Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
May 30, 2013

Donor Darah ke-5 di PMI DKI Jakarta

sumber
Hampir kelupaan buat nulis mengenai kegiatan rutin saya sejak dua tahun belakangan ini: donor darah. Donor darah yang kelima kalinya ini saya lakukan di PMI DKI Jakarta seperti donor darah sebelumnya. Sempat bingung mau datang ke PMI nya hari Sabtu atau pas hari kerja. Akhirnya diputuskan mending datang setelah pulang ngantor aja, lagian jarak kantor ke PMI Kramat juga dekat, cuma dipisahin halte Senen (ketauan deh kalau ke sana naik TJ :P).

Berhubung saya udah pernah ke sana pada donor sebelumnya, jadi saya nggak grogi dan nanya-nanya lagi ke satpam di depan pintu gerbang, langsung cus masuk ke gedung utama, isi formulir yang disediakan, nyerahin formulir tersebut ke bagian pendaftaran, dan nunggu nama saya dipanggil buat cek kadar Hb dalam darah. Kali ini saya dapat antrian 173. Selain saya, cuma ada dua orang cewek kuliahan dan seorang bapak yang akan mendonor hari itu. Kata petugas resepsionisnya sih ini udah sepi pengunjungnya, ramenya pas siang. Ooo...

Setelah nama saya dipanggil, kadar Hb saya diperiksa. Sempat deg-degan dan khawatir bakalan ditolak donor. Takut Hb saya rendah. Untungnya nggak! (kadar Hb saya: 13,2 gram). Karena udah rutin donor mungkin ya, golongan darah saya tidak diperiksa lagi oleh pak petugas. Okedeh. Oiya, berat badan saya hari itu 59 kg, naik 2 kg dibandingin dengan berat badan pada donor sebelumnya.

Oiya, saya sempat beramah tamah dengan salah satu pengunjung (bapak-bapak) pas dia selesai menimbang berat badannya di dekat bagian pemeriksaan Hb darah. 
Saya:   "Berapa pak berat badannya?"
Bapak: (tersenyum) "Oh, 53 kg"
Saya: (tiba-tiba nyeletuk) "Wah, kalah dong dari saya pak, saya 59 kg."
Bapak: "Wah iya ya, tapi berat badan saya emang segitu-segitu aja mbak, jarang pernah naik, mungkin mbak berat di tulangnya kali."
Saya: (ketawa dalam hati) "Haha, iya deh kayaknya pak, tulang saya gede kayaknya."

Dan selanjutnya si bapak tersebut mulai terasa gencar menyapa saya di setiap kesempatan, semacam SKSD gitu. Saya menyesal rasanya beramah tamah dengan pengunjung di sana, seharusnya saya lempar senyum aja ya, nggak usah sampe ngomen hal ini itu macam orang udah kenal lama aja ---____---". Yah, jadinya saya stop beramah tamah dan senyum manis saat donor saya dimulai. Saya fokus pada berita yang ditayangin di tivi mengenai bayi yang ditemui tersangkut di pipa pembuangan toilet di Cina. Seketika pikiran saya teralih dari si bapak yang kayaknya manggil saya dua bed sebelah kanan saya. Eh gila ya, aneh-aneh aja kerjaan orang di Cina ini, udah nggak ada rasa peri kemanusiaan lagi kayaknya di sana, kemaren anak kecil yang ditabrak trus kegiles mobil dua kali mati sia-sia karena dicuekin aja sama orang-orang yang lewat di dekatnya, sekarang giliran jabang bayi yang baru lahir ke dunia udah harus menghadang maut di pipa bauk kayak gitu akibat tidak diinginkan oleh orangtuanya. Dunia emang kejam! pikir saya dalam hati.

Well, back to topic. Kali ini lengan yang saya gunakan buat donor adalah lengan kiri, lengan kanan istirahat dulu dari tusuk-tusukan jarum. Oiya, saya agak nervous ngeliat petugas cewek yang nusuk lengan saya waktu, soalnya dia masih muda banget, masih berstatus mahasiswi di program D1 PMI T.T. Saya sempat merajuk ama mbaknya bilang, "Mbak, nusuknya jangan salah ya mbak." "Oh, oke mbak. Emang pernah kejadian ya mbak darahnya nggak keluar?" kata mbak-mbaknya tersebut. "Bukan saya sih mbak, temen saya pernah tuh udah tiga kali ditusuk, tapi darahnya tetep nggak keluar, jadi jangan sampe salah tusuk ya mbak." (saya takut juga ditujes-tujes jarum berkali-kali begitu, nanti saya makin trauma jaruuum >__<") "Haha, oke mbak, yang penting mbaknya jangan takut, permisi ya mbaaak, tarik nafasnya mbak..." Oke, otomatis saya baca bismillah. Si jarum udah mau nancep.

Nyessss...

Agak ngilu dan sedikit sakit maaak, beda dari donor biasanya. Mungkin karena ganti lengan nih, atau mbaknya masih kurang lihai dalam tusuk menusuk jarum ke kulit, auk deh, pikir saya. Untungnya nyeri dan nyut-nyutan ngilunya masih bisa saya tolerir. Sekarang aja pas muter lagi memori pas donor kemaren di otak, saya masih merasakan ngilu di lengan kiri saya ini :|. Haha.

Selama darah saya diambil saya sempat ngelirik alat di bawah meja di samping kiri saya yang menimang-nimang kantong darah yang dialiri darah saya. Kok agak lama ya proses pengambilan darahnya? Iseng saya nanya ke mbaknya, "Darah saya kali ini diambil berapa mbak?" "Darah mbak diambil 350 cc ya" "Ooo, sama dong seperti donor saya sebelumnya." "Iya mbak, kalau darahnya sudah diambil 350 cc, maka donor seterusnya darah mbak akan diambil sebanyak itu juga karena pertimbangan berat badan dan lain-lainnya sudah memenuhi syarat." "Oooo, gitu ya mbak, iya sih mbak, nggak papa juga, lagian darah AB juga pemiliknya sedikit ya" "Iya mbak, selalu tuh, kita (PMI) itu kekurangan stok darah AB karna emang nggak banyak yang golongan darahnya AB di Indonesia ini." "Iya mbak." saya juga udah tau, bukan di Indonesia aja, di dunia juga setau saya pas baca-baca di internet.
sorry, we are kinda rare :|
Nggak lama (setelah sekitar 5 menitan lebih menurut penghitung waktu yang ada di meja kiri saya), darah saya selesai diambil. Selang yang mengalirkan darah ke kantong darah saya dijepit dan dipotong, kemudian darah saya diambil beberapa tube sebagai sampel guna pemeriksaan laboratorium. Saya agak tegang lagi pas jarum dicabut dari kulit saya, nyesss... masih terasa agak ngilu dan nyut-nyutan juga ternyataaa :|. Lengan saya angkat diatas jantung dan saya siap-siap buat menuju dapur PMI buat ngambil makanan. Kartu donor saya akhirnya distempel lagi buat kelima kalinya! Senang deh! :D

Dan menu makanan yang disediakan dapur PMI hari itu sama persis seperti makanan yang saya dapatkan saat donor sebelumnya, yaitu mie rebus + telor rebus masih lengkap dengan kulitnya + segelas susu milo panas + satu sachet sambal + segelas air putih. Saya pun makan dengan lahap dan terburu-buru biar nggak terjebak macet buat pulang ke kosan. 

Sekian.

I gave blood and I felt good.

Gimana dengan kamu?
Sudahkan donor darah hari ini?
Yuk jadi pendonor,
kita sehat mereka selamat!

:))

Sumber gambar:
google.co.id dengan kata kunci "I am an AB+" dan "donor darah menyelamatkan nyawa sesama"
May 25, 2013

Bersih-Bersih Gigi

Ini adalah postingan yang tertinggal dan tidak lengkap, dipublish sebagai pengingat
written: lupa deh, entah kapan, keburu klik "save" dan kepilih schedule otomatis sih --___--

---

Ehem, sebenarnya agak malu juga nih mau nulis mengenai ini. Tapi, demi kebaikan saya dan kebaikan netizen yang tersesat kesini, saya tulis juga deh... :))

Jadi, waktu libur yang sangat berharga di rumah ini saya habiskan sebagian besar dengan bermalas-malasan dan benar-benar menghabiskan waktu dengan keluarga, menikmati keriuhan dan keramaian yang terjadi. Baru kemarin saya bisa melaksanakan "to-do" list saya, yaitu mengurus E-KTP di kantor camat bareng papa. Saya berangkat jam 3 sore, sampai disana langsung ke tempat registrasi. Antriannya nggak terlalu panjang, kira-kira sekitar 10 orang. Papa yang nyerahin surat pemanggilan ke pegawai di kecamatan, sedangkan saya duduk menunggu di bangku yang disediakan. Nggak cukup lama, saya dipanggil ke dalam. Saya duduk buat ambil foto, rekam tanda tangan, rekam sidik jari, rekam iris mata, trus rekam tanda tangan lagi, selesai deh. Besoknya a.k.a hari ini saya pergi ke dokter gigi buat nambal dan bersihin karang gigi yang keliatannya udah luaama banget numpuk. Bedanya, hari ini saya pergi bareng mama :">

Ruang praktek dokter gigi langganan papa mama tersebut masih seperti yang saya ingat saat beberapa bulan yang lalu, masih tetap nyaman dan masih agak dingin (bukan karena AC-nya). Begitu masuk ke dalam ruang praktek, saya langsung menuju tempat duduk 'tersangka'. Giliran pertama adalah membersihkan karang gigi terlebih dahulu oleh suster. Saya selalu khawatir ketika alat-alat kedokteran gigi masuk ke dalam mulut dan mulai mempreteli gigi saya. Apalagi saat proses pemboran.
May 01, 2013

The Brain of A Blogger

Nemu gambar ini di blognya mbak Titiw. Pas udah dibaca dan dihayati, langsung haqqul yaqin pikiran saya juga begini terhadap blog ini, mau semua serba sempurna dan rapi jali biar yang baca betah berlama-lama nangkring di sini. Mau tau lebih lanjut, mari dibaca aja. Enjoy!
April 15, 2013

I Heart EW

If you really put your heart in what you believe in, even if it makes you vulnerable, amazing things can and will happen." - Emma Watson.

Oh my God, Emma sekali lagi menjadi inspirasi sekaligus role model saya. She is beyond perfect! Everything about her was fabulous and amazing. Happy Birthday Emma! Happy 23rd!
April 08, 2013

Kondangan Cyiiin

sahabat-sahabat magang (Deka, Dila, Nana, & Fuah)
Tanggal 6 April kemaren, saya dan teman-teman magang yang lain datang ke acara pernikahan kak Istie, kakak pegawai seruangan. Nah, excited dong dateng ke acara kondangan buat yang pertama kalinya *terlalu jujur*, makanya saya agak hebring beli alat-alat mekap ini itu buat dandan kece badai ke tempat resepsi, walaupun saya sudah punya beberapa. Alhasil, income saya bulan ini langsung ludes buat belanja mekap tersebut di awal bulan, hiks T.T. Jadi mikir, kenapa harga alat-alat buat dandan yang bagus pada mihil-mihil semua sih? *sigh*

Tapi nggak papa lah, bulan besok saya jadi nggak perlu belanja mekap lagi, sebagai gantinya saya bakal belanja baju dan sepatu baru aja karena baju-baju buat ngantor saya udah mulai pudar warnanya karena keseringan dipakai. Aapalagi sepatu, BEUH! udah ada yang sobek tapaknya dan compang camping butek karena keseringan kena air hujan, keringat kaki, polusi, dan terik matahari X[. 

Jadi, sekian cerita curhat saya mengenai event kemaren ini. Intinya mau masang foto baju yang saya pake ke kondangan kak Istie kemaren bareng ama teman-teman magang yang lain. Muehehehe. ;D Saya cukup puas dengan penampilan saya di hari sakral kak Istie tersebut, nggak norak dan nggak monoton. :D
March 29, 2013

Chance

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”
- H. Jackson Brown Jr. 
March 26, 2013

Crochet

Been in love with crochet patterns I found in pinterest. These are some that I wanna try to make at home. Fortunately and thanks God, mom had ever taught me once how to make crochet. I hope, I will do well... :))

You can also follow madly crochet boards in pinterest here like I did. You will be full of beautiful and helpful tutorial you will find there. That is such a heaven! Hahah

March 24, 2013

Talented Woman

She is Stephanie Valentin. She describes herself as: a french artist, violinist, singer, composer, painter, and sculptor. She often puts new artwork and free downloads on her website like:
- How to draw videos
- Free brushes for Adobe Photoshop (CS2, CS3, CS4), and Gimp
- Painting tutorials (french and english text and pictures)
- Free celebrity wallpaper
- Digital art gallery and print
- Free songs to download (.mp3), lyrics, and sheet music
- Oil painting (musicians, artistic nude, animal...)
- Photo retouching tutorials and pics
- 2D and 3D animation
- Sculpture

I forget how I could know her, but for sure while browsing through youtube, I stumbled upon her channel. Then, the rest is... I felt in love with her work and her talent! Look at the video below to prove what I've written is right or wrong. If I happen to see the result of the image shown from this video somewhere else (not from youtube or blogs), I would probably think that is a photograph of an artist, not a digital painting.

Above all comments I made for her, she is very talented and amazing woman!


Subscribe to her channel? :)) 
March 14, 2013

Saya lagi butuh dan pengen...

Samsung Galaxy Camera White Edition.

Yang penting atas nama kamera sih, yang bisa menangkap image dengan kualitas bagus, dan tentunya dibanderol dengan harga yang bersahabat sama isi dompet :)). Semoga bisa cepat punya... *bung nabung* :D
March 13, 2013

Perkara Wajah

Sedihnyaaa liat wajah sendiri di cermin sekarang :((. Tiap ngaca, selalu nampak jerawat-jerawat menghiasai wajah bertipe berminyak ini. Ada jerawat kecil-kecil dan juga yang besar-besar merah, bikin sakit linu-linu kalau dipegang. Pipi kiri dan kanan juga nggak absen dijajah jerawat beberapa bulan ini. Nah, beberapa hari ini bagian rahang kiri dan kanan juga ikut-ikutan dihuni berame-rame oleh jerawat. Maaak, saya mulai stres melihat kondisi wajah yang mengenaskan akibat invasi jerawat ini, apalagi kalau melihat peninggalan dari jerewi yang dulu-dulu, yaitu kulit muka yang bopeng bolong-bolong kayak bulan, nggak mulus kayak pas baby :((. Ah, jadi merasa berdosa ke mama karna nggak menjaga badan dan wajah dengan baik dan benar seperti mama dulu yang hati-hati dan telaten banget mengurus badan dan wajah saya waktu bayi >,<.

Lain cerita, saya paling bete dan kesel banget pas ritual membersihkan wajah a.k.a cuci muka. Beuh! kalau sembarangan dan nggak hati-hati meratakan busa sabun ke wajah, si jerawat yang bersemi bakalan berisiko tinggi buat kesenggol dan abis itu nyut-nyutan sakit karna meradang. Hiks! T,T. Bagian dahi saya aman sih dari jerawat gede-gede, kadang-kadang aja sih jerawat gede suka numbuh satu-satu, tapi begitu udah matang langsung saya pencetin tuh biar keluar isinya, haha. Jadi, si jerawat nggak bertahan lama-lama di jidat ^.^.

Duuuh, jadi mikir, cewek mana sih zaman sekarang yang nggak hebring buat memoles dan mendandani wajahnya biar kelihatan cantik, manis, dan mempesona? Eits, eits, kalau nggak mau ngomongin cewek ber-make up tebal, gini deh, yang dasarnya dulu ber-make up, yaitu kulit wajah itu sendiri. Cewek manaaa yang nggak mau wajahnya stay clean, young, bright, healthy, and glowy? Tell me! Sebut deh semua artis dalam dan luar negeri yang rela merogoh kocek dalam bahkan terlalu dalam buat merawat wajah mereka yang berharga. Mereka sadar bahwa wajah merupakan salah satu aset dari tubuh yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya demi menjagai kepercayaan diri dan menunjang pekerjaan mereka.

Well, untung di umur yang mulai meninggalkan 21 ini, saya sudah sadar dan sudah termasuk golongan mereka yang care dengan perkara merawat dan mengurus wajah. Haha, udah masuk usia mencari jodoh dan serius dengan masa depan sih ciiin, makanya nggak boleh plin plan lagi dan musti kudu serius ngerencanain buat masa depan, heheh :). 

Cerita dikit nih. Dulu, pas SMA, saya termasuk cewek yang biasa aja dalam hal dandan, baju, dan lain-lainnya. Bukan cewek average, below average mungkin (*membatin). Ya sekarang, nggak modis juga sih,  apalagi masuk kalangan fashionista yang glamor itu. Seenggaknya saya udah sadar buat memakai pakaian dan aksesoris yang bagus, indah, serta rapi dan nggak bikin sakit mata orang :p. Back to topic, wajah saya pas SMA bisa dibilang nggak terlalu bermasalah. Jerawat ada, itu pun nangkring di wajahnya nggak nyebar, nggak banyak dan kecil-kecil. Perkara bebersih wajah pun, saya hanya paham dan kenal yang namanya sabun cuci muka dan pelembab Pond's dan Biore yang dikenalkan oleh tivi pada saya << korban iklan.

Pas zaman kuliah, di tingkat 2 lebih tepatnya, asal usulan dari teman (sebut saja namanya Ika :D) dan suntikan dana dari kampus, saya memberanikan diri buat perawatan wajah di dokter kulit di Kramat Jati, Dokter Inong lebih tepatnya. Saya ke sana atas rekomendasi dari kakak tingkat yang juga perawatan di sana. Setelah treatment dengan dokter tersebut, wajah kakak tingkat ini saya lihat jadi bersih, cerah, dan yang pastinya bebas dari jerawat. Maka berbekal bukti nyata tersebut, saya dan kak Rizka (kakak tingkat teman main juga) datang ke Kramat Jati memulai treatment dengan sang dokter. 

Singkat cerita, saya cocok dengan dokter tersebut, berlanjut lah treatment beberapa bulan. Tapi, sempat berhenti karna saya pulang ke Padang dan nggak ada duit buat nebus obatnya. Payah deh. Habis itu saya vakum ke dokter beberapa bulan. Untungnya wajah saya baik-baik aja selama vakum tersebut. Nah, pas kapan gitu ya, waktu lihat wajah, eh kok jerawatan lagi? Balik lagi lah saya ke dokter Inong buat lanjutin treatment jerawat yang tertunda. Pas ketemu dokter, langsung diomelin deh karna saya nakal nggak ngikutin dengan rutin dan patuh treatment dokter. Katanya saya harus ngulang treatment dari awal lagi deh karna treatment sebelumnya jadi sia-sia dan nggak guna karna nggak diterusin. Whoaaa... sediiih!!!

Hal yang sama terulang kembali ketika saya pulang kampung buat liburan kuliah. Dan kali ini saya tidak berniat lagi meneruskan treatment di dokter Inong karna takut ketergantungan pada obat-obatannya. Lagian perawatannya juga bikin dompet saya menjerit nggak kuat, nggak kuaaat. Saya kan pengen juga beli baju, sepatu, tas, dll selain ngurusin muka doang.

Saya sempat putus asa dengan upaya membasmi jerawat. Masalahnya, si jerawat nggak pernah benar-benar hilang dari wajah saya. Jadi, mikirnya ngapain dibasmi? toh dia bakalan balik lagi, dicegah aja deh. Seperti saat ini, pas semangat saya lagi drop banget buat merawat jerawat, begitu baca blog ini di salah satu kotak komentar postingan blog mylovelysister, saya jadi semangat lagi. Vitacid? penemuan terbaru buat menyembuhkan jerawat? apa iya? beneran? serius bisa? Jadi berniat nyobain Vitacid kan jadinya, apalagi habis baca-baca komen di FD. Gimana yaaa... *mikir*
March 09, 2013

Donor darah ke-4

Alhamdulillah, hari ini saya sehat dan bisa kembali mendonorkan darah sesuai niat awal (menjadi pendonor darah tetap sukarela). Kali ini saya mendonorkan darah di PMI DKI Jakarta yang beralamat di Jalan Kramat Raya no. 47 Jakarta Pusat. Berhubung saya naik Transjakarta dari arah Kampung Melayu, maka saya berhentin di halte Pal Putih dan jalan kaki sebentar en dikit buat nyampe ke gedung PMI-nya. Kali ini saya ditemani Dinny yang dengan murah hati mau menemani saya di wiken yang berbahagia ini :)). 

Pas masuk halaman kantor PMI, saya langsung nanya sama pak satpam kalau mau donor ke mana. Pak satpam langsung menunjuk gedung tepat di depan pintu masuk. Kita (saya dan Dinny) segera masuk ke dalam gedung yang dimaksud dan saya kembali bertanya pada resepsionis. Hehe, saya nanya mulu di sana, takut sotoy sih :p. Maklum aja, ini kali pertama saya bertandang ke PMI ibukota, jadi rada grogi.

Oleh resepsionis, saya disuruh mengisi formulir pendaftaran yang berisi keterangan diri yang diperlukan buat database pendonor di PMI seperti nama, tanggal lahir, alamat tempat tinggal, keterangan terakhir donor, riwayat penyakit, berat badan, dll. Formulir ini seperti yang juga ada di mobil donor darah itu, lho. Setelah diisi dengan benar dan lengkap, saya menyerahkan formulir pendaftaran tersebut berikut kartu donor ke bagian pendaftaran yang dijaga ibu petugas yang ramah dan murah senyum. Saya duduk di bangku yang disediakan dan menunggu ibu tersebut meng-entry data saya. Sesekali mata saya beredar ke sekeliling ruangan yang dipadati pengunjung. Rame banget yang mau donor hari ini, antrian tunggu periksa tensi-nya panjang benerrr. 

Setelah data saya di-entry, kemudian saya beranjak ke kursi ruang tunggu, antri menunggu giliran dipanggil buat cek kadar Hb dan golongan darah. Sesekli saya ngobrol-ngobrol dengan Dini dan sekali-sekali nonton tivi sambil celingak-celinguk liatin sekitar dan orang-orang yang akan mendonor. Yah, guna membunuh waktu :p. Kira-kira tiga puluh menit kemudian nama saya dipanggil. Kadar Hb dan golongan darah saya dicek di bagian pemeriksaan Hb oleh seorang bapak berbadan besar dan tegap. Hb saya untuk donor yang ke-4 ini adalah 12,9 gram, selisih 0,4 dari batas ambang dibolehkan mendonor (minimal 12,5 gram). Saya sedikit waswas karna takut ditolak, tapi Alhamdulillah..., untungnya enggak, jadi lega deh :D. Lalu saya dipersilakan ikut duduk bergabung dengan pengunjung lain yang mengantri dokter untuk cek tensi. Ada dua orang dokter untuk pemeriksaan tensi, masing-masing berada di ruangan dokter yang terpisah. Di sini, saya hanya duduk sendiri bersama pengunjung lain, Dinny menolak ikut.

Pas lagi liat-liat dan denger percakapan salah satu calon pendonor dengan ibu-ibu bagian pendaftaran, saya dapat info kalau hari Sabtu dan Minggu merupakan hari yang paling banyak pendonornya, jadi PMI agak sibuk dan rame. O begitu, pantesaaan... Emmm... keliatan sih. Mungkin karna hari senin sampai jumat, pendonor-pendonor masih sibuk ngantor ya jadi nggak sempat nyiapin fisik, mental, dan stamina ke PMI buat donorin darahnya, kayak alasan saya yang datang di hari Sabtu :)).

Nah, setelah nunggu beberapa menit, akhirnya nama saya dipanggil juga ke dalam ruang periksa dokter. Saya kebagian diperiksa di ruangan dokter 1. Di dalam ruangan sudah ada dokter wanita yang menyambut saya dengan senyum :D. Badan beliau kecil tapi cekatan, walaupun umur beliau sudah tak muda lagi. Tensi saya diukur dan alhamdulillah tekanan darah sistole saya 120/70, termasuk normal. Saya diminta menyumbangkan 350cc darah hari ini oleh dokternya. Saya setuju aja karna saya merasa sanggup mendonor segitu dan memang PMI lagi kekurangan stok darah AB.


Kemudian saya masuk ke ruangan pengambilan darah di bagian sebelah kiri ruangan dokter. Sudah ada beberapa pendonor tampak sedang diambil darahnya di dalam ruangan tersebut. Kalau saya tidak salah ingat, ada 10 kasur tersedia di bagian kiri ruangan pengambilan darah tersebut. Sedangkan di bagian sebelah kanan dari ruangan dokter 1 tadi, saya sempat melihat ada seorang bapak-bapak sedang melakukan donor apheresis (donor darah untuk komponen darah tertentu).

Saya menyerahkan kartu donor dan formulir-formulir lainnya ke petugas dan duduk menunggu. Pas saya duduk dan menunggu nama saya dipanggil, mata saya terpancang ke bagian tempat cuci lengan donor. Oh ya! saya harus nyuci dan mastiin lengan saya bersih dan steril dulu sebelum donor! Lupa deh, padahal udah nonton video step by step prosedur donor darah oleh PMI ini, tapi saya masih aja kelupaan :p. Maka saya bergegas ke sana dan mencuci bersih lengan kanan dan kiri saya lalu mengeringkannnya dengan mesin pengering dan dilap pake tissue biar benar-benar kering. Lalu, saya kembali duduk manis, menunggu. Aaah... hidup adalah sebuah penantian...


Setelah nunggu beberapa menit, nama sapa dipanggil oleh petugas pria. Saya ditanya lengan donornya sebelah kanan atau kiri. Karna saya lebih suka yang kanan maka saya bilang lengan kanan ke petugasnya. Saya berbaring di kasur yang berada di dekat pintu masuk. Di sebelah kanan saya liat udah berbaring mas-mas bergolongan darah B yang barengan sama saya waktu pemanggilan nama tadi. Petugasnya mendahulukan mas-mas tersebut karna melihat saya masih rempong dengan tas dan hape, hehe. Yasudah. Saya tungguin petugas tersebut mengambil darah mas-mas tadi sambil nonton tivi yang bahas bola sambil melipat lengan baju kanan saya.

Giliran saya tiba, lengan atas saya dibalut alat pengukur tensi dan mulai dipompa hingga tangan saya terasa diremukkan dan agak kebas. Petugas menanyai golongan darah saya kembali guna memastikan, kemudian tangannya udah sibuk mempersiapkan selang, jarum, dan kantong darah. Saya mulai mengatur nafas dan membaca basmalah. Semetara itu, petugas PMI membersihkan lengan donor saya dengan alkohol dan mulai mengarahkan jarum ke sana. Nyeeessss... tusukan jarumnya menghasilkan sensasi ngilu.

Alhamdulillah, darah saya segera langsung mengalir lancar ke kantong darah yang berada di bawah meja sebelah ranjang. Pas saya nengok ke lengan kanan, ngecek tempat jarum menempel, saya agak kaget karna petugasnya menusukkan jarum tersebut bukan ke lipatan tangan, tempat biasanya kalau saya mendonor. Kali ini jarumnya menempel di pembuluh darah saya (yang hijau) yang terlihat jelas di permukaan kulit itu lho. Errr, untung darah saya nggak muncrat ke mana-mana pas ditusuk jarum gede tersebut pas di pembuluh darah yang gede itu >,<.

Seperti biasa, sembari menunggu darah saya diambil, saya kadang bengong, kadang nonton tivi, kadang liatin langit-langit, dan liatin hape aja sambil gerak-gerakkin jari-jemari di tangan kanan. Kayaknya donor kali ini tangan saya terasa agak kebas dan dingin boook... Jadi saya terus gerak-gerakkin jari-jari membuka dan menutup biar tangan saya nggak mati rasa. Untungnya saya juga tidak pernah mengalami pusing atau mual selama mendonor, anteng-anteng aja. Mungkin ditunjang dan tertolong banget ya karna punya body besar dan nafsu makan yang juga nggak kalah besar, hahaha :D.

Kira-kira lima belasan menit atau kurang, darah saya sudah selesai disedot. Petugas di samping saya mulai membenahi kantong darah dan mengambil 3 tube darah saya sebagai sampel guna diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Darah saya, begitu juga darah para pendonor lainnya akan diperiksa dengan lebih teliti lagi dan seksama sebelum nantinya darah tersebut diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Berhubung saya tidak pusing dan tidak mual, saya segera merapikan lengan baju dan diri lalu meluncur ke kantin untuk mengambil makanan yang disediakan PMI. Makanan yang disediakan PMI hari ini adalah mie rebus, telur rebus, multivitamin penambah darah, susu coklat, dan segelas air putih. Alhamdulillaaah... enak! Saya makan dong dengan lahap karna lapar :p

Setelah makan, saya keluar dan menemui Dini yang menunggu di resepsionis. Kami kemudian shalat (di mushala PMI yang kurang nyaman dan kecil di sebelah atm dekat gerbang masuk >,<) lalu naik angkot ke Kampung Melayu buat makan (lagi di PH, hahaha) lalu ngambil foto wisuda Dini di Myra Photography.

Alhamdulillah, Allah masih memberkahi saya kesehatan dan kekuatan sehingga hari ini saya bisa kembali sedekah darah. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan pada saya sampai saya tidak mampu lagi mendonorkan darah saya. Saya selalu berharap dan berdoa semoga darah saya sehat dan bermanfaat bagi yang membutuhkannya dan tidak terbuang karna rusak :p. Amiiin, amiiin...

Mari, jadikan donor darah sebagai gaya hidup!
KITA SEHAT, MEREKA SELAMAT

March 05, 2013

Promosi...

... Selama ini dasar yang dipakai untuk menilai seseorang yang akan dipromosikan adalah pemeriksaan kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Namun, pada era keterbukaan ini kiranya penilaian itu perlu ditambah dengan kepatuhan. Seseorang layak dan patut belum tentu mempunyai tingkat kepatuhan seperti yang diharapkan. Disamping itu kepatuhan merupakan ukuran yang sangat penting dalam melaksanakan tugas yang dibebankan dan menjadi tanggung jawab seorang pemangku jabatan struktural agar dalam melaksanakan tugas pekerjaan selalu dalam jalur yang telah ditetapkan. 

Sebagai lembaga yang profesional dalam penyediaan kebutuhan informasi statistik baik untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta masyarakat luas secara cepat, tepat, dan akurat maka BPS mempunyai tanggungjawab dan tantangan besar yang harus dihadapi. Tak ada pilihan lain bagi warga BPS kecuali selalu berusaha dan bekerja keras untuk meningkatkan mutu dan data statistik yang dihasilkan. Hal ini bisa dilakukan antara lain melalui peningkatan mutu SDM, penguasaan TI, disipilin, serta penyegaran wawasan. Dengan demikian, untuk mewujudkan misi organisasi maka mutasi, baik yang bersifat promosi maupun rotasi adalah salah satu hal yang harus dilakukan.
...

*disalin dari Buletin HAISSTIS No. 3 Tahun 5, Edisi Oktober.
February 27, 2013

Important


Salah satu investasi masa depan yang tidak bisa tidak dilakukan adalah pada PENDIDIKAN ANAK-ANAK kelak.
Nana. K. 
February 24, 2013

7

Terinspirasi dari postingan di sini dan di sini, saya jadi pengen ikutan nulis 7 hal mengenai saya. Bukan buat apa-apa, cuma buat fun dan sharing agar pembaca sedikit mengenal yang nulis blog ini. Nulisnya acak aja, nggak ngurut. SoLet's get started! 

7 Hal yang saya takuti:
  1. Dijauhi Allah, apalagi dijauhkan hidayah oleh Allah.
  2. Dijauhi orang-orang yang saya cintai dan saya sayangi. Saya tidak suka momen harus berpisah atau kehilangan mereka.
  3. Terlalu kesepian yang menimbulkan pikiran "Saya ini nggak guna, kenapa sih ditakdirin buat lahir ke dunia?"
  4. Masuk neraka. Astaghfirullaaaah...
  5. Gagal menjadi anak yang berbakti pada orangtua.
  6. Gagal menjadi wanita dan istri yang shalehah.
  7. Bermusuhan dengan siapa pun. Saya cinta damai dan tidak suka permusuhan, lebih suka punya banyak teman dekat.
7 lagu acak saat ini:
  1. Fatin Shidqia Lubis - Diamonds
  2. Jason Mraz - I Won't Give Up
  3. SHINee - Lucifer
  4. Girls's Generation - I Got A Boy
  5. Girls's Generation - Flower Power
  6. Dream Theater - Hollow Years
  7. YUI - Again
7 Hal yang saya suka:
  1. Mendem di kamar, ngelakuin hal-hal yang disenengin, contohnya ngenet (twitteran, blogging, tumblr-an, pinterest-an, baca-baca random artikel; kalau semisalnya artikelnya dalam bahasa inggris, dibaca keras-keras buat ngelatih pronounciation, donlot drama korea, donlot video makeup/hijab), baca-baca buku atau tidur cantik :))
  2. Jatuh cinta, karna bikin semangat dan wajah jadi ceria! Haha
  3. Kamar bersih dan rapi. Kalau tidak bersih dan tidak rapi, berarti mood saya hari itu berantakan dan lagi mager.
  4. Duh apalagi ya... *mikir*
7 important things in my bedroom:
  1. Kasur dengan seprei bersih & harum, bantal dan selimut!
  2. Alquran beserta sajadah dan mukenah buat ibadah
  3. Laptop beserta modem buat ngenet + menjangkau dunia maya
  4. Hape
  5. Tisu
  6. Alat-alat makeup
  7. Sapu karna saya suka bersih-bersih kamar
7 hal paling sering yang saya katakan:
  1. Mmm...
  2. Gitu ya?
  3. Lagi males
  4. Nggak ah
  5. Masa sih?
  6. Maaf, biyaneee...
  7. Eotokkeee... *.*
Hal-hal penting yang saya rencanakan sebelum mati:
  1. Kuliah S2, kalau kuat biaya dan tenaga, lanjut S3
  2. Nikah di umur 25 atau 26 (semua diserahkan pada Allah sebagai Yang Maha Menetapkan takdir)
  3. Punya tiga atau empat anak yang berkualitas bareng suami, anak pertama maunya cowok, anak kedua dan ketiga kembar identik cewek, dan adek bungsunya cowok. (hahaha, udah direncanain walaupun calon belum ada :p)
  4. Umrah bareng keluarga, minimal bareng mama dan papa & abang
  5. Naik haji
  6. Buka usaha buat nambah pendapatan, buat tabungan pendidikan anak-anak dan pensiun
  7. Bahagiain orangtua dengan segala daya dan upaya
  8. Bayar hutang
  9. Ibadah yang khusuk buat nyiapin bekal hidup abadi di akhirat
Akhirnya kelar. Buat item terakhir nggak bisa bikin listnya hanya sampe 7 aja karna masih pengen ngelakuin banyak hal sebelum mati. Semoga semua kesampaian dan diberikan kemudahan oleh Allah. Amiiiin...

Minggu ini

Hari ini nggak ada kegiatan menarik yang saya lakukan selain ngenet dan baca-baca artikel (apa pun itu yang bikin otak mikir). Niatnya sih pagi ini sampe malam mau ngerjain tugas yang dikasih Pak Feri, tapi gatot dongs T.T. Maka, pagi tadi, dengan suksesnya memaksa bangun diri ini jam setengah enam pagi, saya langsung berbenah kamar. Setelah itu lanjut rendam baju-baju kotor, lirik-lirik seisi kamar apa-apa aja yang udah kotor. Ritual harian banget. Tapi, saya senang-senang aja tuh ngelakuinnya, kan ujung-ujungnya kalo semua bersih, hati saya bersih juga, pikiran tentulah bersih dan damai. O:))

Tadi pas bangun tidur siang, niatnya turun ke lantai 1 (kosan eke lantai 2 cuy) itu mau ngambil gelas buat minum doang, eh tapi pas liat tumpukan piring-piring dan gelas-gelas kotor bekas hari-hari sebelumnya menggunung minta dicuci, ya ngacir ke tempat cuci piring nyuci bersih-bersih mereka semua sampai kinclong dan keset. Abis itu, buka kulkas buat ambil yakult. Tapi, mata langsung tertumpu ke kotoran-kotoran sisa-sisa saus sambel dan kecap yang menempel di pintu kulkas dan di body-nya. ERRR... tangan saya gatal pengen ngebersihin! Jadilah, saya bongkar-bongkar sendiri tuh isi kulkas, bersihin trus rapihin dan nata ulang isi-isinya. Legaaa banget pas liat barang-barang bersih dan rapi atau apa-apa di kosan bersih dan teratur. Jadi, saya nggak pusing kalau mau nyari-nyari sesuatu. Pikiran pun tentraaam.

Sekian.
February 16, 2013

unspeakable

I don't understand some people's choices and thoughts about something. They didn't realize that they had made other people's life worsen because of their choice.
- Nana Khaira

February 12, 2013

Jodoh?

Bicara perkara jodoh rasanya nggak bisa jauh-jauh dari bicara masalah pasangan hidup. Dalam pemahaman saya saat ini, jodoh adalah pria yang menikah dan setia mengarungi bahtera rumah tangga dengan saya sampai mati. Itulah jodoh saya. Ngomong-ngomong masalah jodoh ini, saya semakin penasaran aja dengan jodoh yang telah ditetapkan Allah untuk saya sejak masih di dalam perut mama. Memang ya, perkara rezeki, maut, dan jodoh adalah perkara Ilahi, tidak ada satu orang manusia pun mengetahuinya. Namun, rasa penasaran saya makin besar kala umur makin nambah alias jatah hidup di dunia berkurang. Beuh!

Saya mulai diliputi kekhawatiran semenjak teman-teman saya banyak yang memutuskan menikah dan mulai membina rumah tangga baru. Dalam pikiran saya Kok mereka cepet bener ya mutusin buat nikah? Udah siap lahir batin banget pasti tuh, atau Eh gilak, yakin banget ya yang dinikahinya itu adalah jodohnya. Hmmm... hmmm... lantas jodoh saya siapa ya? Saya ntar ketemu kapan ama dia? Ketemunya di mana? Udah kenal sebelumnya atau nggak ya? Nikahnya kapan? Kapan? KAPAN?" Tiba-tiba saya muram dan mulai merasa iri dan sedih. Teman-teman saya banyak yang sudah memiliki tambatan hati sedangkan saya tidak pernah punya. Jika pun saya suka ke seorang keturanan Adam, saya tidak pernah berhasil mengembangkannya menjadi hubungan yang lebih dari teman. Mmm... mungkin dengan cara itu Allah menjaga saya? Insya Allah deh. Saya ngaku, untuk urusan asmara, saya minim pengalaman.

Saya jadi khawatir dengan hubungan percintaan saya dengan seorang lelaki kelak. Saya takut mengecewakan lelaki saya dan membuatnya sedih sekaligus karna kecewa menjalin cinta dengan saya. Bisakah ia bisa menerima segala kekurangan saya seperti saya yang juga akan berusaha menerima segala kekurangannya? Saya kan juga bercita-cita menjadi istri yang shalihah buat suami saya kelak. Alasannya tentu saja untuk meraih ridho Ilahi dan mendapatkan surganya. Amin, amiiin... :))

Ah, intinya, saya galau masalah jodoh ini. Saya concern banget dengan masalah ini karna ini menyangkut masa depan anak-anak saya kelak. Saya ingin memberikan semua hal terbaik buat anak-anak saya kelak. Tentu saja hal itu dapat dimulai dari sekarang dengan telaten dan serius mencari ayah yang baik buat mereka. :D Tapi, itu semua kembali pada diri saya sendiri juga ya, seperti artikel yang saya baca di sini, yaitu:
Kisah gadis Bani Ma’zhum itu juga memberikan nasihat pada manusia di zaman setelahnya, bahwa jodoh merupakan amanah Allah. Amanah yang hanya akan diberikan pada seseorang yang dianggap telah mampu memikulnya kerana amanah merupakan sesuatu yang harus dipelihara dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Manakala kita belum dikurniai amanah jodoh oleh Allah, mungkin belum waktunya untuk kita memikul amanah tersebut. 
Sikap kita yang paling baik dalam hal ini adalah sentiasa bersangka baik (husnudzon) kepada-Nya. Kerena sesuatu yang kita cintai atau sesuatu yang kita anggap baik (jodoh) belum tentu baik bagi kita menurut Allah. Begitu pula sebaliknya sesuatu yang kita anggap buruk bagi diri kita belum tentu buruk menurut ilmu Allah. “Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu. Kamu tidak mengetahui sedangkan Allah Maha Mengetahui.” (QS. 2:216)
dan di sini, yaitu:
Maka bersibuk-sibuklah tuk perbaiki diri, sehingga ketika ia datang, engkau benar-benar telah siap menjadi jodoh terbaik yang Tuhan berikan kepada pasanganmu.
Semoga diri ini selalu belajar setiap hari dan memiliki akhlak yang cantik. Semoga dimudahkan dan dibimbing olehNya. Amin.
February 10, 2013

Favorit: Whulandary Herman


Nama Lengkap: Whulandary Herman
Tempat & Tanggal Lahir: Pariaman, 26 Juni 1989
Umur: 23 tahun
Suku: Minangkabau
Asal: Sumatera Barat

Prestasi:
1.  Pemenang II Wajah Femina 2008
2.  3rd Runner Up & The Best Catwalk di International Model of The Year Korea
3.  Asian Top Fashion Model of The Year February 2010 di Hangzhou, China
4.  Puteri Indonesia 2013


Siapa sangka dara cantik ini berasal dari Pariaman, Sumatera Barat? Makin bangga aja saya berdarah murni minang! Saya nggak nonton uni cantik dan kamek ini pas dipilih sebagai Puteri Indonesia waktu malam penobatan. Saya ketiduran pas nungguin iklan -_-", ahh! Untunglah ada internet, bisa buka youtube, jadi bisa nonton ulang :D. Malam itu saya sempat nggak ngeh kalau ada acara pemilihan Puteri Indonesia di Indosiar. Thanks to twitter, saya dapat info dan langsung nyalain tivi.

Pas pertama lihat uni yang mewakili Sumatera Barat di ajang puteri Indonesia ini, langsung komen dan berdecak kagum dalam hati, "Wiiih, bening dan seksi ya cewek ini, kulitnya eksotis pula, punya body model abis". Packaging-nya keren deh! Juara! Seperti biasa, saya jadi penasaran dengan latar belakang uni Whulan. Googling-lah, baca-baca. Usut punya usut, ooo... ketahuan deh kenapa tuh body maut banget aduhainya karena si uni ini model profesional ternyata, panteslah anggun bener gaya jalannnya di catwalk, udah biasa sih buat dia! Pas baca-baca lagi, ketahuanlah kalau dia lahir di Pariaman, besar di Padang. SMA-nya di SMAN 2 Padang lho ternyata, salah satu SMA favorit di Padang selain SMA 1, SMA 10, dan SMA 3. Wuih wuih... Prestasinya nggak hanya di Indonesia aja, di Internasional juga! *makin berdecak kagum*

Selain info tersebut, saya baca juga nih ternyata uni Whulan katanya nggak bisa makan nasi selain nasi Padang, alias berasnya diimpor dulu dari Padang. Menurutnya, dia masih belum terbiasa dengan makanan selain masakan Padang. Maka dari itu, mamanya setia dan selalu mengirim rantang berisi nasi padang lengkap dengan rendang sewaktu ia mengikuti karantina Puteri Indonesia. Haha, saya paham banget kondisi uni Whulan karena saya juga nggak bisa cocok makan makanan selain masakan Padang di rantau orang. Ckckck. Makin simpatik aja deh jadinya sama si uni.

Mau gimana ya, masakan Padang udah cocok banget di lidah saya, susah buat menyesuaikan dengan masakan Jawa yang manis atau masakan Sunda yang sedikit bumbu, atau pun masakan lainnya. Terkesan picky ya jadinya, tapi emang gitu kenyataanya. Coba deh tuh yang biasa makan nasi beserta lauk tiap hari trus tiba-tiba makanan utamanya diganti semua jadi roti isi keju atau susu atau selai. Eneg? Nggak kuat kan? Nah gitu tuh rasanya. Kalau pun saya makan masakan lain selain masakan Padang, itu dilakukan semata-mata demi mengganjal perut, nyobain kuliner baru, dan menyambung nyawa *peace ^.^v becanda ah*.

Back to topic. Dari uni Whulan, saya mendapat inspirasi dan pembelajaran. Pertama, kasih sayang ibu memang sepanjang masa dan tak terhingga. Cinta tulusnya dapat membentuk buah hatinya menjadi pribadi yang dewasa dan tumbuh mandiri. Mamanya uni Whuland emang super keren, neneknya juga! Saya sungguh salut banget sama mamanya yang membiasakan Whulan untuk pulang kampung ke Padang ketika ia merasa sendirian dan sedang tidak ada pekerjaan. Mamanya mengajak uni Whulan untuk mengunjungi saudara-saudaranya di ranah minang agar ia tetap down to earth dan tetap ingat dari mana ia berasal. Tentulah tipe mama seperti mama uni Whulan layak dicontoh. Tipikal mama yang selalu ada untuk anak-anaknya, mendukung cita-cita dan karir anak-anaknya, tak pernah lelah memberi perhatian dan cinta buat anak-anaknya tersebut. Mama yang hebat dan perkasa! Saya bertekad akan mendidik anak-anak saya kelak seperti mama Whulan mendidik anak-anaknya, walaupun tidak mungkin akan sama persis.

Benar-benar gadih minang yang mengagumkan! Adik-adik uni Whulan pasti sangat bangga mempunyai kakak seperti dia. Salut aku padamu Uni!
February 09, 2013

Pray for Nasywa

Seandainya saya seorang yang kaya, bergelimang harta benda, maka saya akan segera membantu biaya pengobatan adik kecil yang imut dan lucu ini. Sayangnya saya tidak diamanahkan oleh Tuhan seperti itu :((

Duhai tuhan, mungkin orangtua Nasywa tengah bertanya-tanya saat ini, mengapa cobaan seperti ini yang Engkau berikan pada mereka. Hikmah apa yang hendak Kau berikan pada keluarga mereka?

Seuntai doa kuantarkan padaMu, Tuhan, agar kesembuhan Engkau berikan pada adik kecil manis nan malang ini. Semoga Engkau memberikan ketabahan berlebih-lebih bagi orangtuanya. Semoga dosa-dosa mereka Engkau ampuni. Amiin...

Mari pembaca blog saya, mari sama-sama kita ringankan beban orangtua Nasywa.
sumber: proposal bantuan oleh orangtua Nasywa
Nasywa sebelum operasi

Nasywa pasca operasi
:((
Cepat sembuh ya Nasywa, kakak turut mendoakan kesembuhanmu. Yang tabah ya :'(
Semoga Nasywa segera diberikan kesembuhan dan ia bisa menjalani kehidupannya seperti dulu lagi. Semangat Nasywa! Kamu pasti kuat!

Dari:
kakak yang tidak mengenal kamu sebelumnya.
February 02, 2013

Narsis dan Fotogenic

Berhubung saya besok mau foto tahunan, saya iseng nyari artikel agar bisa keliatan bagus di lensa kamera dan di cetak nanti. Artikel berikut saya copy-paste di sini dari blog ini dengan sedikit perbaikan bahasa dan kalimat.
Hal yang harus diperhatikan agar tampak fotogenik:
1. Ekspresi & Fokus Mata
Dalam pemotretan, sang fotografer sering meminta model untuk "mengisi mata", maksudnya adalah sorot mata yang ekspresif saat menatap kamera, tatapan mata yang terlihat kosong memberi kesan kurang hidup. Caranya bukan dengan "membelalakkan mata" tapi coba bicara dengan hati dan pikiran untuk lebih membantu, nggak ada salahnya berkaca di depan cermin untuk melatih ekspresi.
2. Bahasa Tubuh
Menjaga postur tubuh saat duduk, berdiri, berjalan memilki nilai penting. Hal ini menunjang bahasa tubuh saat berpose di depan kamera dalam pemotretan sehingga gerakan terlihat lebih luwes, elegan dan tidak kaku. Hal ini memudahkan fotografer untuk mengarahkan gaya sesuai dengan busana yang dipakai.
3. Penampilan Serasi
Selain wajah segar, make-up dan rambut yang menunjang, busana yang sesuai dengan bentuk tubuh dan warna kulit juga memberi pengaruh. Hindari busana yang membuat kita tampak lebih gemuk atau terlihat lebih pendek.
4. Jangan Mengandalkan Teknologi
Walaupun teknologi digital membantu menyempurnakan hasil foto, sebaiknya merias wajah tetap dilakukan untuk menunjang hasil akhir. Biasakan mengaplikasikan riasan dengan halus dan membaur, karena inti dari merias wajah adalah menonjolkan kelebihan dan menyamarkan kekurangan.
5. Angel Wajah
Bagian kiri dan kanan wajah terkadang berbeda maka dari itu dibutuhkan latihan angle untuk mendapat sisi yang paling menarik. Biasanya dapat dicoba setelah beberapa kali foto. Tulang pipi tinggi dan rahang yang menonjol di salah satu sisi biasanya menjadi angle andalan karena menunjukan karakter lebih kuat.
6. Percaya Diri
Percaya diri bahwa semua kekurangan dan kelebihan tiap individu merupakan anugerah. Hal ini membuat seseorang menjadi unik dan menarik. Tanpa keyakinan tersebut sebuah foto tidak akan menghasilkan karya yang maksimal.
7. Kesegaran Kulit
Kulit wajah yang terlihat segar dan terawat sangat bersahabat dengan kamera. Jika pemotretan berlangsung keesokan hari, hindari tidur larut malam karena akan mengakibatkan kulit berminyak dan tampak “layu”. Untuk mengatasi masalah ini, bisa dibantu dengan membasuh wajah dengan air dingin di pagi hari untuk mengecilkan pori, setelah itu pakai pelembab wajah.
8. Riasan Wajah Sesuai dengan Lokasi.
Pemotretan outdoor dan indoor memiliki teknik riasan yang berbeda. Riasan outdoor sebaiknya diaplikasikan dengan gaya riasan seminimal mungkin. Gunakan alas bedak waterproof dan perona mata warna pastel. Untuk pemotretan indoor, sesuaikan dengan kondisi dan tema.
9. Bekerja sama dengan tim pemotretan
Berkomunikasi dengan tim pemotretan muali dari perias wajah, pengarah gaya, hingga fotografer mengenai konsep foto yang akan dikerjakan. Hal ini akan mencairkan suasana sehingga terasa nyaman, dan menciptakan mood yang baik, hasil karya pun akan terlihat tidak kaku.
10. Riasan Wajah yang Tepat
Pilihlah alas bedak yang berbentuk cair yang mudah diaplikasikan agar riasan pada foto tidak terlihat seperti topeng, gunakan alas bedak setingkat lebih gelap dari warna kulit dan ratakan dengan bedak senada dengan warna kulit agar terlihat natural.

Agar mata terlihat berbinar di kamera, ada tips-tips khusus :
Untuk struktur wajah yang keras dan bentuk rahang tegas, hindari riasan yang “berat” agar tidak terkesan maskulin. Riasan dimulai dari daerah mata yang akan berpengaruh pada penampilan kelseluruhan.
Untuk mata sipit: Perona mata yang mengkilap kurang menguntungkan bagi pemilik mata sipit. Saat lampu kamera menyala, cahaya akan dipantulkan sehingga mata akan terlihat semakin sipit. Atasi dengan kombinasi warna teknik gradasi dengan warna coklat atau abu2 gelap. Tambahkan bulu mata palsu dan eyeliner agar mata terlihat "lebar".
Untuk mata cekung: Hindari perona mata warna gelap. Warna gelap akan memberikan efek dimensi lebih dalam pada bentuk mata yang hasilnya akan terlihat mata semakin cekung. Sebaiknya pilih warna-warna cerah dan terang
Untuk mata cembung: Sangat tidak disarankan mengaplikasikan perona mata warna terang maupun penggunaan eyeliner dibawah mata. Untuk membingkai mata agar tampak lebih cantik, mainkan gradasi warna gelap dengan teknik arsir, tambahkan bulu mata natural.
Untuk mata turun berkesan sedih: Untuk menambah ceria pada bentuk mata, bingkai eyeliner hitam beri efek garis tarikan ke atas.
Nah, untuk yang suka jeprat jepret sana sini, mungkin trik-trik di atas tadi sangat membantu agar foto-foto yang dihasilkan dapat terlihat maksimal. :))
January 31, 2013

Renungan Kamar Mandi

Tiap bangun pagi, saat mata dan tubuh masih loading dengan keadaan sekitar, saya tidak jarang dan tidak lupa merenung sesaat mengenai arti kehidupan ini. Nggak berat-berat, cukup yang dapat saya lihat dan amati dari sekeliling saya. Biasanya dimulai dari memerhatikan tangan yang masih bisa gerak dan menyentuh dengan bebas. Kadang kala juga saat saya melongo menatap lantai kamar mandi, pikiran terbang ke masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Sialnya, akhir-akhir ini, pikiran saya disesaki oleh pertanyaan-pertanyaan mengenai jodoh.

Siapa ya jodoh saya tersebut?
Dimana saya akan bertemu dengan dia?
Bagaimana rupa, akhlak, dan agamanya?
Bagaimana keluarganya? orangtuanya?
Apakah dia akan mencintai saya seperti hati saya yang siap untuk mencintainya sepenuh hati karna Illahi Rabbi?
Apakah dia akan menjadi ayah yang baik kelak bagi anak-anak kami?

Semoga saja saya segera bertemu dengan si dia dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sebelum berumur 26 tahun. Saya akan berusaha terus memperbaiki, membenahi, dan menata hati dan diri sebelum bertemu dengannya. Insya Allah. :))
January 27, 2013

Siapa Bilang Allah Tidak Sayang Kamu

“Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas arasy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan dia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubungan-Ku dengannya.
Mengapa dia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan? Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya? Mengapa dia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup? Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?
Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku?
Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih pada-Ku, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hamba-Ku. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada kata-kata-Ku?
Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan, tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku? Akan tetapi, mengapa Aku melihat mereka, dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dari-Ku? Mengapakah mereka sampai tertipu oleh selain Aku?
Aku telah memberikan kepadanya segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus mereka minta. Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa mereka tidak lagi memintanya kepada-Ku untuk segera mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?
Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milik-Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tangan-Ku? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku?
Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya dari-Ku?
Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, ‘Mintalah kepada-Ku! Aku pun lalu memberikan kepada setiap orang, apa saja yang mereka inginkan.
Dan semua yang Kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?
Sungguh alangkah celaka orang-orang yang terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang-orang yang berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memerhatikan Aku dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada malu kepada-Ku.” [H.R. Ibnu Husain]
repost dari Da Melvi
January 23, 2013

Ngurus SKCK dan Surat Kuning di Kota Padang

Kali ini saya mau berbagi pengalaman mengenai proses pengurusan SKCK dan surat kuning di Padang. Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan infonya! 

Membuat SKCK Baru: 

1. Pengambilan Sidik Jari di Polda Sumbar. Sediakan:
  • Pas foto 4×6 dua lembar.
  • Fotocopy KTP.
  • Biaya administrasi pengambilan rumus sidik jari sebesar sepuluh ribu rupiah.
rumus sidik jari
Kronologisnya
Sebelum mendapatkan SKCK yang dicari, pertama kali saya harus melakukan perekaman sidik jari di Polda Sumbar yang terletak di Jalan Sudirman No. 55, Padang. Kalau masuk lewat gerbang utama, letak pos perekaman sidik jari tersebut ada di sebelah kiri. Proses pengambilan sidik jarinya cukup cepat.

Pas bilang ke bapak petugasnya mau urus SKCK, saya dikasih formulir, disuruh isi bagian depan dan belakangnya. Item-item pertanyaannya tidak jauh-jauh dari: nama, alamat, tinggi, berat badan, bentuk muka, jenis rambut, dll yang saya lupa persis apa-apa aja. Kemudian, bapak petugas meminta dua buah foto berukuran 3×4 lalu beliau dengan cepat pindah ke meja di belakang saya untuk melumeri (lagi) bantalan stempel dengan tinta.

Satu per satu jari-jari saya digelindingkan oleh pak petugas di bantalan bertinta tersebut lalu satu per satu juga ditempelkan di kertas karton putih buat direkam. Beres deh. Lalu saya disuruh cuci tangan di sebelah kiri belakang pos tersebut oleh beliau. Toiletnya cukup bersih, kakusnya juga, dan tidak lupa ada sabun yang sudah berkubang dengan tinta-tinta oleh pemakai terdahulunya.

Lanjuuut...
 
2. Penyerahan rumus sidik jari untuk mendapatkan SKCK. 

Masukkan file-file berikut dalam sebuah map yang sudah diberi NAMA dan keterangan untuk apa nantinya SKCK tersebut digunakan:
  • Fotocopy KTP.
  • Fotocopy Kartu Keluarga (alias KK).
  • Pas foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar.
  • Mengisi formulir daftar riwayat hidup yang telah disediakan di DIT INTELKAM dengan jelas dan benar.
Kronologisnya
Setelah dari Polda, saya dan papa meluncur ke DIT INTELKAM untuk menyerahkan rumus sidik jari yang sudah didapatkan. Saya kurang begitu tau alamat lengkap kantor INTELKAM ini. Biar mudah, gini adeh, dari Ampang, lurus terus ngikutin jalan gede. Sebelum jalan besar dimana mobil angkot putih dan orange lewat, lihat sebelah kanan jalan, setelah Kejaksaan (kalau nggak salah) keliatan aja langsung kantornya. Bagian INTELKAM berada tepat di pintu masuk sebelah kiri. Dari gerbang masuk, langsung keliatan tempat parkir buat motornya.

Nyampe sana saya ketemu Wira yang juga lagi ngurus SKCK. Saya meminta formulir riwayat hidup yang akan diisi setelah dikasih tau Wira ke pak polisi. Ada tiga halaman yang semuanya wajib diisi. Kira-kira memakan waktu sepuluh menit untuk mengisi item-item di formulir tersebut. Setelah selesai semua, langsung saya serahkan map berisi file-file yang disyaratkan ke pak petugas yang berdiri di pintu kantor. Sayangnya, saya nggak langsung menerima SKCK pada hari ini karena telah lewat jam kerja (yaitu jam tiga sore). Saya disuruh oleh pak petugas buat mengambil besok pagi kira-kira jam sepuluh-an.

Keesokan harinya
Saya datang lagi ke INTELKAM bersama papa nyampe sana jam setengah tiga lewat. Untung kantornya masih buka dan masih banyak orang yang akan dilayani oleh pakpol. Saya langsung menghadap pak petugas yang kemarin,

Nana (N): "Pak, wak nio ambiak SKCK" [Pak, saya mau ambil SKCK]
Pak Polisi (PP): "Bilo bamasuak-an?" [Kapan diserahkan?]
N: "patang pak" [Kemaren pak]
PP: (nyari map saya di tumpukan map-map lain di atas meja dekat pintu). "Fotocopy lu untuak dilegalisir" [Fotocopy dulu untuk legalisir]
N: "Bara buah pak? limo?" [Berapa banyak, pak? lima?] 
PP: "Jadih juo"
N: (pergi fotocopy ke tempat fotocopy terdekat) "Ko pak, lah difotocopy" (menyerahkan map beserta SKCK yang sudah di-fotocopy sebanyak lima lembar)

Habis itu, saya nunggu beberapa menit di luar bareng Dini yang nggak sengaja ketemu di tempat fotocopy. Untung aja saya, Dini, dan beberapa orang lain yang sudah memasukkan SKCK dan fotocopy ke pak pol masih dilayani meskipun jam tugas sudah lewat. Selang beberapa lama, saya dipanggil oleh pak petugas dan SKCK beserta legalisirnya berhasil di dapat!

DONE!
***
Cerita di balik layar

Well... ngurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan surat kuning alias kartu tanda pencari kerja itu sebenernya nggak ribet. Cuman, pas di saya, jadi ribet gara-gara saya terlalu ngikutin aturan, tapi ternyata pas di lapangan peraturannya nggak saklek kayak gitu. Sebelum pergi ngurus SKCK, saya sebelumnya udah menggali informasi dengan membaca artikel yang berkaitan dengan pengurusan SKCK dan kartu kuning ini. Nah, didapatlah informasi berikut dari Wikipedia:
SKCK, salah satu contohnya, marak dibutuhkan oleh masyarakat ketika mendaftar CPNS. Adapun tata cara untuk mendapatkan SKCK adalah:
Membuat SKCK Baru:
  1. Membawa Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.
  2. Membawa fotocopy KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan.
  3. Membawa fotocopy Kartu Keluarga.
  4. Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir.
  5. Membawa Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar.
  6. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  7. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.
Catatan :
POLSEK tidak menerbitkan SKCK untuk keperluan :
  1. Melamar / melengkapi administrasi PNS / CPNS.
  2. Pembuatan Visa / keperluan lain yang bersifat antar-negara.
  3. Polsek/Polres penerbit SKCK sesuai dengan alamat KTP/SIM pemohon.
Berdasarkan :
  1. UU RI No.20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)
  2. UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
  3. PP RI No.50 Tahun 2010 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada instansi Polri
  4. Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1928/VI/2010 tanggal 23 Juni 2010 tentang Pemberlakuan PP RI No.50 Tahun 2010
Maka di beritahukan kepada seluruh pemohon SKCK Baru / Perpanjang, bahwa terhitung mulai hari SABTU / 26 JUNI 2010, dikenakan tarif yang besarannya sbb :
  1. Sidik Jari = RP.35.000
  2. Administrasi = RP.10.000
Seluruh biaya tersebut akan disetorkan kepada kas negara oleh Bendahara SKCK setiap harinya.
Bagian mana yang tidak sesuai dengan keterangan yang disebutkan di atas? Niiih...
Membuat SKCK Baru:
  1. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.
  2. Membawa Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.  
  3. Membawa fotocopy KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan. 
  4. Membawa fotocopy Kartu Keluarga.
  5. Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir. 
  6. Membawa Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar. 
  7. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
Ini yang bikin mumet saya, karna dijelaskan di atas sebelumnya bahwa untuk ngurus SKCK dibutuhkan surat pengantar dari kelurahan, tapi ternyata NGGAK BUTUH DAN NGGAK DITANYA LHO!!! Oh god... jadi makin panas deh ini ubun-ubun karna panas-panasan di atas motor bolak balik ke kantor camat demi ngedapaetin tanda tangan pak Camat (yang ternyata setelah ditungguin 2 jam lebih lagi ada urusan). Kenapa tanda tangan pak Camat? ya karena di surat pengantarnya juga dibutuhin tanda tangan pak Camat selain tanda tangan pak Lurah. Fyuh...

Tapi, alhamdulillah, semua urusan selesai, surat-suratnya akhirnya jadi... :D
January 21, 2013

Iko Gantinyo & Berenang

Sampai hari ini, detik ini nulis ini, mata saya masih agak sepet dan lengket sejak (terpaksa) bangun tidur jam 9-an tadi. Saya berasumsi ini pasti diakibatkan kena air kolam renang di rumah Dini kemarin pas sok-sokan nyelam, hehe. Jujur aja, saya ... ... ... ehm, nggak bisa renang *tutup muka, malu!*. Sekalinya saya masuk kolam renang, saya lebih memilih betah nangkring di pinggir kolam yang airnya agak dangkal lalu saya menatap iri pada teman-teman yang asik berenang dan nyelam. Mereka sungguh ter-la-lu...

Meskipun nggak bisa renang dan cuma bisa satu gaya kalau nyebur ke kolam (yaitu gaya batu), saya tetap antusias buat ikutan main air di kolam renang Dini kemarin. Acara renangnya mendadak dan tanpa rencana, malahan rencana awalnya kita cuma makan es durian aja di pondok. Udah. Tapi, Dini mengusulkan ide lain lewat Nanda.
from: Nanda simpati
diterima: 12:50:55
20-01-2013
"Teman, dini ngajak berenang di rumahnya sore ini setelah makan es krim, gimana? Mau ga? Kalo iya, bawa baju ganti..."
Wuih, ditawarin main air gini saya nggak nolak dong :D. Kita (yaitu Ika, Nanda, Dini, Wira dan adiknya Intan, lalu Pipi yang datang belakangan) ngumpul sekalian makan es durian di "Iko Gantinyo" pondok. Pipi nggak ikut makan, katanya udah makan sebelumnya. Jadi, yang makan cuma berenam, dan kita pesan es durian spesial seharga dua puluh ribu rupiah. Nyam, nyam, enak dan segar... Lamak bana!

Setelah selesai makan, kita semua berpisah dengan Pipi di luar dan naik angkot merah. Berhenti di pasar raya Padang dan jalan sedikit ke Hawaii lalu naik angkot hijau lumut jurusan Balai Baru di sana. Rumah Dini sebenernya deket dengan rumah saya. Sayang, saya terlalu betah di rumah hingga malas sekali rasanya bersilaturahmi main-main ke rumahnya. Padahal cuma 10 menitan aja naik motor nyampe ke rumahnya. "Maafkan aku din :((."

Daaan, hasrat main air makin membuncah setelah melihat kolam renang Dini. Nggak sabar buat byar byurrr. Selagi menunggu yang lain shalat, saya dan Intan (adiknya Wira) udah siap-siap ganti kostum buat renang. Lalu kami berdua masuk ke kolam pertama yang dangkal dekat pintu, cuma setinggi perut saya. Byurrr... Intan nggak pake babibu udah aktif mondar mandir, nyelupin kepala renang sana sini. Sedangkan saya masih proses adaptasi dengan air yang cukup dingin dan berusaha menjaga kepala dan telinga agar tidak basah kena air. >,<

Beberapa menit kemudian, Ika, Wira, Nanda, Dini, datang membawa benen dan masuk ke kolam yang agak dalam. Tingginya seleher saya. Udah deh, Dini langsung meliuk-liuk di dalam air, Wira pun demikian. Nanda juga saya liat udah pinter renang. Tinggal Ika doang yang selevel dengan saya, alias nggak bisa, cuma tawaf keliling kolam dengan benen, haha. Saya kemudian ikutan pindah ke kolam sebelah, niggalin Intan yang asik renang dan lompat-lompat dalam air.

Rrrr... airnya agak dingin di banding kolam sebelah, agak megap-megap saya jalan-jalan di dasar kolam dan minta diajarin renang ke Dini. Katanya, langkah awal buat bisa renang itu minimal bisa ngambang dulu di air. Kepala harus kecelup di air dong, Din?! ujar saya protes ke Dini -.-". Hahaha, saya kan takut banget kalau telinga saya kemasukan air, takut tersumbat, takut ntar infeksi, dan takut yang lain-lainnya. Tapi, Wira, Nanda, Dini, dan Ayu (adiknya Dini yang ikut bergabung di kolam) bilang nggak apa-apa, nggak bakalan bikin telinga tersumbat.

Hemmm... baiklah, setelah mengumpulkan keberanian dan menghirup nafas dalam-dalam, saya nekat nyemplungin kepala ke dalam air. Blep, blep, blep, blup... huah, uhuk, uhukh, ohok ohok... *batuk ceritanya. Wohooo! Saya berhasil mengalahkan ketakutan nyelam meski pake acara batuk-batuk gara-gara air menyusup masuk ke hidung! Sisa hari saya lalui dengan mondar-mandir nyelam, berusaha berenang dan menggerakkan kaki teratur agar bisa maju ke depan. Yang lainnya juga begitu, menikmati hari di dalam air, pacu-pacuan berenang sampai akhirnya kami keluar kolam karena hujan deras turun.

Kelar berenang, kita makan pop mie yang disediain mama Dini dengan lahap, lalu mandi membersihkan diri. Setelah itu shalat magrib dan makan malam sambil nonton Asia's Next Top Model di StarWorld. Terakhir, saya pulang dijemput papa dan menuju rumah dengan mata yang sudah berat karna mengantuk. Hoammm...

Hari yang menyenangkan.
Terima kasih teman-teman..., love you mmmuaaah... :*
January 20, 2013

Luqman Al-Hakim berkata...

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. 
"Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. 
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka)dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Surat Luqman ayat 13, 16, 17
January 19, 2013

Impossible


Kamu tidak akan mungkin bisa memenuhi segala kesesuaian dengan hati semua manusia!

- Imam Syafii
January 18, 2013

Rim's Daily Giveaway

Hai semua, siap untuk info giveaway bulan ini? :)) Giveaway kali ini berasal dari Rimma Izzaty Putri. Hadiahnya apa ya? Tralalaaa... Keren bangets!

Cantik bukan? Nah, sekarang gimana caranya buat ikutan giveaway ini? Gampang banget. 
  1. Follow Rim's Daily via GFC
  2. Follow Rimma via Bloglovin
  3. Tinggalkan komentar di blog Rimma berisi Nama, nickname GFC, dan juga emailmu
  4. Dan kamu bakal dapat ekstra point +1 kalau ikut menyebarluaskan giveaway ini di blog kamu seperti yang saya lakukan :)

Giveaway ini berakhir tanggal 27 Januari 2013

Mudah dan simpel kan? Gutlak ladies, gutlak juga buat saya! Yosh!
http://media.tumblr.com/2a1e4b4d61f5a2f831de7750a2e1433c/tumblr_inline_mg60uhcIbX1qdlkyg.gif
January 17, 2013

Hai Anak-anakku Sayang :))

http://cdn.greenprophet.com/wp-content/uploads/2012/08/newborn-muslim-baby-ramadan.jpg
source
Hai, anak-anakku sayang, ini umi kala masih berumur 21 tahun 5 bulan dan 17 hari yang menulis, masih muda ya :P. Umi lupa kapan tepatnya umi ingin kalian memanggil ibu kalian ini dengan sebutan 'umi'. Yang jelas, umi merasa panggilan 'umi' lebih cocok digunakan oleh anak-anak umi buat manggil ibunya. Menurut umi, sebutan itu terdengar terhormat dan manis jika dipanggil oleh anak-anak umi tersayang :*.

Anak-anak umi tersayang dan tercinta. Umi sangat ingin kalian hidup di bawah payung dan panji-panji islam yang kuat dan baik. Hidup kalian berada di jalur islam dan tidak menyimpang dari kaidah islam yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad saw. Oleh sebab itulah pada usia umi yang masih muda ini umi berusaha dan bertawakal untuk mencari dan menemukan sosok ayah atau abi yang baik bagi kalian kelak. Memiliki suami yang taat beribadah dan patuh pada tuhannya tentulah merupakan dambaan dan impian bagi semua wanita muslim, termasuk umi di dalamnya. Tentunya hal itu bermuara pada harapan dan doa umi agar kelak kalian nanti dapat hidup dan dididik sesuai dengan "aturan main" yang diterangkan Allah dalam Al-Quran dan sunnah Nabi kita, Muhammad saw.

Gimana kabar kalian saat membaca surat ini? semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah swt, amiiin. Bersyukur ya nak atas nikmat hidup dan sehat yang udah dikasih Allah itu. Dua hal itu tak ternilai harganya. Alhamdulillah, umi akhirnya memiliki kalian setelah menikah dengan lelaki yang umi cintai dan banggakan, yaitu abi kalian. Abi kalian itu sangat tampan, saleh, dan tentunya sayang sama umi dan juga pada kalian wahai anak-anakku. Umi juga sangat sayang dengan Abi kalian ini. Haha, walaupun di bulan Januari tahun 2013 ini, umi belum ditakdirkan Allah untuk bertemu dan jatuh cinta pada abi kalian, tapi umi percaya Allah telah menyiapkan seorang laki-laki saleh, penyayang, indah wajahnya, penyabar, berani, dan setia untuk mendampingi umi kelak, juga menjadi ayah dari anak-anak yang sangat umi cintai dan sayangi ini.

source
Anakku sayang, saat ini umi bercita-cita untuk punya 3 orang anak. Jika diizinkan oleh Allah, umi mau anak pertama umi itu cowok, terus anak umi yang kedua nanti cewek-cewek kembar identik. Pasti bakalan lucu dan menggemaskan! Tujuan umi berkeinginan seperti itu menurut akal umi adalah agar nanti anak pertama umi (cowok) dapat menjadi teladan dan pelindung bagi adik-adik ceweknya, hehehe. Selain itu juga nanti kalau anak sulung umi udah dewasa, umi bisa punya teman ngobrol dan diskusi seperti yang umi lihat dilakukan oleh nenek kalian dengan om kalian (yaitu abang umi yang paling tua). Hubungan mereka sebagai ibu dan anak terlihat begitu menawan di mata umi, sangat special dan hangat. Suatu hari, umi juga ingin bercerita dan bertukar pikiran mengenai apa saja dengan anak laki-laki umi dan meminta pendapatnya mengenai banyak hal.

source
Sedangkan keinginan umi untuk memiliki anak cewek kembar adalah karena umi suka banget dan selalu gemes liat anak-anak kembar yang umi liat di tivi ataupun di internet. Menurut umi, alangkah lucu dan bahagianya jika nanti hamil anak kedua langsung punya bayi kembar cewek yang manis dan lucu-lucu untuk dibesarkan. Subhanallaaah... Semoga saja Allah memberikan kesempatan itu untuk umi :))

Bahkan di saat umi belum menemukan jodoh umi ini, umi sudah memikirkan kalian, wahai anak-anakku. Umi ingin kalian terlahir sehat dan besar di bawah pengawasan umi dan abi tanpa kurang suatu apa pun. Umi akan berusaha memberikan yang terbaik buat kalian, kasih sayang yang tak ada habisnya, cinta yang takkan pernah mati, sampai nyawa umi demi kalian, anak-anakku. Umi berharap semoga kalian besar dengan cinta dan kasih sayang sehingga kalian tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang baik akhlaknya, bagus tutur katanya, saleh dan salehah, berpendidikan, beragama serta beradat. Ah, jika itu semua berhasil umi capai bersama abi kalian, kami tentunya merupakan pasangna yang telah memenangkan jackpot dan tiket ke surga Allah nak. Allahu Akbar!

Anakku sayang, umi sayang kalian, umi rindu kalian hadir di perut umi setelah umi menikah nanti. Umi akan bersabar menanti kalian di dunia ini. Nanti umi kirim surat rindu lagi ya. Peluk cium dari umi :*

Umi cinta dan sayang kalian selamanya.
love you...