Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
November 30, 2011

Untuk Daerahku

Seandainya saya menjadi Anggota DPD-RI, tentu saya ingin daerah saya maju dalam semua aspek, terutama dalam bidang sosial ekonomi dan IPTEK dan masyarakatnya hidup damai, aman, dan makmur dari hasil bumi mereka dan ikut terlibat dalam pembangunan negeri mereka sendiri. Pertama-tama, saya akan mengupayakan agar semua anak di daerah yang saya pimpin memeroleh pendidikan yang layak dengan biaya yang terjangkau. Tidak ada lagi cerita anak-anak yang putus sekolah karena tidak punya biaya sehingga kelak, mereka akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan untuk negeri ini dengan ilmu di kepala mereka segudang ide untuk kemajuan bangsa yang kaya dan makmur ini. Saya akan meninjau sekolah-sekolah yang rusak dan memperbaiki fasilitas-fasilitasnya sehingga anak-anak senang belajar di kelas dan  memacu mereka untuk lebih berprestasi lagi. Selain itu, saya akan kembali meninjau kualitas guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah yang sudah mendapat sertifikat, memastikan mereka benar-benar berkualifikasi dan berkualitas dalam mendidik. Tak lupa juga saya akan menyejahterakan nasib para guru tersebut dengan memberikan gaji yang sesuai dengan profesi mulia mereka sebagai pengajar sehingga mereka tidak perlu pusing tujuh keliling bagaimana akan menghidupi diri dan keluarga mereka. 

Untuk masalah ekonomi, masalah kemiskinan, pengangguran, dan tidak meratanya distribusi pendapatan masih merupakan tiga masalah utama yang menjadi tugas rumah bagi saya. Untuk mengatasi masalah pengangguran, saya akan berupaya menciptakan lapangan pekerjaan berupa industri kreatif, dimana keahlian dan keterampilan unik masyarakat di daerah saya dikembangkan dan dibantu pinjaman modalnya oleh pemerintah daerah. Jika rencana ini berjalan dengan baik, tentu tidak ada lagi masyarakat yang menganggur mengalami kemiskinan. Sektor-sektor yang dianggap dominan dan merupakan primadona juga akan saya beri perhatian khusus dan dikembangkan agar semakin kokoh dalam membangun perekonomian daerah. 

Terkait dengan tidak meratanya distribusi pendapatan di Indonesia, tak terkecuali di daerah, hal tersebut akan saya tanggulangi dengan memajukan, mengembangkan, sekaligus membangun potensi-potensi unggulan di daerah. Dengan target seperti itu, saya berharap daerah akan lebih mandiri dan bisa menghidupi serta maju karena potensi yang mereka miliki. 

Bagi saya, hal lain yang ingin saya tangani dengan serius adalah masalah pelayanan kesehatan. Saya ingin tidak ada lagi masyarakat daerah saya yang kesulitan dalam memeroleh fasilitas, akses dan layanan kesehatan yang baik. Mereka semua berhak untuk memeroleh pelayanan yang berkualitas. Bagi saya, yang dapat saya lakukan adalah dengan cara memberikan penyuluhan dan seminar gratis terhadap para pekerja di bidang kesehatan ini agar mereka dapat menjalani profesi mereka dengan lebih baik lagi. Selain itu, saya akan mengusahakan juga pendapatan mereka ditingkatkan karena ini menyangkut kemaslahatan masyarakat.

Semua hal yang saya utarakan di atas akan lebih dapat diambil manfaatnya dan terasa dampaknya jika didukung dan dibantu oleh  kemajuan IPTEK, terutama dalam IT. Peranan IT sangat besar dan sekarang saya rasakan tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan kita. Untuk itu, demi kemajuan daerah saya, kemudahan akses terhadap internet adalah yang utama. termasuk ke daerah-daerah pelosok. Karena saya yakin, dengan informasi berlimpah di internet, masyarakat daerah akan lebih mengenal dunia dan terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada sehingga mereka bisa menambah kualitas diri mereka dan memajukan daerah mereka. Caranya tentu dengan proaktif menambah konten-konten di internet lewat tulisan mereka.
November 28, 2011

a.n. Mahasiswa Tingkat Akhir

Halooo…
Sudah lama nggak nulis lagi deh di blog ini, padahal dulu janjinya mau tekun dan rajin posting biar kemampuan menulis saya terasah, tapi, lupakan aja deh… semua hanya omong kosong belaka kalau emang dari dalem diri sendiri nggak ada usaha yang besar buat membuka laptop lalu serius menekan-nekan tuts keyboard sembari mencurahkan isi otak menjadi tulisan *poor me*.

Well… saya udah semester tujuh. Nggak nyangka udah dapat giliran jadi angkatan tua di kampus. Nggak berasa aja kalau udah tiga tahun kuliah di kampus yang selalu penuh dengan kejutan ini. Dan nggak nyangka banget saya masih bisa bertahan dan masih hidup hingga detik ini karena dulu pas tingkat satu pernah hampir depresi akut gara-gara stres dengan berbagai masalah yang datang silih berganti.

Nggak terasa juga ya perjuangan di kampus ini benar-benar harus di-Elo-Gue-End-in. Saya merasa capek jadi mahasiswa *sama sekali bukan sok atau nggak tau diri*. Saya capek berkutat dengan buku dan tugas, capek bahas mata kuliah yang kadang-kadang rasanya nggak penting banget buat dipelajari karena nggak kepake pas kerja nanti. Intinya kepala saya udah mulai penuh dan jenuh banget. Tapi, ntar kalau udah kerja, mungkin bakal narik ucapan ini lagi ya dan bilang, aaah, coba masih kuliah, enak bisa gini-gini, nggak gitu-gitu, mau gini-gini dan blah blah lainnya...

Well, jadi… ya sudahlah, masa-masa sekarang dinikmati aja deh biar nggak merasa terbebani. Di semester tujuh ini saya sudah mulai dag dig dug serrr dengan segala kejutan-kejutan baru dari kampus. Kampus yang penuh dengan kejutan ini nggak membuat saya terbiasa dengan surprise-nya. Nah, kemarin-kemarin udah dapet kabar mengejutkan kalau proposal skripsi udah harus dikasih ke jurusan paling lambat tanggal 25 November. Saya langsung panik dan stres! *kebiasaan lama yang belum sembuh :p*. Karena udah panik duluan, jadi saya nggak bisa mikir buat nyari ide untuk diteliti. Sebelum kabar tersebut keluar, saya juga udah (sok) rajin nyari ide ke LIPI ama perpus UI, baca-baca skripsi mantan mahasiswa, nyari wangsit dan angin segar. Berhubung waktu itu nggak ada deadline ngumpulin skripsinya kapan, jadinya saya nggak terlalu fokus nyari inspirasi judul skripsi malah lebih fokus jalan-jalan ama cuci mata di sana ;p

Ini entah sudah hari ke berapa saya kuliah, yang jelas nih, minggu depan saya UTS, tepatnya mulai hari Rabu dan mata kuliah pertama yang diuji adalah SIG. Jangan tanya deh apa aja materi kuliah yang dipelajari di kelas SIG ini, abstrak semua rasanya di otak saya dan lebih banyak i.m.a.j.i.n.a.s.i. Tumben-tumbenan aja nih saya ada kesempatan nulis di sini karena otak udah mandek dan males semales-malesnya baca buku, ngedit, eh tiba-tiba pengen ganti topik, tapi nggak jadi karena ntar ribet dan ngulang dari awal lagi deh! Puyenghai boook!

Semua hal yang berkaitan dengan proposal skripsi sekarang suka bikin saya kesal dan bete. Bayangkan sodara! Baru proposal skripsi aja udah bikin eneg begini, gimana pas ngegarap skripsinya ntar. Wallahu 'alam... Masalah sebenarnya tuh adalah gimana caranya punya masalah yang ingin diteliti buat dijadiin skripsi. Berhubung peminatan yang saya pilih pas tingkat tiga dulu adalah ekonomi, saya harus… errr wajib tepatnya, menemukan masalah yang ingin saya bahas buat skripsi saya nanti mengenai dunia ekonomi. Nah! Saya kan orang yang cinta damai, nggak mau nyari-nyari masalah! *Ngeles total!*

Disinilah bencana dan kebingungan saya dimulai sodara. Saya bingung masalah apa yang ingin saya angkat. Saya nggak begitu jago dengan ekonomi. Kemampuan otak saya menurun semenjak memasuki dunia perkuliahan *maafkan saya mama, papa, huks…*. Saya pusing tujuh keliling mencari-cari topik yang pas dan cocok dengan kapasitas otak saya. Saya belum mau mati muda karena stres ya Tuhan!

Jadi bagi kalian-kalian yang tersangkut di blog ini dan membaca tulisan ini, hanya beberapa kata-kata ini yang bisa saya nasehatkan kepada kalian dalam menghadapi skripsi nanti: siapkan mental Anda dan tetaplah pertahankan semangat yang berkobar-kobar di dada. Katakan dengan lantang dan tegas serta penuh percaya diri, “SAYA BISA DAN SEMANGAT NYEKRIPSI! DEMI MAMA PAPA, DEMI NUSA DAN BANGSA! Dan jangan pelihara malas yooo. Penyakit yang mematikan dan selalu mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

Oke deeeeh, mariii, lanjut proposal duluuu… :* *dadah-dadah*