Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
July 31, 2011

I love you Dad. Much! :")

Seberapa besar cinta kamu ke ayah/abi/papa/papimu? Masih biasa saja atau malahan ada yang benci dan sampai nggak mau mengakui orangtuanya sebagai orangtuanya sendiri? Masya Allah...! jangan sampai deh ya. Saya tidak akan menulis panjang lebar betapa hal itu sangat konyol dan miris banget. Kita mungkin nggak pernah akan tahu seberapa dalam cinta dan kasih sayang yang telah diberikan orangtua. Mungkin, kita akan bisa merasakan dan menyadari cinta kasih orangtua yang hangat dan tulus tersebut saat kita sudah membangun sebuah keluarga dan memiliki anak seperti mereka. 

Nah, dini hari tadi saya liat link ke video ini di akun twitter kece yang saya follow: Mas @aMrazing (*ehemm...). Rasanya nggak klop kalau saya tidak menyimpan dan menunjukkan video mengharukan  ini di blog. Emang video iklan Thai sih,  tapi pesan dan makna videonya dalem banget sampai sukses bikin saya mewek terisak-isak sejadi-jadinya abis bangun tidur (belum cuci muka) gara-gara keinget wajah papa. *Siapin tisu kalau bagi yang anak metal a.k.a mellow total kalau nonton iklan ini*


Nah, kalau yang ini adalah film favorit saya. Bercerita tentang perjuangan seorang ayah yang menempuh bahaya demi menyelamatkan putrinya yang diculik ketika liburan ke Eropa. Taken adalah film yang patut saya acungi jempol dan saya kasih applause meriah karena juga sukses bikin saya terharu dan mewek inget papa saya di rumah. Saya yakin papa saya jauh lebih keren dari papa di Taken ini >,<

sumber: freecodesource.com
Buat papaku sayang,
Terima kasih buat seluruh cinta kasih dan kasih sayang yang telah papa curahkan ke Nana sejak kecil hingga sekarang. Hal itu sangat berarti buat Nana. Bagaimanapun Nana yang sekarang, yang akan datang (mungkin dengan anak yang banyak seperti mama dan papa punya), Nana tetap akan menjadi putri kecil papa yang manis yang akan selalu berusaha membuat papa dan keluarga bahagia. 

"Nana selalu sayang dan cinta papa. :*" Dan Na nggak mau hal tersebut berubah pa. I love you papa.
***
Marhaban ya Ramadhan...
Besok sudah puasa! Saya akan berusaha untuk menulis setiap hari di blog ini agar memori Ramadhan 1432H tidak hilang begitu saja karena kegiatan saya. Semoga saya bisa! :D Selamat menunaikan ibadah puasa ya semua...
July 29, 2011

Blog = Peluang

Hari yang tersisa menjelang ujian semester tinggal seminggu lagi. Seperti biasa, kayaknya saya masih minim persiapan serta belum menyetok materi-materi pelajaran di otak. Duh! Tapi ya, saya kok malas banget ngapa-ngapain. Seolah-olah hidup saya tuh hanya kampus dan sekitarnya saja. Nggak lebih dan nggak kurang *songong habis sok sibuk lu na* tabok*. XD


Oh ya, tadi siang saya dapat kabar mengejutkan lagi kalau mbak Daisy yang saya kenal lebih jauh lewat twitternya menang kontes blog di blogdetik.com. Saya iri setengah mati lho mbak! Pasalnya mbak Daisy ini sebelumnya juga sudah pernah menang kontes blog lain dengan hadiah yang sama, yaitu iPad!!! Jadi, si mbak Daisy ini sekarang sudah punya dua iPad di tangannya hasil lomba ngeblog. Hebat, ya! Beruntung dan mujur banget! Saya jadi pengen ketemu sama mbak Daisy ini dan menyodorkan sejuta lima puluh pertanyaan bagaimana ia bisa memenangkan banyak kontes di internet dengan cukup mudah (keliatannya). Semoga ada event yang mempertemukan kita nanti, *amiiin*.

Back to focus tulisan hari ini. Selain bisa menangin hadiah keren-keren hasil nulis di blog, aktifitas ngeblog bisa dijadikan semacam catatan kehidupan juga, atau lebih enaknya disebut jurnal atas respon si pemilik blog terhadap kehidupan yang selalu penuh dengan kejutan. Berkat membaca dan mengetahui keberuntungan mbak Daisy ini, saya jadi semakin semangat untuk menjadi seorang blogger sejati. Walaupun salah niat, nggak apa-apa lah, nanti bisa dibetulkan selama menekuni profesi sampingan sebagai seorang blogger. 

Kalau mau cerita tentang seru, untung, dan rejekinya jadi seorang blogger sudah banyak. Lihat saja si kambing Raditya Dika yang "menjual" ceritanya di blog menjadi sebuah buku yang laris manis di pasaran hingga difilmkan (walaupun tidak meledak di pasaran). Contoh lainnya adalah mbak Ollie yang super keren ini. Sudah berapa kali rasanya saya membahas wanita berjilbab yang satu ini. Ia sekarang menjabat sebagai ChairWoman Pesta Blogger 2011 yang kini tampil dalam kemasan baru dengan nama On|Off. Saya merasa salut dan bangga aja ada orang-orang semacam mereka yang sukses di bidang yang kadang dianggap sebagian kecil orang sepele.

Jadi, intinya sih, saya pengen menjadi seorang blogger sejati dan menulis konten-konten yang bermutu di internet, kalau bisa setiap hari. Tujuannya tentu untuk berbagi dengan teman-teman sesama netizen yang mencari konten tertentu. Siapa tahu banyak yang terbantu karena tulisan saya. Soalnya saya sendiri sering sekali merasa terbantu dengan tulisan-tulisan blogger di dunia maya berkaitan dengan semua hal  yang saya "tanya" ke Google. Tapi, ya kalau memang nggak bisa menulis setiap hari, saya akan mengusahakan menyetor tulisan setiap minggu ke blog ini. 

Namun, mungkin (saya belum pernah menemukan), ada juga pengalaman pahit yang didapat dari ngeblog. Mungkin hal itu diakibatkan oleh kesalahan pribadi atau nasib buruk yang mampir ke diri empunya blog. Tapi, lebih baik tidak dipikirkan. Semakin banyak keburukan dari ngeblog yang dipikirkan, nanti ujung-ujungnya malah membuat produktivitas menulis di blog menurun. Saya paling malas kalau sudah begitu. Mendingan mikirnya yang bagus-bagus aja. Yang buruk dibuang jauh jauuuhhh...

Hmmm... ternyata saya sudah nulis ngalor ngidul kemana-mana sepanjang ini. Saya rasa itu dulu yang mau saya sampaikan di blog ini. Sekadar sampah pikiran yang ingin saya buang dengan baik. :))
July 28, 2011

Harry Potter!!!

Semua orang tampaknya sudah tahu kalau serial terakhir Harry Potter sudah akan tayang besok di Indonesia setelah sebelumnya diisukan berkemungkinan tidak akan tayang. Saya tidak tahu berita lengkap masalah yang terkait impor atau apalah itu. Yang saya tahu, para pecinta film Indonesia bisa bernafas sangat lega dengan berita menghebohkan ini. Saya bilang heboh karena hampir semua akun twitter yang saya follow tidak habisnya membahas cerita penyihir populer ini di linimasa (timeline). 

Saya tidak kalah antusias untuk bisa segera menonton Harpot. Saya bukan seorang yang dikatakan “freak” atau sangat gila terhadap cerita rekaan J.K. Rowling ini. Bukunya pun saya hanya punya satu. Itu pun hadiah ulang tahun dari tante saya di Sungai Tambang. Tapi, saya bisa dikategorikan fans agak berat lah ;p. Jadi, dengan semangat menggebu, saya berangkat ke Blitzmegaplex di Grand Indonesia tadi siang sendirian, membelah jalanan ibukota dengan bus Transjakarta demi membeli tiket advance Harry Potter 3D buat hari Senin. Rasanya ada yang mengganjal di hati kalau belum punya tiket nontonnya di tangan segera setelah Blitmegaplex dan 21Cineplex menaruh jadwal tayang di websitenya masing-masing kemarin siang (saya mantau situs blitzmegaplex dengan tekun gituh!). 

Saya benar-benar tidak sabar menamatkan menonton perjalanan akhir Harry, Ron, dan Hermione ini dengan efek 3D. Pasti mengagumkan! Bagaimana dengan kamu yang maniak Harry Potter juga? Sudah ada rencana mau nonton dimana? Seneng banget kan, ya? :D
July 08, 2011

20 tahun & Donor Darah

Alhamdulillah, sudah 20 tahun saya hidup dunia ini, masih diberi kesempatan oleh Allah untuk terus memperbaiki diri dan mengumpulkan bekal yang banyak ke akhirat. 

Hari ini hari yang sangat biasa sebenarnya, seperti hari-hari lainnya. Saya melewatinya juga dengan biasa-biasa aja. Tidak ada kue ulang tahun ataupun surprise party dari siapapun. Kedengaran menyedihkan ya, tapi that's ok karena orang tua saya juga nggak pernah merayakan dan mengajarkan saya untuk secara khusus merayakan momen ulang tahun anggota keluarga di rumah. Mereka berpendapat, "kok umur berkurang dirayain, mestinya sedih dan buat kita introspeksi dan merenung mengenai apa itu hidup dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang sebenarnya yaitu di akhirat".

Yah, begitulah... saya nggak sedih ulang tahun kali ini nggak dirayain. Tahun-tahun sebelumnya saya nggap pernah juga ngerayain ulang tahun. Jadi, udah biasa aja sih. Namun, ulang tahun kali ini beda. Saya pengen umur baru saya ini jadi momen dan kesempatan buat  introspeksi diri dan menjadi berguna bagi orang lain. Jadi, kali ini saya menyumbangkan darah saya dalam kegiatan yang diadakan oleh kampus saya.
Saya sudah tertarik dengan kegiatan donor darah ketika PMI kota Padang mengadakan kegiatan donor darah di SMA saya. Banyak kakak-kakat kelas saya yang ikut mendonor, nggak ketinggalan juga para guru. Namun, berhubung saya ngeri melihat jarum suntiknya yang gede, niatan saya buat menjadi pendonor darah lenyap seketika (umur saya saat itu masih belum genap 17 tahun).
Nah, ketika saya masuk kuliah, kegiatan serupa juga diadakan oleh kampus. Saya ingin sekali ikut berpartisipasi kali ini dengan dengan alasan pengen mengetahui golongan darah sendiri (yang masih abu-abu alias nggak jelas). Mama saya pernah bilang kalau golongan darah saya A. Tapi, saya kok nggak ingat pernah tes dan lihat hasilnya ya. Namun, apa mau dikata, saya gagal mendonor karena ketahuan "tamu bulanan" baru pamit sehari sebelumnya. Ibu-ibu petugas PMI yang memeriksa berat badan saya waktu itu bilang kalau wanita haid baru boleh mendonorkan darahnya seminggu setelah haidnya selesai. Yaaah, saya kecewa dan sedikit sedih T___T. Tapi, ya mau gimana, saya juga baru tahu prosedurnya begitu.
Untungnya, niatan luhur tersebut buat menjadi pendonor kembali menemukan jalan ketika ada selebaran dari UKM Palang Merah kampus sampai di tangan saya pas kuliah. Kegiatannya adalah donor darah dan diadakan tepat pada hari ulang tahun saya, 8 Juli! hari ini. Alhamdulillaaaah... Kunjungan tamu bulanan saya sudah selesai dua minggu yang lalu, saya juga merasa sehat sekaligus sangat antusias. Beruntung banget saya nggak ada kuliah pagi tadi.
Maka tadi pagi saya pun berangkat dari kosan dengan semangat yang menggebu-gebu di dada  berikut tangan dingin dan jantung yang berdebar keras. Saya isi formulir pendaftaran begitu sampai di  samping auditorium kampus (tempat kegiatan dilaksanakan) dan kemudian duduk di antara para calon pendonor lainnya, menunggu dipanggil ke dalam ruangan donor (bekas BAU). Tapi, begitu ingat lupa sarapan, saya pergi keluar sebentar buat beli pengganjal perut, yaitu dua buah khamir Arab seharga 2 rebu perak.
Tak lama menunggu, nama saya dipanggil buat masuk ke dalam. Saya masuk dan langsung cek golongan darah kemudian ukur tensi. Hasilnya bagus. HB saya 12,5 gr (layak donor) dan golongan darah saya AB!!! Loh? Mana bisa saya punya golongan darah yang beda dari anggota keluarga saya? Golongan darah mama A, papa juga A, dan abang saya pun A. Mungkinkah petugasnya salah mengidentifikasi golongan darah saya? Ya sudahlah...
Saya agak terganggu juga dengan hasil golongan darah saya tersebut. Sambil menunggu giliran, saya duduk di sofa dengan pikiran tersebut sambil mengamat-amati para calon pendonor lainnya di ruangan tersebut. Di dalam ruangan tersebut terdapat 4 kasur: 2 untuk cewek dan 2 untuk cowok. Semuanya penuh diisi mahasiswa/i berbaju seragam biru dengan tangan yang dicekoki jarum dan selang.
Saya menunggu kira-kira 2 jam-an sebelum dipanggil oleh ibu-ibu yang memerikas tensi darah saya. Saya kemudian disuruh masuk oleh ibu tersebut ke bilik donor untuk perempuan yang berada di belakang meja kerjanya si ibu. Saya segera bangkit dari kursi dan menuju bilik yang dimaksud. Di dalamnya sudah ada seorang mahasiswi berbaring dan darah mengalir dengan lancar di selang di tangannya.
Saya lalu duduk di ranjang di sebelah mahasisiwi tersebut lalu menaikkan lengan baju tangan kanan seragam saya ke atas lipatan siku. Di samping saya, ada seorang laki-laki petugas PMI yang sibuk dengan gunting, kantong donor, botol-botol yang tidak saya kenali isinya. Ia lantas menyuruh saya berbaring. Di tangannya sudah ada kantong darah bertuliskan “AB”. Ia kemudian tampak sibuk lagi dengan kantong darah tadi, dengan gunting-alat tensi-penjepit-dan alat-alat lainnya sambil menanyakan tanggal dan bulan lahir saya.
"8 Juli, hari ini. Saya ulang tahun yang ke-20!" Jawab saya cepat dan mantap sambil mikir kenapa pertanyaan ini diajukan. Petugas itu memberikan senyum tipis dan ucapan selamat ulang tahun sembari memasang alat tensi di lengan atas saya. Saya membalasnya dengan tersenyum pucat gara-gara melihat jarum suntik gede di tangannya.
Lengan atas saya kemudian dibersihkan dengan alkohol oleh petugas tersebut. Saya membeku di tempat sambil mengucap doa dan mecoba megalihkan perhatian dari jarum suntik tersebut. Sedetik kemudian, petugas itu sudah mengangkat jarum gede yang tersambung dengan kantong darah "AB" saya dan menyuruh saya mengepalkan kuat-kuat tangan kanan saya. Saya mematuhi perintahnya dan memalingkan wajah saya ke sisi kiri tubuh saya untuk mengalihkan pikiran dari jarum gede  nan angker tadi. Begitu petugas laki-laki berkata, “Tarik nafas... tangannya jangan lupa tetap dikepalkan" jarum gede tadi sudah menancap di lengan saya dan menyedot darah segar, mengalirkannya ke kantong darah yang tergeletak di bawah kasur. Oh jadi begini rasanya mendonorkan darah ketika saya merasakan ada yang berdenyut dan sesuatu terasa mengalir keluar dari pembuluh tubuh saya.
Saya takjub dan bersyukur! Sensasi dan sakitnya tidak semenakutkan pikiran saya. Tapi, memang cukup ngilu sedikit begitu si jarum menusuk kulit. Lepas dari itu semua, saya tidak memiliki masalah phobia lagi dengan jarum suntik. Sepuluh menit selanjutnya saya lalui dengan santai, menikmati darah saya mengalir ke kantong darah. Saya senang dan terharua akhirnya bisa mewujudkan niat saya ini dan bisa memberikan apa yang saya miliki saat itu kepada orang lain yang membutuhkan.
Darah saya diambil sebanyak 250 cc tadi pagi. Begitu petugasnya merasa darah yang diambil sudah cukup, selang (apa ya nyebutnya) ke kantong darah saya dijepit kemudian digunting. Kantong darah saya tadi disimpan oleh petugasnya. Sehabis itu, petugas kembali membuka penjepit selang tersebut dan mengambil sampel darah saya, memasukkannya ke dalam tabung kaca kecil untuk diperiksa di laboratorium untuk menghindari penyakit yang tidak terdeteksi. Baru kemudian selang tadi dijepit lagi dan jarum dicabut dari kulit saya.
“Pusing nggak?” tanya petugas PMI-nya. “Enggak, biasa aja.” Jawab saya seraya bangkit dari kasur, duduk sebentar kemudian berjalan ke tempat dokter untuk mengambil kartu donor, sekotak susu, dan mie instan. Ini kartunya:
Kartu Donor (dimana golongan darah saya beda sama mama papa)
Saya langsung pulang ke kosan begitu semua selesai. Donornya sih nggak lama, paling 10-15 menit-an kalau nggak salah, nunggunya itu yang lama. Untungnya saya nggak mengalami pusing selama perjalanan pulang ke kosan (yang deket dengan kampus). Satu hal yang pasti, ketika kamu sudah melakukan sesuatu yang benar-benar kamu inginkan dan itu demi menyelamatkan dan membantu orang lain, kamu akan merasakan kehangatan mengalir di dalam dadamu dan itu membuatmu sangat senang. :))

bekas luka "gigitan" si jarum gede
Saya adalah pendonor darah sekarang loooh (*salto*). Dan dengan ini, saya menyatakan siap untuk menjadi pendonor sampai tiba saatnya dimana saya tidak mampu lagi mendonorkan darah saya lagi. Demikian cerita ulang tahun saya sangat berkesan tahun ini. Semoga tahun depan saya dapat melakukan hal yang sama lagi dan lebih baik dan lebih berarti untuk kemanusiaan.

anyway, saya beli kotak pensil baru :D
Ayuk!!! jadi pendonor darah juga. Banyak nyawa akan terselamatkan oleh darahmu. Karena kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Tanpa orang lain, kita mungkin nggak pernah akan bisa bertahan hidup di dunia ini sejak dilahirkan. :))
July 06, 2011

Cute Kitten


A total cuteness!
Unyuuuuuu sekaliiiiih...
:D
July 05, 2011

Ramble

Oke, saya seharusnya tidak boleh emosi begini, tapi sulit untuk bersikap biasa-biasa saja, seolah-olah tidak ada yang sedang terjadi. Saya sudah memiliki acara pada hari ulang tahun saya 8 Juli ini, tapi dengan berat hati saya harus membatalkan rencana tersebut. Alasannya [sangat] masuk akal: ada kuliah pengganti. Doooh! Padahal seminar tersebut sudah saya tunggu-tunggu sejak lama. Saya sudah memesan tiket masuknya, sudah melingkari tanggal 8 Juli di kalender, dan memasang pengingat di hape agar saya tidak lupa. Saya sangat antusias dengan seminar ini. Selain pembicaranya adalah blogger-blogger favorit saya, saya juga penasaran banget dengan hadiah-hadiahnya. Pasti seru deh. Sedihnyaa batal datang... :((

Namun sayangnya, rencana tinggal rencana. Rencana Tuhanlah yang terjadi. Tapi yaa mau gimana lagi, risiko jadi mahasiswi. Pasrah dengan peraturan.
***
Oiya ini ada lomba menulis di blog lagi. Hadiahnya terbang ke Hongkong buat nobar Harry Potter. :)

HarPot Blogmania: Seandainya Harry Potter Pakai simPATI