Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
January 31, 2013

Renungan Kamar Mandi

Tiap bangun pagi, saat mata dan tubuh masih loading dengan keadaan sekitar, saya tidak jarang dan tidak lupa merenung sesaat mengenai arti kehidupan ini. Nggak berat-berat, cukup yang dapat saya lihat dan amati dari sekeliling saya. Biasanya dimulai dari memerhatikan tangan yang masih bisa gerak dan menyentuh dengan bebas. Kadang kala juga saat saya melongo menatap lantai kamar mandi, pikiran terbang ke masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Sialnya, akhir-akhir ini, pikiran saya disesaki oleh pertanyaan-pertanyaan mengenai jodoh.

Siapa ya jodoh saya tersebut?
Dimana saya akan bertemu dengan dia?
Bagaimana rupa, akhlak, dan agamanya?
Bagaimana keluarganya? orangtuanya?
Apakah dia akan mencintai saya seperti hati saya yang siap untuk mencintainya sepenuh hati karna Illahi Rabbi?
Apakah dia akan menjadi ayah yang baik kelak bagi anak-anak kami?

Semoga saja saya segera bertemu dengan si dia dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sebelum berumur 26 tahun. Saya akan berusaha terus memperbaiki, membenahi, dan menata hati dan diri sebelum bertemu dengannya. Insya Allah. :))
January 27, 2013

Siapa Bilang Allah Tidak Sayang Kamu

“Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas arasy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan dia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubungan-Ku dengannya.
Mengapa dia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan? Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya? Mengapa dia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup? Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku?
Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih pada-Ku, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hamba-Ku. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada kata-kata-Ku?
Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan, tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku? Akan tetapi, mengapa Aku melihat mereka, dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dari-Ku? Mengapakah mereka sampai tertipu oleh selain Aku?
Aku telah memberikan kepadanya segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus mereka minta. Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa mereka tidak lagi memintanya kepada-Ku untuk segera mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milik-Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tangan-Ku? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku?
Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya dari-Ku?
Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, ‘Mintalah kepada-Ku! Aku pun lalu memberikan kepada setiap orang, apa saja yang mereka inginkan.
Dan semua yang Kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?
Sungguh alangkah celaka orang-orang yang terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang-orang yang berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memerhatikan Aku dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada malu kepada-Ku.” [H.R. Ibnu Husain]
repost dari Da Melvi
January 23, 2013

Ngurus SKCK dan Surat Kuning di Kota Padang

Kali ini saya mau berbagi pengalaman mengenai proses pengurusan SKCK dan surat kuning di Padang. Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan infonya! 

Membuat SKCK Baru: 

1. Pengambilan Sidik Jari di Polda Sumbar. Sediakan:
  • Pas foto 4×6 dua lembar.
  • Fotocopy KTP.
  • Biaya administrasi pengambilan rumus sidik jari sebesar sepuluh ribu rupiah.
rumus sidik jari
Kronologisnya
Sebelum mendapatkan SKCK yang dicari, pertama kali saya harus melakukan perekaman sidik jari di Polda Sumbar yang terletak di Jalan Sudirman No. 55, Padang. Kalau masuk lewat gerbang utama, letak pos perekaman sidik jari tersebut ada di sebelah kiri. Proses pengambilan sidik jarinya cukup cepat.

Pas bilang ke bapak petugasnya mau urus SKCK, saya dikasih formulir, disuruh isi bagian depan dan belakangnya. Item-item pertanyaannya tidak jauh-jauh dari: nama, alamat, tinggi, berat badan, bentuk muka, jenis rambut, dll yang saya lupa persis apa-apa aja. Kemudian, bapak petugas meminta dua buah foto berukuran 3×4 lalu beliau dengan cepat pindah ke meja di belakang saya untuk melumeri (lagi) bantalan stempel dengan tinta.

Satu per satu jari-jari saya digelindingkan oleh pak petugas di bantalan bertinta tersebut lalu satu per satu juga ditempelkan di kertas karton putih buat direkam. Beres deh. Lalu saya disuruh cuci tangan di sebelah kiri belakang pos tersebut oleh beliau. Toiletnya cukup bersih, kakusnya juga, dan tidak lupa ada sabun yang sudah berkubang dengan tinta-tinta oleh pemakai terdahulunya.

Lanjuuut...
 
2. Penyerahan rumus sidik jari untuk mendapatkan SKCK. 

Masukkan file-file berikut dalam sebuah map yang sudah diberi NAMA dan keterangan untuk apa nantinya SKCK tersebut digunakan:
  • Fotocopy KTP.
  • Fotocopy Kartu Keluarga (alias KK).
  • Pas foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar.
  • Mengisi formulir daftar riwayat hidup yang telah disediakan di DIT INTELKAM dengan jelas dan benar.
Kronologisnya
Setelah dari Polda, saya dan papa meluncur ke DIT INTELKAM untuk menyerahkan rumus sidik jari yang sudah didapatkan. Saya kurang begitu tau alamat lengkap kantor INTELKAM ini. Biar mudah, gini adeh, dari Ampang, lurus terus ngikutin jalan gede. Sebelum jalan besar dimana mobil angkot putih dan orange lewat, lihat sebelah kanan jalan, setelah Kejaksaan (kalau nggak salah) keliatan aja langsung kantornya. Bagian INTELKAM berada tepat di pintu masuk sebelah kiri. Dari gerbang masuk, langsung keliatan tempat parkir buat motornya.

Nyampe sana saya ketemu Wira yang juga lagi ngurus SKCK. Saya meminta formulir riwayat hidup yang akan diisi setelah dikasih tau Wira ke pak polisi. Ada tiga halaman yang semuanya wajib diisi. Kira-kira memakan waktu sepuluh menit untuk mengisi item-item di formulir tersebut. Setelah selesai semua, langsung saya serahkan map berisi file-file yang disyaratkan ke pak petugas yang berdiri di pintu kantor. Sayangnya, saya nggak langsung menerima SKCK pada hari ini karena telah lewat jam kerja (yaitu jam tiga sore). Saya disuruh oleh pak petugas buat mengambil besok pagi kira-kira jam sepuluh-an.

Keesokan harinya
Saya datang lagi ke INTELKAM bersama papa nyampe sana jam setengah tiga lewat. Untung kantornya masih buka dan masih banyak orang yang akan dilayani oleh pakpol. Saya langsung menghadap pak petugas yang kemarin,

Nana (N): "Pak, wak nio ambiak SKCK" [Pak, saya mau ambil SKCK]
Pak Polisi (PP): "Bilo bamasuak-an?" [Kapan diserahkan?]
N: "patang pak" [Kemaren pak]
PP: (nyari map saya di tumpukan map-map lain di atas meja dekat pintu). "Fotocopy lu untuak dilegalisir" [Fotocopy dulu untuk legalisir]
N: "Bara buah pak? limo?" [Berapa banyak, pak? lima?] 
PP: "Jadih juo"
N: (pergi fotocopy ke tempat fotocopy terdekat) "Ko pak, lah difotocopy" (menyerahkan map beserta SKCK yang sudah di-fotocopy sebanyak lima lembar)

Habis itu, saya nunggu beberapa menit di luar bareng Dini yang nggak sengaja ketemu di tempat fotocopy. Untung aja saya, Dini, dan beberapa orang lain yang sudah memasukkan SKCK dan fotocopy ke pak pol masih dilayani meskipun jam tugas sudah lewat. Selang beberapa lama, saya dipanggil oleh pak petugas dan SKCK beserta legalisirnya berhasil di dapat!

DONE!
***
Cerita di balik layar

Well... ngurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan surat kuning alias kartu tanda pencari kerja itu sebenernya nggak ribet. Cuman, pas di saya, jadi ribet gara-gara saya terlalu ngikutin aturan, tapi ternyata pas di lapangan peraturannya nggak saklek kayak gitu. Sebelum pergi ngurus SKCK, saya sebelumnya udah menggali informasi dengan membaca artikel yang berkaitan dengan pengurusan SKCK dan kartu kuning ini. Nah, didapatlah informasi berikut dari Wikipedia:
SKCK, salah satu contohnya, marak dibutuhkan oleh masyarakat ketika mendaftar CPNS. Adapun tata cara untuk mendapatkan SKCK adalah:
Membuat SKCK Baru:
  1. Membawa Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.
  2. Membawa fotocopy KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan.
  3. Membawa fotocopy Kartu Keluarga.
  4. Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir.
  5. Membawa Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar.
  6. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  7. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.
Catatan :
POLSEK tidak menerbitkan SKCK untuk keperluan :
  1. Melamar / melengkapi administrasi PNS / CPNS.
  2. Pembuatan Visa / keperluan lain yang bersifat antar-negara.
  3. Polsek/Polres penerbit SKCK sesuai dengan alamat KTP/SIM pemohon.
Berdasarkan :
  1. UU RI No.20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)
  2. UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
  3. PP RI No.50 Tahun 2010 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada instansi Polri
  4. Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1928/VI/2010 tanggal 23 Juni 2010 tentang Pemberlakuan PP RI No.50 Tahun 2010
Maka di beritahukan kepada seluruh pemohon SKCK Baru / Perpanjang, bahwa terhitung mulai hari SABTU / 26 JUNI 2010, dikenakan tarif yang besarannya sbb :
  1. Sidik Jari = RP.35.000
  2. Administrasi = RP.10.000
Seluruh biaya tersebut akan disetorkan kepada kas negara oleh Bendahara SKCK setiap harinya.
Bagian mana yang tidak sesuai dengan keterangan yang disebutkan di atas? Niiih...
Membuat SKCK Baru:
  1. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.
  2. Membawa Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.  
  3. Membawa fotocopy KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan. 
  4. Membawa fotocopy Kartu Keluarga.
  5. Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir. 
  6. Membawa Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar. 
  7. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
Ini yang bikin mumet saya, karna dijelaskan di atas sebelumnya bahwa untuk ngurus SKCK dibutuhkan surat pengantar dari kelurahan, tapi ternyata NGGAK BUTUH DAN NGGAK DITANYA LHO!!! Oh god... jadi makin panas deh ini ubun-ubun karna panas-panasan di atas motor bolak balik ke kantor camat demi ngedapaetin tanda tangan pak Camat (yang ternyata setelah ditungguin 2 jam lebih lagi ada urusan). Kenapa tanda tangan pak Camat? ya karena di surat pengantarnya juga dibutuhin tanda tangan pak Camat selain tanda tangan pak Lurah. Fyuh...

Tapi, alhamdulillah, semua urusan selesai, surat-suratnya akhirnya jadi... :D
January 21, 2013

Iko Gantinyo & Berenang

Sampai hari ini, detik ini nulis ini, mata saya masih agak sepet dan lengket sejak (terpaksa) bangun tidur jam 9-an tadi. Saya berasumsi ini pasti diakibatkan kena air kolam renang di rumah Dini kemarin pas sok-sokan nyelam, hehe. Jujur aja, saya ... ... ... ehm, nggak bisa renang *tutup muka, malu!*. Sekalinya saya masuk kolam renang, saya lebih memilih betah nangkring di pinggir kolam yang airnya agak dangkal lalu saya menatap iri pada teman-teman yang asik berenang dan nyelam. Mereka sungguh ter-la-lu...

Meskipun nggak bisa renang dan cuma bisa satu gaya kalau nyebur ke kolam (yaitu gaya batu), saya tetap antusias buat ikutan main air di kolam renang Dini kemarin. Acara renangnya mendadak dan tanpa rencana, malahan rencana awalnya kita cuma makan es durian aja di pondok. Udah. Tapi, Dini mengusulkan ide lain lewat Nanda.
from: Nanda simpati
diterima: 12:50:55
20-01-2013
"Teman, dini ngajak berenang di rumahnya sore ini setelah makan es krim, gimana? Mau ga? Kalo iya, bawa baju ganti..."
Wuih, ditawarin main air gini saya nggak nolak dong :D. Kita (yaitu Ika, Nanda, Dini, Wira dan adiknya Intan, lalu Pipi yang datang belakangan) ngumpul sekalian makan es durian di "Iko Gantinyo" pondok. Pipi nggak ikut makan, katanya udah makan sebelumnya. Jadi, yang makan cuma berenam, dan kita pesan es durian spesial seharga dua puluh ribu rupiah. Nyam, nyam, enak dan segar... Lamak bana!

Setelah selesai makan, kita semua berpisah dengan Pipi di luar dan naik angkot merah. Berhenti di pasar raya Padang dan jalan sedikit ke Hawaii lalu naik angkot hijau lumut jurusan Balai Baru di sana. Rumah Dini sebenernya deket dengan rumah saya. Sayang, saya terlalu betah di rumah hingga malas sekali rasanya bersilaturahmi main-main ke rumahnya. Padahal cuma 10 menitan aja naik motor nyampe ke rumahnya. "Maafkan aku din :((."

Daaan, hasrat main air makin membuncah setelah melihat kolam renang Dini. Nggak sabar buat byar byurrr. Selagi menunggu yang lain shalat, saya dan Intan (adiknya Wira) udah siap-siap ganti kostum buat renang. Lalu kami berdua masuk ke kolam pertama yang dangkal dekat pintu, cuma setinggi perut saya. Byurrr... Intan nggak pake babibu udah aktif mondar mandir, nyelupin kepala renang sana sini. Sedangkan saya masih proses adaptasi dengan air yang cukup dingin dan berusaha menjaga kepala dan telinga agar tidak basah kena air. >,<

Beberapa menit kemudian, Ika, Wira, Nanda, Dini, datang membawa benen dan masuk ke kolam yang agak dalam. Tingginya seleher saya. Udah deh, Dini langsung meliuk-liuk di dalam air, Wira pun demikian. Nanda juga saya liat udah pinter renang. Tinggal Ika doang yang selevel dengan saya, alias nggak bisa, cuma tawaf keliling kolam dengan benen, haha. Saya kemudian ikutan pindah ke kolam sebelah, niggalin Intan yang asik renang dan lompat-lompat dalam air.

Rrrr... airnya agak dingin di banding kolam sebelah, agak megap-megap saya jalan-jalan di dasar kolam dan minta diajarin renang ke Dini. Katanya, langkah awal buat bisa renang itu minimal bisa ngambang dulu di air. Kepala harus kecelup di air dong, Din?! ujar saya protes ke Dini -.-". Hahaha, saya kan takut banget kalau telinga saya kemasukan air, takut tersumbat, takut ntar infeksi, dan takut yang lain-lainnya. Tapi, Wira, Nanda, Dini, dan Ayu (adiknya Dini yang ikut bergabung di kolam) bilang nggak apa-apa, nggak bakalan bikin telinga tersumbat.

Hemmm... baiklah, setelah mengumpulkan keberanian dan menghirup nafas dalam-dalam, saya nekat nyemplungin kepala ke dalam air. Blep, blep, blep, blup... huah, uhuk, uhukh, ohok ohok... *batuk ceritanya. Wohooo! Saya berhasil mengalahkan ketakutan nyelam meski pake acara batuk-batuk gara-gara air menyusup masuk ke hidung! Sisa hari saya lalui dengan mondar-mandir nyelam, berusaha berenang dan menggerakkan kaki teratur agar bisa maju ke depan. Yang lainnya juga begitu, menikmati hari di dalam air, pacu-pacuan berenang sampai akhirnya kami keluar kolam karena hujan deras turun.

Kelar berenang, kita makan pop mie yang disediain mama Dini dengan lahap, lalu mandi membersihkan diri. Setelah itu shalat magrib dan makan malam sambil nonton Asia's Next Top Model di StarWorld. Terakhir, saya pulang dijemput papa dan menuju rumah dengan mata yang sudah berat karna mengantuk. Hoammm...

Hari yang menyenangkan.
Terima kasih teman-teman..., love you mmmuaaah... :*
January 20, 2013

Luqman Al-Hakim berkata...

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. 
"Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. 
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka)dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Surat Luqman ayat 13, 16, 17
January 19, 2013

Impossible


Kamu tidak akan mungkin bisa memenuhi segala kesesuaian dengan hati semua manusia!

- Imam Syafii
January 18, 2013

Rim's Daily Giveaway

Hai semua, siap untuk info giveaway bulan ini? :)) Giveaway kali ini berasal dari Rimma Izzaty Putri. Hadiahnya apa ya? Tralalaaa... Keren bangets!

Cantik bukan? Nah, sekarang gimana caranya buat ikutan giveaway ini? Gampang banget. 
  1. Follow Rim's Daily via GFC
  2. Follow Rimma via Bloglovin
  3. Tinggalkan komentar di blog Rimma berisi Nama, nickname GFC, dan juga emailmu
  4. Dan kamu bakal dapat ekstra point +1 kalau ikut menyebarluaskan giveaway ini di blog kamu seperti yang saya lakukan :)

Giveaway ini berakhir tanggal 27 Januari 2013

Mudah dan simpel kan? Gutlak ladies, gutlak juga buat saya! Yosh!
http://media.tumblr.com/2a1e4b4d61f5a2f831de7750a2e1433c/tumblr_inline_mg60uhcIbX1qdlkyg.gif
January 17, 2013

Hai Anak-anakku Sayang :))

http://cdn.greenprophet.com/wp-content/uploads/2012/08/newborn-muslim-baby-ramadan.jpg
source
Hai, anak-anakku sayang, ini umi kala masih berumur 21 tahun 5 bulan dan 17 hari yang menulis, masih muda ya :P. Umi lupa kapan tepatnya umi ingin kalian memanggil ibu kalian ini dengan sebutan 'umi'. Yang jelas, umi merasa panggilan 'umi' lebih cocok digunakan oleh anak-anak umi buat manggil ibunya. Menurut umi, sebutan itu terdengar terhormat dan manis jika dipanggil oleh anak-anak umi tersayang :*.

Anak-anak umi tersayang dan tercinta. Umi sangat ingin kalian hidup di bawah payung dan panji-panji islam yang kuat dan baik. Hidup kalian berada di jalur islam dan tidak menyimpang dari kaidah islam yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad saw. Oleh sebab itulah pada usia umi yang masih muda ini umi berusaha dan bertawakal untuk mencari dan menemukan sosok ayah atau abi yang baik bagi kalian kelak. Memiliki suami yang taat beribadah dan patuh pada tuhannya tentulah merupakan dambaan dan impian bagi semua wanita muslim, termasuk umi di dalamnya. Tentunya hal itu bermuara pada harapan dan doa umi agar kelak kalian nanti dapat hidup dan dididik sesuai dengan "aturan main" yang diterangkan Allah dalam Al-Quran dan sunnah Nabi kita, Muhammad saw.

Gimana kabar kalian saat membaca surat ini? semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah swt, amiiin. Bersyukur ya nak atas nikmat hidup dan sehat yang udah dikasih Allah itu. Dua hal itu tak ternilai harganya. Alhamdulillah, umi akhirnya memiliki kalian setelah menikah dengan lelaki yang umi cintai dan banggakan, yaitu abi kalian. Abi kalian itu sangat tampan, saleh, dan tentunya sayang sama umi dan juga pada kalian wahai anak-anakku. Umi juga sangat sayang dengan Abi kalian ini. Haha, walaupun di bulan Januari tahun 2013 ini, umi belum ditakdirkan Allah untuk bertemu dan jatuh cinta pada abi kalian, tapi umi percaya Allah telah menyiapkan seorang laki-laki saleh, penyayang, indah wajahnya, penyabar, berani, dan setia untuk mendampingi umi kelak, juga menjadi ayah dari anak-anak yang sangat umi cintai dan sayangi ini.

source
Anakku sayang, saat ini umi bercita-cita untuk punya 3 orang anak. Jika diizinkan oleh Allah, umi mau anak pertama umi itu cowok, terus anak umi yang kedua nanti cewek-cewek kembar identik. Pasti bakalan lucu dan menggemaskan! Tujuan umi berkeinginan seperti itu menurut akal umi adalah agar nanti anak pertama umi (cowok) dapat menjadi teladan dan pelindung bagi adik-adik ceweknya, hehehe. Selain itu juga nanti kalau anak sulung umi udah dewasa, umi bisa punya teman ngobrol dan diskusi seperti yang umi lihat dilakukan oleh nenek kalian dengan om kalian (yaitu abang umi yang paling tua). Hubungan mereka sebagai ibu dan anak terlihat begitu menawan di mata umi, sangat special dan hangat. Suatu hari, umi juga ingin bercerita dan bertukar pikiran mengenai apa saja dengan anak laki-laki umi dan meminta pendapatnya mengenai banyak hal.

source
Sedangkan keinginan umi untuk memiliki anak cewek kembar adalah karena umi suka banget dan selalu gemes liat anak-anak kembar yang umi liat di tivi ataupun di internet. Menurut umi, alangkah lucu dan bahagianya jika nanti hamil anak kedua langsung punya bayi kembar cewek yang manis dan lucu-lucu untuk dibesarkan. Subhanallaaah... Semoga saja Allah memberikan kesempatan itu untuk umi :))

Bahkan di saat umi belum menemukan jodoh umi ini, umi sudah memikirkan kalian, wahai anak-anakku. Umi ingin kalian terlahir sehat dan besar di bawah pengawasan umi dan abi tanpa kurang suatu apa pun. Umi akan berusaha memberikan yang terbaik buat kalian, kasih sayang yang tak ada habisnya, cinta yang takkan pernah mati, sampai nyawa umi demi kalian, anak-anakku. Umi berharap semoga kalian besar dengan cinta dan kasih sayang sehingga kalian tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang baik akhlaknya, bagus tutur katanya, saleh dan salehah, berpendidikan, beragama serta beradat. Ah, jika itu semua berhasil umi capai bersama abi kalian, kami tentunya merupakan pasangna yang telah memenangkan jackpot dan tiket ke surga Allah nak. Allahu Akbar!

Anakku sayang, umi sayang kalian, umi rindu kalian hadir di perut umi setelah umi menikah nanti. Umi akan bersabar menanti kalian di dunia ini. Nanti umi kirim surat rindu lagi ya. Peluk cium dari umi :*

Umi cinta dan sayang kalian selamanya.
love you...
January 16, 2013

The Romantic & Idol


Judul reality shownya agak aneh ya, tapi, that's ok though, nggak usah terlalu dibahas dan dipermasalahkan, yang penting itu isi acaranya. Ok. Saya mulai tertarik mengikuti show Korea ini setelah mendonlot dan menonton season 1-nya di kshownow.net. Berhubung udah kehabisan bahan tontonan di tengah liburan dan ketidakpastian tanggal magang maka kerjaan saya di kosan memang sebagian besar diisi dengan mendonlot apa saja sesuai kemampuan modem. Keliatannya sih konsep acaranya nggak jauh beda sama We Got Married yang sebelumnya juga udah saya ikutin terus tiap minggu. Tapi nggak juga lho, show yang ini lebih keliatan alami dan nggak kayak WGM yang udah disediain skripnya. Konsep acara ini lebih menonjolkan hubungan di antara sesama idol dalam mengembangkan interaksi sosial dan perasaan. Lebih tepatnya nge-date pas liburan selama 4 hari ke pulau Jeju nan romantis.

Show ini mengekspos beberapa sisi lain dari para idol dalam urusan asmara. Saya sering suka senyum tersipu malu-malu sampe kram kalau nonton acara ini (sendirian) karna ikut terbawa perasaan bahagia yang membanjiri dada para artis saat kencan dengan idol-idol gagah dan keren yang di-cast. MAU jugaaa!


Nah, sekarang saya penasaran banget dengan episode 3-nya. Siapa ya yang bakal dipilih sama Yewon? Kan dia ditargetin dua cowok cakep tuh, si MinHyuk dan JongHoon. Well, nggak sabar buat nonton, tapi harus nunggu minggu depan :((. Semoga pas ending nanti nggak ada yang patah hati pas pulang karna hubungannya nggak berjalan mulus.
January 15, 2013

Setiap Kali Terbang


Saya selalu kagum dan memuji-muji kekuasanNya ketika burung besi akan lepas landas, membelah langit, dan akan mendarat. Saya selalu merasa nyawa saya benar-benar hanya ada di tangan Allah dan hanya pada Dia saja bisa pasrah saat itu.

Saya juga selalu memohon perlindungan padaNya dari keburukan selama perjalanan yang ditempuh serta kebaikan dan keberkahan yang terdapat di dalamnya. Kalau coba direnungkan lama-lama dan dengan penuh penghayatan, saya selalu sampai pada kesimpulan bahwa saya ini tidak ada apa-apanya di dunia ini, di alam ini, di semesta raya ini, dibandingkan kekuatan alam yang begitu luas dan megah. Saya tak ubahnya partikel debu di semesta raya yang Allah jaga dan pelihara. Sungguh, memang, tidak pantas rasanya saya berlaku lagi berbuat sombong.

Allahu Akbar! Allah sungguh Maha Sempurna menjaga keteraturan hidup ini. Semoga saya selalu ditunjuki jalan kembali padaNya ketika saya menyimpang di jalan setapak kehidupan ini.

AMIN.
January 14, 2013

The Favourite Artist

Lihat! Siapa yang memenangkan Favorite Dramatic Movie Actress at the 2013 People’s Choice Awards untuk perannya sebagai Sam di film The Perks of Being a Wallflower? Yep, She is... 


She is so stunning!

Diary Khansa: Cara buat header ngelink

! Diary Khansa: Cara buat header ngelink: Hey my blogger mates, kali ini gue mau share gimana caranya bikin header yang bisa ngelink kayak punya gue gitu. WHY? Karna begitu banyak...

Diary Khansa: Membuat tab view di blog

! Diary Khansa: Membuat tab view di blog: Beberapa dekade yang lalu *jiah, dekade, baru juga minggu lalu* ada yang nanya ke gue gimana cara bikin tab view di blog. Pada tau tab view ...
<style type="text/css">
div.TabView div.Tabs
{height: 30px;overflow: hidden}
div.TabView div.Tabs a {float:left; display:block; width: 80px; /* lebar menu utama*/
text-align:center ; height: 26px; /* tinggi menu utama */
padding-top:3px; vertical-align:middle; border:1px solid
#BDBDBD; /* warna border atas */
border-bottom-width:0; text-decoration: none; font-family: "Verdana"; /* font menu yang di atas */
font-weight:bold; color:#000000; /* warna font menu yang di atas */
-moz-border-radius-topleft:10px; -moz-border-radius-topright:10px}
div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active
{background-color: #FFFFFF; /* warna background menu yang diatas */
}
div.TabView div.Pages {clear:both; border:1px solid #BDBDBD; /* warna border kotak utama */
overflow:hidden; background-color:#FFFFFF; /* warna background kotak utama */ }
div.TabView div.Pages div.Page {height:100%; padding:0px; overflow:hidden}
div.TabView div.Pages div.Page div.Pad {padding: 5px 5px}
</style>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function tabview_aux(TabViewId, id)
{
var TabView = document.getElementById(TabViewId);
// ----- Tabs -----
var Tabs = TabView.firstChild;
while (Tabs.className != "Tabs" ) Tabs = Tabs.nextSibling;
var Tab = Tabs.firstChild;
var i = 0;
do
{
if (Tab.tagName == "A")
{
i++;
Tab.href = "javascript:tabview_switch('"+TabViewId+"', "+i+");";
Tab.className = (i == id) ? "Active" : "";
Tab.blur();
}
}
while (Tab = Tab.nextSibling);
// ----- Pages -----
var Pages = TabView.firstChild;
while (Pages.className != 'Pages') Pages = Pages.nextSibling;
var Page = Pages.firstChild;
var i = 0;
do
{
if (Page.className == 'Page')
{
i++;
if (Pages.offsetHeight) Page.style.height = (Pages.offsetHeight-2)+"px";
Page.style.overflow = "auto";
Page.style.display = (i == id) ? 'block' : 'none';
}
}
while (Page = Page.nextSibling);
}
// ----- Functions -------------------------------------------------------------
function tabview_switch(TabViewId, id) { tabview_aux(TabViewId, id); }
function tabview_initialize(TabViewId) { tabview_aux(TabViewId, 1); }
//]]>
</script>
<form action="tabview.html" method="get">
<div id="TabView" class="TabView">
<div style="width: 246px;" class="Tabs">
<a>Tab 1</a>
<a>Tab 2</a>
<a>Tab 3</a>
</div>
<div style="width:246px; height:250px; " class="Pages">
<div class="Page">
<div class="Pad">
ISI MENU TAB 1
</div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
ISI MENU TAB 2
</div>
</div>
<div class="Page">
<div class="Pad">
ISI MENU TAB 3
</div>
</div>
</div>
</div>
</form>
<script type="text/javascript">
tabview_initialize('TabView');
</script>
 Hasilnya akan tampak seperti di bawah ini:


January 08, 2013

Sendu

Hangat tubuhku terjaga dalam pelukan selimut, dingin di luar mulai meraba-raba kulitku. Kuarahkan mataku ke jendela kamar lamaku yang berembun, menatap rintik-rintik hujan di luar yang syahdu jatuh berlari-larian berpacu mencapai bumi. Tiba-tiba hatiku sepi memandang langit mendung itu, muram ia bertanya, "kenapa tidak ada yang pernah menyampaikan perasaan sukanya padaku? apakah aku begitu jeleknya dan tidak memiliki suatu pesona apa pun?". Aku menggelengkan kepala pelan, menutup mata sembari menghirup udara dengan tenang mencoba memahami misteri Tuhan yang satu ini. Lalu tiba-tiba ia berbisik sendu, "ataukah ini cara Tuhan menjagamu sebelum hari suci itu datang?". Wallahu'alam... Aku pun berharap demikian dan mulai menghibur dan mengacuhkan hatiku yang durjana itu.