Copyright © The Journal
Design by Dzignine
modified by @nakhaira
February 27, 2013

Important


Salah satu investasi masa depan yang tidak bisa tidak dilakukan adalah pada PENDIDIKAN ANAK-ANAK kelak.
Nana. K. 
February 24, 2013

7

Terinspirasi dari postingan di sini dan di sini, saya jadi pengen ikutan nulis 7 hal mengenai saya. Bukan buat apa-apa, cuma buat fun dan sharing agar pembaca sedikit mengenal yang nulis blog ini. Nulisnya acak aja, nggak ngurut. SoLet's get started! 

7 Hal yang saya takuti:
  1. Dijauhi Allah, apalagi dijauhkan hidayah oleh Allah.
  2. Dijauhi orang-orang yang saya cintai dan saya sayangi. Saya tidak suka momen harus berpisah atau kehilangan mereka.
  3. Terlalu kesepian yang menimbulkan pikiran "Saya ini nggak guna, kenapa sih ditakdirin buat lahir ke dunia?"
  4. Masuk neraka. Astaghfirullaaaah...
  5. Gagal menjadi anak yang berbakti pada orangtua.
  6. Gagal menjadi wanita dan istri yang shalehah.
  7. Bermusuhan dengan siapa pun. Saya cinta damai dan tidak suka permusuhan, lebih suka punya banyak teman dekat.
7 lagu acak saat ini:
  1. Fatin Shidqia Lubis - Diamonds
  2. Jason Mraz - I Won't Give Up
  3. SHINee - Lucifer
  4. Girls's Generation - I Got A Boy
  5. Girls's Generation - Flower Power
  6. Dream Theater - Hollow Years
  7. YUI - Again
7 Hal yang saya suka:
  1. Mendem di kamar, ngelakuin hal-hal yang disenengin, contohnya ngenet (twitteran, blogging, tumblr-an, pinterest-an, baca-baca random artikel; kalau semisalnya artikelnya dalam bahasa inggris, dibaca keras-keras buat ngelatih pronounciation, donlot drama korea, donlot video makeup/hijab), baca-baca buku atau tidur cantik :))
  2. Jatuh cinta, karna bikin semangat dan wajah jadi ceria! Haha
  3. Kamar bersih dan rapi. Kalau tidak bersih dan tidak rapi, berarti mood saya hari itu berantakan dan lagi mager.
  4. Duh apalagi ya... *mikir*
7 important things in my bedroom:
  1. Kasur dengan seprei bersih & harum, bantal dan selimut!
  2. Alquran beserta sajadah dan mukenah buat ibadah
  3. Laptop beserta modem buat ngenet + menjangkau dunia maya
  4. Hape
  5. Tisu
  6. Alat-alat makeup
  7. Sapu karna saya suka bersih-bersih kamar
7 hal paling sering yang saya katakan:
  1. Mmm...
  2. Gitu ya?
  3. Lagi males
  4. Nggak ah
  5. Masa sih?
  6. Maaf, biyaneee...
  7. Eotokkeee... *.*
Hal-hal penting yang saya rencanakan sebelum mati:
  1. Kuliah S2, kalau kuat biaya dan tenaga, lanjut S3
  2. Nikah di umur 25 atau 26 (semua diserahkan pada Allah sebagai Yang Maha Menetapkan takdir)
  3. Punya tiga atau empat anak yang berkualitas bareng suami, anak pertama maunya cowok, anak kedua dan ketiga kembar identik cewek, dan adek bungsunya cowok. (hahaha, udah direncanain walaupun calon belum ada :p)
  4. Umrah bareng keluarga, minimal bareng mama dan papa & abang
  5. Naik haji
  6. Buka usaha buat nambah pendapatan, buat tabungan pendidikan anak-anak dan pensiun
  7. Bahagiain orangtua dengan segala daya dan upaya
  8. Bayar hutang
  9. Ibadah yang khusuk buat nyiapin bekal hidup abadi di akhirat
Akhirnya kelar. Buat item terakhir nggak bisa bikin listnya hanya sampe 7 aja karna masih pengen ngelakuin banyak hal sebelum mati. Semoga semua kesampaian dan diberikan kemudahan oleh Allah. Amiiiin...

Minggu ini

Hari ini nggak ada kegiatan menarik yang saya lakukan selain ngenet dan baca-baca artikel (apa pun itu yang bikin otak mikir). Niatnya sih pagi ini sampe malam mau ngerjain tugas yang dikasih Pak Feri, tapi gatot dongs T.T. Maka, pagi tadi, dengan suksesnya memaksa bangun diri ini jam setengah enam pagi, saya langsung berbenah kamar. Setelah itu lanjut rendam baju-baju kotor, lirik-lirik seisi kamar apa-apa aja yang udah kotor. Ritual harian banget. Tapi, saya senang-senang aja tuh ngelakuinnya, kan ujung-ujungnya kalo semua bersih, hati saya bersih juga, pikiran tentulah bersih dan damai. O:))

Tadi pas bangun tidur siang, niatnya turun ke lantai 1 (kosan eke lantai 2 cuy) itu mau ngambil gelas buat minum doang, eh tapi pas liat tumpukan piring-piring dan gelas-gelas kotor bekas hari-hari sebelumnya menggunung minta dicuci, ya ngacir ke tempat cuci piring nyuci bersih-bersih mereka semua sampai kinclong dan keset. Abis itu, buka kulkas buat ambil yakult. Tapi, mata langsung tertumpu ke kotoran-kotoran sisa-sisa saus sambel dan kecap yang menempel di pintu kulkas dan di body-nya. ERRR... tangan saya gatal pengen ngebersihin! Jadilah, saya bongkar-bongkar sendiri tuh isi kulkas, bersihin trus rapihin dan nata ulang isi-isinya. Legaaa banget pas liat barang-barang bersih dan rapi atau apa-apa di kosan bersih dan teratur. Jadi, saya nggak pusing kalau mau nyari-nyari sesuatu. Pikiran pun tentraaam.

Sekian.
February 16, 2013

unspeakable

I don't understand some people's choices and thoughts about something. They didn't realize that they had made other people's life worsen because of their choice.
- Nana Khaira

February 12, 2013

Jodoh?

Bicara perkara jodoh rasanya nggak bisa jauh-jauh dari bicara masalah pasangan hidup. Dalam pemahaman saya saat ini, jodoh adalah pria yang menikah dan setia mengarungi bahtera rumah tangga dengan saya sampai mati. Itulah jodoh saya. Ngomong-ngomong masalah jodoh ini, saya semakin penasaran aja dengan jodoh yang telah ditetapkan Allah untuk saya sejak masih di dalam perut mama. Memang ya, perkara rezeki, maut, dan jodoh adalah perkara Ilahi, tidak ada satu orang manusia pun mengetahuinya. Namun, rasa penasaran saya makin besar kala umur makin nambah alias jatah hidup di dunia berkurang. Beuh!

Saya mulai diliputi kekhawatiran semenjak teman-teman saya banyak yang memutuskan menikah dan mulai membina rumah tangga baru. Dalam pikiran saya Kok mereka cepet bener ya mutusin buat nikah? Udah siap lahir batin banget pasti tuh, atau Eh gilak, yakin banget ya yang dinikahinya itu adalah jodohnya. Hmmm... hmmm... lantas jodoh saya siapa ya? Saya ntar ketemu kapan ama dia? Ketemunya di mana? Udah kenal sebelumnya atau nggak ya? Nikahnya kapan? Kapan? KAPAN?" Tiba-tiba saya muram dan mulai merasa iri dan sedih. Teman-teman saya banyak yang sudah memiliki tambatan hati sedangkan saya tidak pernah punya. Jika pun saya suka ke seorang keturanan Adam, saya tidak pernah berhasil mengembangkannya menjadi hubungan yang lebih dari teman. Mmm... mungkin dengan cara itu Allah menjaga saya? Insya Allah deh. Saya ngaku, untuk urusan asmara, saya minim pengalaman.

Saya jadi khawatir dengan hubungan percintaan saya dengan seorang lelaki kelak. Saya takut mengecewakan lelaki saya dan membuatnya sedih sekaligus karna kecewa menjalin cinta dengan saya. Bisakah ia bisa menerima segala kekurangan saya seperti saya yang juga akan berusaha menerima segala kekurangannya? Saya kan juga bercita-cita menjadi istri yang shalihah buat suami saya kelak. Alasannya tentu saja untuk meraih ridho Ilahi dan mendapatkan surganya. Amin, amiiin... :))

Ah, intinya, saya galau masalah jodoh ini. Saya concern banget dengan masalah ini karna ini menyangkut masa depan anak-anak saya kelak. Saya ingin memberikan semua hal terbaik buat anak-anak saya kelak. Tentu saja hal itu dapat dimulai dari sekarang dengan telaten dan serius mencari ayah yang baik buat mereka. :D Tapi, itu semua kembali pada diri saya sendiri juga ya, seperti artikel yang saya baca di sini, yaitu:
Kisah gadis Bani Ma’zhum itu juga memberikan nasihat pada manusia di zaman setelahnya, bahwa jodoh merupakan amanah Allah. Amanah yang hanya akan diberikan pada seseorang yang dianggap telah mampu memikulnya kerana amanah merupakan sesuatu yang harus dipelihara dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Manakala kita belum dikurniai amanah jodoh oleh Allah, mungkin belum waktunya untuk kita memikul amanah tersebut. 
Sikap kita yang paling baik dalam hal ini adalah sentiasa bersangka baik (husnudzon) kepada-Nya. Kerena sesuatu yang kita cintai atau sesuatu yang kita anggap baik (jodoh) belum tentu baik bagi kita menurut Allah. Begitu pula sebaliknya sesuatu yang kita anggap buruk bagi diri kita belum tentu buruk menurut ilmu Allah. “Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu. Kamu tidak mengetahui sedangkan Allah Maha Mengetahui.” (QS. 2:216)
dan di sini, yaitu:
Maka bersibuk-sibuklah tuk perbaiki diri, sehingga ketika ia datang, engkau benar-benar telah siap menjadi jodoh terbaik yang Tuhan berikan kepada pasanganmu.
Semoga diri ini selalu belajar setiap hari dan memiliki akhlak yang cantik. Semoga dimudahkan dan dibimbing olehNya. Amin.
February 10, 2013

Favorit: Whulandary Herman


Nama Lengkap: Whulandary Herman
Tempat & Tanggal Lahir: Pariaman, 26 Juni 1989
Umur: 23 tahun
Suku: Minangkabau
Asal: Sumatera Barat

Prestasi:
1.  Pemenang II Wajah Femina 2008
2.  3rd Runner Up & The Best Catwalk di International Model of The Year Korea
3.  Asian Top Fashion Model of The Year February 2010 di Hangzhou, China
4.  Puteri Indonesia 2013


Siapa sangka dara cantik ini berasal dari Pariaman, Sumatera Barat? Makin bangga aja saya berdarah murni minang! Saya nggak nonton uni cantik dan kamek ini pas dipilih sebagai Puteri Indonesia waktu malam penobatan. Saya ketiduran pas nungguin iklan -_-", ahh! Untunglah ada internet, bisa buka youtube, jadi bisa nonton ulang :D. Malam itu saya sempat nggak ngeh kalau ada acara pemilihan Puteri Indonesia di Indosiar. Thanks to twitter, saya dapat info dan langsung nyalain tivi.

Pas pertama lihat uni yang mewakili Sumatera Barat di ajang puteri Indonesia ini, langsung komen dan berdecak kagum dalam hati, "Wiiih, bening dan seksi ya cewek ini, kulitnya eksotis pula, punya body model abis". Packaging-nya keren deh! Juara! Seperti biasa, saya jadi penasaran dengan latar belakang uni Whulan. Googling-lah, baca-baca. Usut punya usut, ooo... ketahuan deh kenapa tuh body maut banget aduhainya karena si uni ini model profesional ternyata, panteslah anggun bener gaya jalannnya di catwalk, udah biasa sih buat dia! Pas baca-baca lagi, ketahuanlah kalau dia lahir di Pariaman, besar di Padang. SMA-nya di SMAN 2 Padang lho ternyata, salah satu SMA favorit di Padang selain SMA 1, SMA 10, dan SMA 3. Wuih wuih... Prestasinya nggak hanya di Indonesia aja, di Internasional juga! *makin berdecak kagum*

Selain info tersebut, saya baca juga nih ternyata uni Whulan katanya nggak bisa makan nasi selain nasi Padang, alias berasnya diimpor dulu dari Padang. Menurutnya, dia masih belum terbiasa dengan makanan selain masakan Padang. Maka dari itu, mamanya setia dan selalu mengirim rantang berisi nasi padang lengkap dengan rendang sewaktu ia mengikuti karantina Puteri Indonesia. Haha, saya paham banget kondisi uni Whulan karena saya juga nggak bisa cocok makan makanan selain masakan Padang di rantau orang. Ckckck. Makin simpatik aja deh jadinya sama si uni.

Mau gimana ya, masakan Padang udah cocok banget di lidah saya, susah buat menyesuaikan dengan masakan Jawa yang manis atau masakan Sunda yang sedikit bumbu, atau pun masakan lainnya. Terkesan picky ya jadinya, tapi emang gitu kenyataanya. Coba deh tuh yang biasa makan nasi beserta lauk tiap hari trus tiba-tiba makanan utamanya diganti semua jadi roti isi keju atau susu atau selai. Eneg? Nggak kuat kan? Nah gitu tuh rasanya. Kalau pun saya makan masakan lain selain masakan Padang, itu dilakukan semata-mata demi mengganjal perut, nyobain kuliner baru, dan menyambung nyawa *peace ^.^v becanda ah*.

Back to topic. Dari uni Whulan, saya mendapat inspirasi dan pembelajaran. Pertama, kasih sayang ibu memang sepanjang masa dan tak terhingga. Cinta tulusnya dapat membentuk buah hatinya menjadi pribadi yang dewasa dan tumbuh mandiri. Mamanya uni Whuland emang super keren, neneknya juga! Saya sungguh salut banget sama mamanya yang membiasakan Whulan untuk pulang kampung ke Padang ketika ia merasa sendirian dan sedang tidak ada pekerjaan. Mamanya mengajak uni Whulan untuk mengunjungi saudara-saudaranya di ranah minang agar ia tetap down to earth dan tetap ingat dari mana ia berasal. Tentulah tipe mama seperti mama uni Whulan layak dicontoh. Tipikal mama yang selalu ada untuk anak-anaknya, mendukung cita-cita dan karir anak-anaknya, tak pernah lelah memberi perhatian dan cinta buat anak-anaknya tersebut. Mama yang hebat dan perkasa! Saya bertekad akan mendidik anak-anak saya kelak seperti mama Whulan mendidik anak-anaknya, walaupun tidak mungkin akan sama persis.

Benar-benar gadih minang yang mengagumkan! Adik-adik uni Whulan pasti sangat bangga mempunyai kakak seperti dia. Salut aku padamu Uni!
February 09, 2013

Pray for Nasywa

Seandainya saya seorang yang kaya, bergelimang harta benda, maka saya akan segera membantu biaya pengobatan adik kecil yang imut dan lucu ini. Sayangnya saya tidak diamanahkan oleh Tuhan seperti itu :((

Duhai tuhan, mungkin orangtua Nasywa tengah bertanya-tanya saat ini, mengapa cobaan seperti ini yang Engkau berikan pada mereka. Hikmah apa yang hendak Kau berikan pada keluarga mereka?

Seuntai doa kuantarkan padaMu, Tuhan, agar kesembuhan Engkau berikan pada adik kecil manis nan malang ini. Semoga Engkau memberikan ketabahan berlebih-lebih bagi orangtuanya. Semoga dosa-dosa mereka Engkau ampuni. Amiin...

Mari pembaca blog saya, mari sama-sama kita ringankan beban orangtua Nasywa.
sumber: proposal bantuan oleh orangtua Nasywa
Nasywa sebelum operasi

Nasywa pasca operasi
:((
Cepat sembuh ya Nasywa, kakak turut mendoakan kesembuhanmu. Yang tabah ya :'(
Semoga Nasywa segera diberikan kesembuhan dan ia bisa menjalani kehidupannya seperti dulu lagi. Semangat Nasywa! Kamu pasti kuat!

Dari:
kakak yang tidak mengenal kamu sebelumnya.
February 02, 2013

Narsis dan Fotogenic

Berhubung saya besok mau foto tahunan, saya iseng nyari artikel agar bisa keliatan bagus di lensa kamera dan di cetak nanti. Artikel berikut saya copy-paste di sini dari blog ini dengan sedikit perbaikan bahasa dan kalimat.
Hal yang harus diperhatikan agar tampak fotogenik:
1. Ekspresi & Fokus Mata
Dalam pemotretan, sang fotografer sering meminta model untuk "mengisi mata", maksudnya adalah sorot mata yang ekspresif saat menatap kamera, tatapan mata yang terlihat kosong memberi kesan kurang hidup. Caranya bukan dengan "membelalakkan mata" tapi coba bicara dengan hati dan pikiran untuk lebih membantu, nggak ada salahnya berkaca di depan cermin untuk melatih ekspresi.
2. Bahasa Tubuh
Menjaga postur tubuh saat duduk, berdiri, berjalan memilki nilai penting. Hal ini menunjang bahasa tubuh saat berpose di depan kamera dalam pemotretan sehingga gerakan terlihat lebih luwes, elegan dan tidak kaku. Hal ini memudahkan fotografer untuk mengarahkan gaya sesuai dengan busana yang dipakai.
3. Penampilan Serasi
Selain wajah segar, make-up dan rambut yang menunjang, busana yang sesuai dengan bentuk tubuh dan warna kulit juga memberi pengaruh. Hindari busana yang membuat kita tampak lebih gemuk atau terlihat lebih pendek.
4. Jangan Mengandalkan Teknologi
Walaupun teknologi digital membantu menyempurnakan hasil foto, sebaiknya merias wajah tetap dilakukan untuk menunjang hasil akhir. Biasakan mengaplikasikan riasan dengan halus dan membaur, karena inti dari merias wajah adalah menonjolkan kelebihan dan menyamarkan kekurangan.
5. Angel Wajah
Bagian kiri dan kanan wajah terkadang berbeda maka dari itu dibutuhkan latihan angle untuk mendapat sisi yang paling menarik. Biasanya dapat dicoba setelah beberapa kali foto. Tulang pipi tinggi dan rahang yang menonjol di salah satu sisi biasanya menjadi angle andalan karena menunjukan karakter lebih kuat.
6. Percaya Diri
Percaya diri bahwa semua kekurangan dan kelebihan tiap individu merupakan anugerah. Hal ini membuat seseorang menjadi unik dan menarik. Tanpa keyakinan tersebut sebuah foto tidak akan menghasilkan karya yang maksimal.
7. Kesegaran Kulit
Kulit wajah yang terlihat segar dan terawat sangat bersahabat dengan kamera. Jika pemotretan berlangsung keesokan hari, hindari tidur larut malam karena akan mengakibatkan kulit berminyak dan tampak “layu”. Untuk mengatasi masalah ini, bisa dibantu dengan membasuh wajah dengan air dingin di pagi hari untuk mengecilkan pori, setelah itu pakai pelembab wajah.
8. Riasan Wajah Sesuai dengan Lokasi.
Pemotretan outdoor dan indoor memiliki teknik riasan yang berbeda. Riasan outdoor sebaiknya diaplikasikan dengan gaya riasan seminimal mungkin. Gunakan alas bedak waterproof dan perona mata warna pastel. Untuk pemotretan indoor, sesuaikan dengan kondisi dan tema.
9. Bekerja sama dengan tim pemotretan
Berkomunikasi dengan tim pemotretan muali dari perias wajah, pengarah gaya, hingga fotografer mengenai konsep foto yang akan dikerjakan. Hal ini akan mencairkan suasana sehingga terasa nyaman, dan menciptakan mood yang baik, hasil karya pun akan terlihat tidak kaku.
10. Riasan Wajah yang Tepat
Pilihlah alas bedak yang berbentuk cair yang mudah diaplikasikan agar riasan pada foto tidak terlihat seperti topeng, gunakan alas bedak setingkat lebih gelap dari warna kulit dan ratakan dengan bedak senada dengan warna kulit agar terlihat natural.

Agar mata terlihat berbinar di kamera, ada tips-tips khusus :
Untuk struktur wajah yang keras dan bentuk rahang tegas, hindari riasan yang “berat” agar tidak terkesan maskulin. Riasan dimulai dari daerah mata yang akan berpengaruh pada penampilan kelseluruhan.
Untuk mata sipit: Perona mata yang mengkilap kurang menguntungkan bagi pemilik mata sipit. Saat lampu kamera menyala, cahaya akan dipantulkan sehingga mata akan terlihat semakin sipit. Atasi dengan kombinasi warna teknik gradasi dengan warna coklat atau abu2 gelap. Tambahkan bulu mata palsu dan eyeliner agar mata terlihat "lebar".
Untuk mata cekung: Hindari perona mata warna gelap. Warna gelap akan memberikan efek dimensi lebih dalam pada bentuk mata yang hasilnya akan terlihat mata semakin cekung. Sebaiknya pilih warna-warna cerah dan terang
Untuk mata cembung: Sangat tidak disarankan mengaplikasikan perona mata warna terang maupun penggunaan eyeliner dibawah mata. Untuk membingkai mata agar tampak lebih cantik, mainkan gradasi warna gelap dengan teknik arsir, tambahkan bulu mata natural.
Untuk mata turun berkesan sedih: Untuk menambah ceria pada bentuk mata, bingkai eyeliner hitam beri efek garis tarikan ke atas.
Nah, untuk yang suka jeprat jepret sana sini, mungkin trik-trik di atas tadi sangat membantu agar foto-foto yang dihasilkan dapat terlihat maksimal. :))