana. Hahaha...
Tiket masuk ini juga bisa ditukarkan di counter-counter dan stan-stan di Arena PRJ seperti: counter Picazzo, League, counter Sostro, stan NU Green Tea, stan Sido Muncul, stan Telkomsel, stan Big Cola, stan JIExpo Catering dan banyak lainnya. Saya sih hanya tukar tiket masuk dengan tambahan lima ribu rupiah di counter Sostro untuk mendapatkan Fruit TeaHappy Jus, berikut Teh Botol Sostro.
Kita lanjut jalan keluar dari Hall B, melewati stan Kawasaki, TVS, dan KYT dengan motor keren-keren yang terpajang di showroomnya. Bikin ngiler dan ngeces deh begitu liat motor-motor gede nan seksi itu! *loohh? *salah fokus
Oiya, tertangkap di kamera saku saya nih mbak-mbak yang ngbrit turun  setelah foto bareng sama om berbadan gede yang biasa main sebagai bodyguard di tivi. 
mbaknya minggat manis selesai dipoto-poto, hihihi
Berhubung areanya luas, dan saya nggak hafal peta, jadilah kita celingak-celinguk bingung mau kemana lagi. Kita kemudian masuk ke Hall A lewat pintu masuk A2. Beda dengan suasana luar yang hiruk pikuk, di Hall A agak damai dan tenang. Saya pun segera mengenali kalau Hall A ini berisi stan-stan furniture, springbed, interior, karpet, keramik dan sejenisnya. Banyak stan yang menawarkan potongan harga yang menggiurkan dan menggoncang isi dompet, sampai 70% gitu loh potongannya!
Namun, menurut pandangan mata saya, Hall ini agak sepi pengunjung. Jadi enak buat cuci mata dan lihat-lihat. :D
furniture area
Karena magrib sudah masuk ketika kami di Hall A, kami pun segera mencari mushalla. Tidak lama menemukannya, ada di selatan Hall. Mushalla-nya kecil, tapi masih nyaman. Berhubung saya sedang "cuti" maka saya lanjut jalan-jalan dan lihat-lihat sekeliling Hall bersama Nanda, dan Salsi. Kita keluar dari Hall A lalu pindah ke Hall D, di sebelahnya. Kita menemukan stan Innovation Store di pojok timur.
Innovation Store
potongan harga yang menggiurkan!
Menunggui Salsi belanja agak lama juga ternyata, apalagi kaki udah minta jalan lagi; mata udah lirik sana-sini; dan tangan saya juga udah gatel pingin foto-foto dan liat-liat stan-stan lain di Hall ini. Jadi, daripada bosan, saya memberitahu Nanda kalau mau melihat-lihat sebentar sambil nungguin Salsi dan ngeloyor pergi sendiri sambil menenteng kamera di tangan kanan.

langit-langitnya bagus yah *kaki udah mulai gempor*
Saya berkeliling dan melihat setiap stan-stan yang ada di Hall D. Rame dimana-mana.

rame euiy!
ngilerrr... >,<
Hall D
nyangkut buat nonton ulang Avatar ;p
Tidak lama, teman-teman lain sudah bergabung lalu kita mampir di stan Cadburry buat beli coklat batangannya (makasih ya Wira yang bikin saya beli ini):

Wira, Dini, Ryche, saya, dan Salsi | thanks to Roufiq yang motoin kita :D 
Sambil makan coklat, saya, beserta teman-teman lain keluar dari Hall D dan menemukan gerbang Gambir

Gambir Expo dengan lautan manusianya
Sebelum lanjut berkeliling, kita mengisi perut di foodcourt terdekat untuk mengantisipasi amukan penghuni-penghuninya agar aktifitas menggemporkan kaki kita tidak terganggu. Ramen Gokana Teppan jadi pilihan. Yak! perut kenyang, hati senang, ya hayuk c'mon kita genjot jalan lagi. :D
Asli! di PRJ kali ini rame sekali pengunjungnya. Acaranya juga beragam di tiap-tiap stan. Wajib hukumnya kayaknya bagi stan-stan yang berpartisipasi buat ngasih potongan harga gede, ngadain games seru berhadiah (saya ngincer ini tapi nggak dapat kesempatan), dan acara-acara seru lainnya. Saya sempat berfoto dengan si Nexian nih demi menghibur diri yang nggak kesampaian ikutan kuis.
Bareng Nexian smiley :))
Nggak terasa udah malem aja dan kita udah nggak tahu lagi apa yang mau dicari. Kaki  juga udah mulai bekonde. Jadi, kita cabut pulang deh. Pas mau pulang, keramaian masih belum berkurang juga loh:

ramainyaaa
Melewati abang penjual kerak telor sedang melayani pembeli:

Kerak Telor
Nah, begitulah sedikit cerita mengenai Pekan Raya Jakarta tahun 2011. Sampai jumpa lagi di cerita Jakarta Fair 2012... :D
***
Jakarta Fair Kemayoran 2011, 9 Juni - 10 Juli 2011
Lokasi: JIEXPO, Arena Pekan Raya Jakarta, 10620. Jakarta Pusat.
Senin - Kamis: 15.30 - 22.00
Jumat: 15.30 - 23.00
Sabtu - Minggu: 10.00 - 23.00
Harga Tiket Masuk
1.  Senin - Kamis: Rp 20.000,-
2.  Jumat dan hari libur: Rp 25.000,-
Facebook: jakartafair
Twitter: @jiexpo
Pin BB: 220CD599
Info lebih lanjut: +622 126 645 000
***
Rute pergi saya:
Dari arah Kampung Melayu, naik busway arah Ancol lalu berhenti di halte Jembatan Merah kemudian naik angkot 53 (ongkos: Rp 2.000,-) di seberang jalan begitu keluar dari halte busway.
Rute Pulangnya:
Naik angkot 01 jurusan Kampung Melayu, ongkos: Rp 6.000,-
***
INFO TAMBAHAN
Helooo... kamu-kamu berasal dari luar Jakarta? bela-belain 'datang Jakarta' untuk mengunjungi Pekan Raya Jakarta tapi sayangnya nggak punya temen/sanak famili buat dijadiin tempat untuk numpang nginep? Ada solusinya! kamu bisa pilih hotel-hotel di Jakarta sebagai gantinya, mudah kok, browsing aja hotel pilihan langsung dari laptop, tablet atau ponsel kamu di Agoda. Semua harga hotel ada, dari yang WOW GILA! sampai yang termurah, tinggal kamu tentukan pilihan yang sesuai keinginan dan dompet kamu. Nggak pake ribet, kan? Have fun!
;))